Yang Dilakukan Dajjal Saat Muncul Pertama Kali di Muka Bumi

 Yang Dilakukan Dajjal Saat Muncul Pertama Kali di Muka Bumi

Naviri Magazine - Berdasarkan riwayat, di akhir zaman, Dajjal akan muncul dari Khurasan di Iran. Pada mulanya, tingkah laku Dajjal layaknya orang-orang saleh, yaitu menyeru kepada kebajikan, hingga banyak orang terkagum-kagum kepada akhlaknya.

Tapi lama kelamaan, Dajjal mulai mengaku sebagai Nabi. Maka, mendengar pengakuan itu, orang-orang yang beriman kepada Allah pun berpaling darinya, sebab kaum yang beriman mengetahui bahwa sesudah Nabi Muhammad SAW tidak ada lagi nabi baru.

Akhirnya, ketika perjalanan Dajjal sampai ke Khillah, yaitu jalan yang terletak antara Irak dan Syam, dia pun menggembar-gemborkan diri dan menyatakan bahwa dirinya adalah tuhan yang dapat menghidupkan dan mematikan. Ia menunjukkan kemampuannya dalam menciptakan kejadian-kejadian luar biasa. Sejak itu, orang-orang mukmin semakin menjauh darinya, dan menolak mengakui Dajjal sebagai tuhan.

“Wa man qaala fid dun-ya yaraahu bi ‘ainihi fa dzaalika zindiiqun thaghaa wa tamarrada”. Siapa pun yang mengaku di dunia ini telah melihat Tuhan dengan matanya, maka dia telah menjadi zindiq, keluar batas, dan jatuh ke dalam kesesatan. (Mundzir Nadzir: Fafirruu ila Allah: hal. 29 s/d hal 30).

Tempat bermulanya fitnah Dajjal

Menurut hadits Tamim Dari, Dajjal tinggal di sebuah pulau yang letaknya di sebelah barat Syria. Sedangkan tempat munculnya disebut oleh Hadits lain, berada di timur. Berikut ini hadits yang dimaksud:

“Tidak! Ia (Dajjal) akan muncul di sebelah timur; tidak, ia akan muncul di sebelah timur; tidak, ia akan muncul di sabelah timur” (Kanzul-’Ummal jilid VII, halaman 2988).

Dan ada satu hadits lain yang berbunyi:

“Nabi Muhammad SAW menunjuk hampir dua puluh kali ke arah Timur.” (Kanzul-’Ummal, jilid VIl, halaman 2991).

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, menyebutkan:

“Tidak! Ia akan muncul di timur” diikuti dengan kalimat, “Beliau menunjuk dengan tangannya ke arah timur”. 

Jadi, jika di suatu hadits dikatakan bahwa tempat tinggal Dajjal ialah sebuah pulau di barat, tetapi di lain hadits diterangkan bahwa tempat munculnya Dajjal—atau lebih tepat, tempat munculnya fitnah Dajjal—ialah di timur.

Hal ini menunjukkan bahwa merajalelanya Dajjal akan membahayakan bangsa-bangsa di timur. Adapun kenyataan yang tak dapat dibantah lagi, bahwa fitnah Dajjal tak akan menimpa bangsanya sendiri, bahkan mereka akan memperoleh keuntungan dari hasil kerusakan di Timur.

Jadi, yang dimaksud munculnya Dajjal di timur ialah merajalelanya fitnah Dajjal di negara-negara timur, dengan jalan memperbudak penduduknya, baik secara jasmani maupun rohani, lahiriah maupun batiniah.

Menurut yang diterangkan dalam hadits, terang sekali bahwa pada zaman Nabi, Dajjal sudah ada, tetapi waktu itu tangan dan kakinya dirantai. Inilah gambaran yang sebenarnya bagi bangsa-bangsa Eropa pada waktu itu. Mereka mengurung diri dalam tanah air mereka sendiri, lalu pada suatu ketika mereka mengalir ke seluruh dunia untuk menaklukkan dan menjajah negara-negara lain, sehingga mereka benar-benar menguasai, atau setidak-tidaknya memaksakan pengaruhnya terhadap negara-negara itu, sehingga negara-negara itu pun dipimpin dan diawasi oleh bangsa-bangsa Eropa.

Itulah sebabnya, di dalam hadits diterangkan bahwa Dajjal mengaku Tuhan, karena segala sesuatu di dunia dikerjakan menurut perintah Dajjal, seakan-akan dialah yang menguasai dan menentukan nasib bangsa-bangsa lain.

Ini pula yang dimaksud oleh hadits lain yang menerangkan bahwa Dajjal ialah yang menentukan hidup-matinya orang-orang. Dengan kata lain, Dajjal akan meninggikan dan merendahkan derajat bangsa-bangsa lain, menurut apa yang dianggap sesuai dengan tujuannya.

Dalam Sahih Muslim, ada sebuah hadits yang berbunyi:

“Sejak terciptanya manusia hingga datangnya hari kiamat, tak ada fitnah lebih besar daripada fitnah Dajjal” (Misykat, hal. 472).

Kata-kata seperti itu terdapat pula dalam kitab hadits yang lain. Misalnya, dalam sebuah hadits, Nabi SAW diriwayatkan bersabda, “Wahai manusia! Semenjak Allah menciptakan bani Adam, tak ada fitnah di muka bumi yang lebih besar daripada fitnah Dajjal” (Kanzul-’Ummal, jilid VII, halaman 2028).

Baca juga: Ciri-ciri Dajjal yang Akan Muncul di Bumi Menjelang Kiamat

Related

Moslem World 3449547973457596636

Recent

item