Planet Nibiru, Hoax Paling Terkenal di Zaman Modern

Planet Nibiru, Hoax Paling Terkenal di Zaman Modern

Naviri Magazine - Sekitar satu dekade yang lalu, tepatnya menjelang akhir 2010-an, orang-orang di berbagai negara ramai membicarakan sebuah planet yang disebut Nibiru. Menurut wacana yang beredar pada masa itu, Nibiru adalah planet yang diperkirakan akan menabrak Bumi, hingga menyebabkan kehancuran. Pembicaraan itu lalu tersambung dengan ramalan kiamat yang konon akan terjadi pada tahun 2012.

Karena dikhawatirkan berdampak kiamat, banyak orang yang mengkhawatirkan kedatangan planet Nibiru. Bagaimana pun, waktu itu, pembicaraan mengenai planet Nibiru serta ramalan kiamat 2012 terdengar sangat “ilmiah”. Namun, akhirnya, setelah waktu berlalu, terbukti kalau isu planet Nibiru dan horor kiamat 2012 hanyalah hoax.

Bagaimana sebenarnya asal usul planet Nibiru, hingga pernah menjadi topik pembicaraan orang-orang sedunia, serta apa hubungannya dengan kehancuran bumi? Berikut ini uraian mengenai asal usul planet Nibiru, serta perkembangannya kemudian, yang lalu berakhir dengan hoax.

Tahun 1846

Pada 30 September 1846, satu minggu setelah planet Neptunus ditemukan, seorang ahli matematika Perancis, bernama Le Verrie, mengumumkan kemungkinan masih adanya planet lain di tata surya kita yang belum ditemukan.

Ia menggunakan teori mekanika Newton untuk mengukur gangguan orbital Neptunus, dan menyimpulkan bahwa gangguan ini pastilah disebabkan gaya gravitasi planet lain.

Pada 10 Oktober tahun yang sama, Triton, bulannya Neptunus, ditemukan. Dengan penemuan Triton, para astronom dapat menghitung kembali massa planet Neptunus. Namun, di luar perkiraan, mereka menemukan massa Neptunus lebih besar 2% dari yang diperkirakan.

Perhitungan ini sudah memasukkan pengaruh gravitasi Uranus. Bahkan, ketika Pluto ditemukan pada 1930, para ilmuwan menyimpulkan bahwa Pluto tidak cukup besar untuk mempengaruhi massa Neptunus.

Jadi, astronom kembali berusaha mencari planet lain yang dianggap bertanggung jawab atas gangguan massa Neptunus.

Planet lain yang belum ditemukan itulah yang disebut planet X. Jadi, planet X sesungguhnya adalah penyebutan planet yang dipercaya ada, namun belum ditemukan. Konsep ini sebenarnya telah ada sejak tahun 1840-an, dan bukan sesuatu yang baru. Misteri anomali massa Neptunus terus bertahan hingga tahun 1980.

Tahun 1976

Sebuah buku kontroversial berjudul “The Twelfth Planet” diluncurkan oleh Zecharia Sitchin. Dalam buku itu, Sitchin menginterpretasikan kembali tulisan Sumeria kuno yang telah berumur 6.000 tahun, dengan mengganti nama dewa-dewa Sumeria dengan nama-nama planet hipotetis.

Menurut Sitchin, pada masa sebelum ada planet bumi, ada sebuah planet yang bernama Tiamat yang terletak di antara Mars dan Jupiter. Suatu hari, orbit Tiamat dimasuki planet raksasa lain yang besarnya sekitar 20 kali Jupiter. Planet ini bernama Nibiru. Nibiru berarti “tempat persimpangan” atau “tempat terjadinya transisi”.

Perjumpaan itu menyebabkan Tiamat bertabrakan dengan salah satu bulan Nibiru. Pecahan dari tabrakan ini menyebabkan terbentuknya planet Bumi.

Menurut Sitchin, Nibiru adalah tempat berdiamnya satu ras alien bernama Annunaki, yang memiliki periode orbit 3.630 tahun mengelilingi matahari. Annunaki, yang selamat dari tabrakan itu, kemudian datang ke bumi. Lalu ceritanya berkembang.

Annunaki konon memodifikasi genetika primata di bumi dengan cara mencampurnya dengan gen mereka, untuk menciptakan homo sapiens (manusia) sebagai budak mereka.

Ketika Annunaki meninggalkan bumi, mereka membiarkan manusia (yang merupakan primata hasil modifikasi genetika) memerintah bumi hingga mereka datang kembali ke bumi. Para pengikut Sitchin kemudian mengambil konsep dan istilah planet X untuk menggambarkan planet Nibiru. Bagi mereka, planet X yang sedang dicari-cari sesungguhnya adalah Nibiru.

Inilah pertemuan pertama antara konsep planet X dan Nibiru.

Para pengikut Sitchin kemudian juga menghubungkan kedatangan kembali Nibiru dengan perhitungan kiamat kalender suku Maya. Mereka menyimpulkan bahwa Planet Nibiru akan masuk ke orbit bumi pada 21 Desember 2012.

Ingat, bahwa gravitasi planet akan mempengaruhi planet lain yang ada di dekatnya. Nibiru, yang disebut memiliki besar 20 kali Jupiter, dipastikan akan membawa kehancuran bagi planet bumi.

Tahun 1980-an

NASA mengumumkan bahwa anomali massa Neptunus ternyata sebuah kesalahan data observasi. Setelah data tersebut diperbaiki, maka tidak lagi ditemukan kesalahan orbital. Misteri yang bertahan sejak 1840-an itu pun terpecahkan. Wacana Nibiru dan kiamat 2012 mulai tenggelam perlahan-lahan.

Tahun 1983

Headline media-media di dunia menulis bahwa dua astonom bernama Neugebauer dan Houck menemukan sebuah planet seukuran Jupiter melanglang buana di antariksa, sekitar 2 miliar kilometer dari matahari. Orang-orang mulai bertanya-tanya, apakah ini mungkin tanda keberadaan Nibiru.

Namun, ternyata media salah! Neugebauer dan Houck hanya mengatakan bahwa mereka menemukan ketidakberaturan dalam spektrum infrared. Ini bisa berarti apa saja, mulai dari sebuah planet hingga sebuah galaksi.

Tahun 1994

Seorang peneliti dan astrolog, bernama John Major Jenkins, menerbitkan sebuah buku berjudul “Tzolkin: Visionary Perspectives and Calender Studies”.

Dalam buku itu, ia menafsirkan arti periode-periode kalender Maya. Bukan sesuatu yang baru, namun Jenkins kembali mempopulerkan konsep kalender Maya yang telah dipopulerkan sebelumnya oleh Michael D. Coe.

Jenkins dianggap sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam penyebaran kembali konsep kiamat 2012. Kiamat 2012 kembali mendapat perhatian dunia, didorong oleh publikasi buku Jenkins.

Tahun 1995

Seorang paranormal, bernama Nancy Lieder, mengklaim bahwa ia diperingatkan oleh suatu ras alien yang tinggal di sebuah planet yang terletak di sistem planet Zeta Reticuli, bahwa Nibiru akan menghancurkan bumi pada Mei 2003.

Tahun 2003

Ramalan Nancy Lieder meleset. Mei 2003, dunia tidak kiamat. Nancy Lieder mengoreksi ramalannya menjadi tahun 2012.

Tahun 2005

NASA mengumumkan bahwa pada 21 Oktober 2003 sebelumnya telah ditemukan sebuah planet baru kesepuluh yang diberi nama Eris. Orang-orang segera mengasosiasikannya dengan Nibiru.

April 2006  

Arti kata planet didefinisikan ulang. Berdasar pada definisi baru, Eris masuk ke dalam kategori planet mini, bersama Pluto. Lagi pula, karakter Eris sangat jauh dari Nibiru. Periode orbit Eris hanya 556,7 tahun.

Tahun 2007 - Sekarang

Konsep kiamat 2012 kembali dihidupkan oleh beberapa buku populer. Namun, kali ini, Nibiru bukan dianggap sebagai penyebab kiamat, melainkan badai matahari (solar maximum). Nibiru hanya menjadi wacana sampingan, tertutup oleh popularitas badai matahari.

Baca juga: Dari Mana Munculnya Lubang Hitam di Alam Semesta?

Related

Science 8061296591536478771

Recent

item