Pria Ini Tersesat di Tengah Laut, dan Terdampar di Pulau Dajjal

Pria Ini Tersesat di Tengah Laut, dan Terdampar di Pulau Dajjal

Naviri Magazine - Adakah orang yang pernah bertemu Dajjal? Jawabannya ada. Di masa Nabi Muhammad saw masih hidup, ada seorang pria yang tanpa sengaja tersesat di pulau tempat Dajjal berada, dan bertemu langsung dengan makhluk itu.

Pria ini bernama Tamim Ad-Dari. Nama lengkapnya Tamim bin Aus bin Kharijah Ad-Dari Abu Ruqayyah. Pada suatu hari, ia terkena badai saat berlayar bersama anak buahnya, hingga terdampar di sebuah pulau di mana ia bertemu dengan Dajjal.

Kemudian ia menyampaikan kisahnya kepada Rasulullah saw. Sahabat inilah yang pernah melihat Dajjal dengan kedua matanya. Sahabat ini pula yang pernah berbicara dan mendengar ucapan Dajjal dengan kedua telinganya. 

Sepeninggal Khalifah Utsman bin Affan, Tamim Ad-Dari meninggalkan kota Madinah, dan menetap di Baitul Maqdis, hingga meninggal di sana pada tahun 40 H.

Kisah pertemuan Tamim Ad-Dari dengan Dajjal dikisahkan dalam sebuah hadits yang dikenal di kalangan ulama dengan sebutan Hadits Jassasah. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari riwayat Fatimah binti Qais radhiyallahu ‘anha.

‘Amir bin Syarohil Asy-Sya’bi berkata kepada Fathimah binti Qais, “Kabarkan kepadaku sebuah hadits yang kamu dengar dari Rasulullah SAW, yang tidak kamu sandarkan kepada seorang pun selain beliau.”

Fathimah mengatakan, “Jika kamu menghendaki, akan aku sampaikan.”

“Iya, sampaikan padaku hadits itu,” jawab Asy Syabi.

Fathimah pun berkisah, “Suatu hari aku mendengar seruan orang, ‘Ashsholatu jamiah!’ (tanda datangnya shalat jamaah). Aku pun segera keluar menuju masjid. Aku shalat bersama Rasulullah saw, dan aku berada pada shaf wanita yang langsung berada di belakang shaf laki-laki. Tatkala Rasulullah selesai shalat, beliau duduk di mimbar dan mengatakan, ‘Hendaknya masing-masing kalian tetap berada di tempat shalatnya.’

“Lalu beliau bersabda, ‘Tahukah kalian, mengapa aku kumpulkan kalian?’

“Para sahabat menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.’

“Kemudian Rasulullah saw bersabda dengan kisah yang cukup panjang. Beliau berkata, ‘Sesungguhnya, demi Allah, tidak aku kumpulkan kalian untuk sesuatu yang menggembirakan atau menakutkan, namun aku kumpulkan kalian karena Tamim Ad-Dari. ... Ia mengabariku sebuah kisah yang sesuai dengan yang pernah kukisahkan kepada kalian tentang Al-Masih Ad-Dajjal.

“Ia memberitakan bahwa ia naik kapal bersama 30 orang dari kabilah Lakhm dan Judzam. Di tengah perjalanan, mereka dipermainkan badai hingga berada di tengah laut selama satu bulan, sampai terdampar di sebuah pulau saat matahari tenggelam. Mereka pun memasuki pulau tersebut, hingga menjumpai binatang yang berambut sangat lebat dan kaku.

“Mereka pun berkata, ‘Celaka, kamu ini apa?’

“Ia menjawab, ‘Aku al-jassasah (pengintai).’

“Merka mengatakan, ‘Apa al jasasah itu?’

“Ia berkata, ‘Pergilah kalian kepada seorang lelaki yang ada dalam sana, sesungguhnya ia sangat merindukan berita kalian!’

“Tamim berkata, ‘Ketika dia menyebut seorang laki-laki, kami khawatir kalau binatang itu ternyata setan. Kami pun bergerak ke tempat yang ditunjuk itu. Di dalamnya ada orang yang paling besar yang pernah kami lihat, dan paling kuat ikatannya. Kedua tangannya terikat dengan leher, antara dua lutut dan dua mata kaki terikat dengan besi.’

“Kami berkata kepadanya, ‘Celaka, kamu ini apa?’

“Dia menjawab, ‘Kalian mampu menemukanku, beritahu aku siapa kalian.’

“Mereka (Tamim dan rombongan) menjawab, ‘Kami orang-orang Arab. Kami naik kapal, tiba-tiba ombak pasang dan kami pun terombang-ambing selama satu bulan, sampai akhirnya terdampar di pulau ini. Kami pun memasukinya. Tiba-tiba kami bertemu makhluk melata berbulu lebat.’

“Lalu orang itu mengatakan, ‘Kabarkan padaku tentang kebun kurma di Baisan.’

“Kami mengatakan, ‘Tentang apa yang kamu minta beritanya?’

“Dia berkata, ‘Pohon kurma itu, apakah masih berbuah?’

“Kami menjawab, ‘Iya.’

“Ia mengatakan, ‘Sesungguhnya hampir tidak akan mengeluarkan buahnya. Kabarkan pula padaku tentang Danau Thobariyah/Tiberias.’

“Kami menjawab, ‘Tentang apa yang kamu minta beritanya?’

“Ia berkata, ‘Apakah masih ada airnya?’

“Mereka menjawab, “Danau itu banyak airnya.’

“Dia mengatakan, “Sesungguhnya airnya akan hilang.’

“Ia berkata, ‘Kabarkan padaku tentang mata air Zughor.’

“Mereka mengatakan, ‘Tentang apa kamu minta berita?’

“Ia menjawab, ‘Apakah di sana masih ada airnya? Dan apakah penduduk masih bertani dengan airnya?’

“Kami menjawab, ‘Iya, mata air itu deras airnya, dan penduduk bertani dengannya.’

“Ia berkata, ‘Kabarkan padaku tentang nabi ummiyyin, apa yang dia lakuakan?’

“Mereka menjawab, ‘Ia telah muncul dari Makkah dan tinggal di Yatsrib.’

“Ia mengatakan, ‘Apakah orang-orang Arab memeranginya?’

“Kami menjawab, ‘Ya.’

“Ia mengatakan lagi, ‘Apa yang ia lakukan terhadap orang-orang Arab?’

“Maka kami beritakan bahwa ia telah menang atas orang-orang Arab, dan mereka taat kepadanya.

“Ia mengatakan, ‘Itu sudah terjadi?’

“Kami katakan, ‘Ya.’

“Ia mengatakan, ‘Sesungguhnya lebih baik bagi mereka untuk menaatinya, dan sungguh aku akan mengatakan kepada kalian tentang diriku. Aku Al-Masih dan hampir-hampir aku diberi izin untuk keluar, hingga aku keluar lalu berjalan di bumi dan tidak kutinggalkan satu negeri pun kecuali aku akan turun padanya dalam waktu 40 malam kecuali Mekah dan Thaybah, keduanya haram bagiku. Setiap kali aku akan masuk pada salah satu kota itu, malaikat menghadangku dengan pedang terhunus di tangan, menghalangiku darinya, dan sesungguhnya pada tiap celah ada malaikat yang menjaganya.’”

Fathimah mengatakan, “Maka Rasulullah saw bersabda dengan menugentakkan tongkat di mimbar, ‘Inilah Thaiybah, inilah Thaiybah, inilah Thaiybah, yakni Kota Madinah. Apakah aku telah memberitahu tentang hal itu?’

“Orang-orang menjawab, ‘Iya.’

“Nabi berkata, ‘Sesungguhnya cerita Tamim menakjubkanku, kisahnya sesuai dengan yang kuceritakan kepada kalian tentang Dajjal, serta tentang Mekah dan Madinah.’

“Kemudian beliau bersabda, ‘Ketahuilah bahwa ia berada di lautan Syam atau lautan Yaman, Oh, tidak! Bahkan dari arah timur! Tidak, dia dari arah timur. Tidak, dia dari arah timur!’ dan beliau mengisyaratkan dengan tangan ke arah timur.”

Hadits ini diriwayatkan Imam Muslim dalam shahih-nya, Kitabul Fitan Wa Asyrotis Sa’ah, bab Qishoshul Jassasah (4/2261 no. 2942).

Baca juga: Melacak Jejak dan Misteri Keberadaan Dajjal Saat Ini

Related

Moslem World 6064944316283474158

Recent

item