6 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Datang ke Taman Nasional Komodo

6 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Datang ke Taman Nasional Komodo

Naviri Magazine - Taman Nasional Komodo yang ada di Nusa Tenggara Timur adalah tempat hidup komodo, hewan purba yang masih eksis sampai sekarang. Taman Nasional Komodo sudah diakui UNESCO sebagai salah satu warisan dunia. Selain menjadi tempat hidup komodo, taman itu juga menjadi tempat yang kerap dikunjungi wisatawan.

Banyak wisatawan, domestik maupun mancanegara, yang datang ke Taman Nasional Komodo untuk menyaksikan langsung kadal besar tersebut. Kalau kamu juga tertarik datang ke sana, ada hal-hal penting yang harus diperhatikan, dan berikut ini uraiannya.

Jangan jalan sendiri

Peraturan pertama dan yang paling mendasar adalah dilarang berpisah dari rombongan, dan jangan jalan sendirian di sepanjang jalur tracking. Wisatawan harus selalu bersama grup dan berada di dekat ranger.

Sebab ranger yang akan menjaga rombongan dari serangan komodo. Para ranger juga sudah dibekali tongkat kayu yang berfungsi untuk menghalau komodo. Selain itu, selalu ikuti dan patuhi intruksi dari ranger.

Jaga jarak dengan komodo

Komodo merupakan hewan yang diam-diam menghanyutkan. Dari luar tampak kalem dan diam, namun nyatanya hewan ini sedang menyusun cara untuk mengincar mangsa.

Oleh karenanya, wisatawan yang datang tidak diperkenankan terlalu dekat dengan komodo. Demi mengantisipasi serangan mendadak dari hewan purba itu.

Muh. Irvan Wowor, pekerja di Dino Trip, sebuah perusahaan penyedia jasa perjalanan khusus untuk daerah Flores, Labuan Bajo dan Pulau Komodo, mengatakan komodo bisa menyerang secara tiba-tiba, bahkan dapat berlari dengan kecepatan setara manusia.

Komodo juga kadang menyerang tiba-tiba. Kecepatan berlarinya mencapai 20 kilometer per jam. Karena itu, sebaiknya kamu membatasi jarak 3-5 meter dengan komodo.

Pengunjung sedang haid tidak disarankan ikut

Selanjutnya, untuk wisatawan terutama wanita yang sedang haid, tidak disarankan untuk bertemu komodo. Mengingat hewan reptil ini memiliki penciuman sangat tajam, bahkan hingga radius 5 km.

Meski penglihatannya sangat buruk, komodo memiliki pendengaran dan penciuman yang sangat peka, termasuk dengan bau darah. Hewan karnivora itu bisa berubah menjadi ganas dan agresif apabila mencium bau darah.

Irvan menyarankan, apabila pengunjung sedang haid sudah terlanjur datang, maka wajib untuk menginformasikan kepada ranger. Hal ini bertujuan agar ranger memberi penjagaan lebih ekstra.

Dilarang berlari dan berteriak

Membuat gaduh seperti berlari dan berteriak memang dilarang di berbagai tempat wisata, termasuk Pulau Rinca atau Pulau Komodo. Gerakan yang dilakukan secara tiba-tiba atau mengeluarkan suara mengejutkan akan membuat komodo merasa terganggu.

Dikhawatirkan, apabila komodo merasa terusik, mereka akan menyerang dan membahayakan. Komodo yang tidak diganggu saja bisa menyerang, apalagi bila merasa tidak nyaman. Bisa bayangkan apa yang akan terjadi, kan?

Hindari mengayun-ayunkan barang

Larangan selanjutnya adalah wisatawan tidak diperkenankan mengayun-ayunkan barang. Pengunjung dilarang mengayun-ayunkan botol minum, topi, serta benda-benda lainnya.

Irvan menambahkan, sebaiknya penggunaan outer dengan banyak rumbai dihindari. Sebab, segala sesuatu yang berayun-ayun akan membuat komodo mengira itu merupakan mangsanya.

Jangan memberi makan satwa liar

Memberi makan satwa liar yang ada di Taman Nasional Komodo juga dilarang. Alasan utama peraturan ini dibuat, karena penciuman komodo sangat sensitif.

Bila mengendus wangi makanan, komodo akan langsung datang. Selain dilarang membawa dan memberi makan satwa liar, pengunjung juga tidak diperkenankan memberi makan pada hewan berwarna cokelat itu.

Baca juga: Meski Disebut Bunga, Ternyata Bunga Karang Termasuk Hewan

Related

Traveling 119812993750445784
item