Up From Slavery, Buku Bepengaruh di Amerika Sepanjang Abad 20

Up From Slavery, Buku Bepengaruh di Amerika Sepanjang Abad 20

Naviri Magazine - Di Amerika, perbudakan pernah menjadi bagian dari sistem negara, dimana orang-orang bisa memiliki dan mempekerjakan budak. Dalam hal itu, para budak adalah orang-orang kulit hitam, sementara majikan mereka adalah orang-orang kulit putih. Kenyataan itu bahkan berlangsung sampai lama, dan butuh perjuangan besar untuk menghilangkannya.

Salah satu orang yang punya andil dalam upaya menghilangkan perbudakan di Amerika adalah Booker T. Washington.

Tahun 1901, Booker T. Washington menulis sebuah buku autobiografi yang sangat inspiratif, berjudul Up From Slavery. Buku yang sangat laris pada masanya itu menyoroti keberhasilan Washington menghadapi perbudakan. Ia berhasil memperoleh perhatian dunia mengenai masalah pendidikan di Amerika untuk para penduduk Amerika kulit hitam.

Dalam Up from Slavery, Washington menggambarkan perubahan kondisinya dari seorang budak miskin yang tidak memiliki pendidikan, menjadi seorang kepala sebuah lembaga yang diperuntukkan bagi warga Amerika keturunan Afrika untuk memperoleh pendidikan, mempelajari keterampilan, dan memperbaiki status mereka di dalam masayarakat.

Booker Washington dilahirkan di Virginia Barat pada 1856. Sejak kecil, Washington tidak memperoleh pendidikan karena peraturan saat itu melarang siapa pun mengajarkan cara membaca bagi seorang budak.

Setelah Perang Saudara berakhir, Washington bekerja di sebuah tambang batu bara. Ia sangat tertarik untuk belajar, sehingga ia memanfaatkan waktu tidurnya di malam hari untuk belajar membaca.

Pada usia 16 tahun, Washington bertekad untuk memperoleh pendidikan formal. Ia pun memutuskan untuk pergi menuju sebuah lembaga pendidikan bernama Hampton Normal and Agricultural Institute di Virginia. Awalnya ia hanya bekerja sebagai pembersih kamar mandi, hingga akhirnya ia mulai belajar menjadi guru.

Tahun 1881, Washington menjadi pimpinan Tuskegee Institute, sebuah sekolah yang baru didirikan untuk warga kulit hitam. Walau dengan keterbatasan tempat dan dana, Washington berhasil mengubah sekolah itu menjadi salah satu lembaga pendidikan paling unggul setingkat perguruan tinggi, bagi warga kulit hitam di Amerika selama tiga dasawarsa.

Washington percaya bahwa keterampilan akan menolong orang-orang kulit hitam di dalam masyarakat, sehingga ia pun membuat sistem pendidikan yang lebih banyak mengasah keterampilan para muridnya, seperti pertukangan, pertanian, dan pembuatan sepatu.

Washington meyakini bahwa pendidikan adalah kunci untuk memperbaiki kondisi ekonomi, dan memungkinkan orang-orang kulit hitam untuk mendapat penghargaan dari orang-orang kulit putih, yang akhirnya akan mengantarkan pada kesetaraan.

Akan tetapi, sepanjang tahun-tahun awal abad ke-20, meningkatnya kekerasan terhadap warga kulit hitam, dan diberlakukannya undang-undang pemisahan warna kulit di masyarakat, membuat kedudukan Washington semakin sulit. Cara pandangnya mendapat banyak kritikan dari orang-orang kulit hitam. Peran kepemimpinannya pun perlahan mulai menurun, dan digantikan oleh para pemimpin kulit hitam lainnya.

Namun, buku Up from Slavery karya Washington tetap memberikan inspirasi kepada banyak orang kulit hitam sepanjang abad ke-20. Pandangannya mengenai pendidikan diterima oleh para pendukung undang-undang hak sipil selama lebih dari 100 tahun.

Baca juga: Boris Pasternak dan Konspirasi di Balik Novel Karyanya

Related

Figures 1359481904870711184

Recent

item