5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Bermotor di Musim Hujan

5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Bermotor di Musim Hujan

Naviri Magazine - Mengendarai sepeda motor roda dua memang menyenangkan, khususnya saat jalan raya sedang penuh. Jika mobil-mobil mungkin harus terjebak macet dan sulit bergerak, pengendara sepeda motor bisa lincah meliuk ke sana kemari, menerobos kemacetan, karena memang ukuran sepeda motor yang lebih kecil sehingga mudah dijalankan.

Namun, ketika musim hujan tiba, pengendara sepeda motor menghadapi masalah, yaitu kehujanan. Bukan hanya risiko kehujanan, mengendarai sepeda motor di kala hujan juga bisa menimbulkan masalah, khususnya jika kita tidak memperhatikan hal-hal penting untuk keselamatan berkendara.

Karenanya, saat musim hujan tiba, ingatlah untuk selalu memperhatikan hal-hal yang membantu menunjang keselamatan berkendara, baik diri sendiri maupun orang lain. Terkait hal itu, berikut ini lima hal yang perlu diperhatikan untuk dihindari.

Berkendara pakai sandal 

Beberapa pengendara memilih menggunakan sandal atau bahkan telanjang kaki alias 'nyeker' ketika berkendara saat hujan. Tidak ingin sepatu basah, adalah yang paling umum.

Padahal, Head of Safety Riding Promotion Wahana Honda, Agus Sani, menjelaskan bahwa tak menggunakan sepatu tertutup ketika mengendarai motor sangat berbahaya. Ia pun tak menyarankan pemotor mengganti sepatu dengan sandal ketika hujan.

"Pijakan di foot step juga jadi tidak maksimal karena licin, jadi sangat tidak aman, lebih baik sepatu basah daripada kakinya cedera terus sepatu tidak bisa dipakai," kata dia.

Jas hujan ponco 

Jas hujan model ponco mungkin lebih mudah digunakan dan disimpan, namun hal ini juga tidak disarankan, karena dapat membahayakan pengendara sepeda motor.
Menurut Agus, jas hujan model ponco berisiko tersangkut kendaraan lain, atau bahkan rantai roda belakang.

"Sebaiknya gunakan jas hujan yang terpisah, atasan dan celana, serta usahakan nyaman saat digunakan, sehingga bebas dalam bermanuver tanpa harus takut tersangkut," terang dia.

Hindari beli jas hujan warna gelap 

Masih tentang jas hujan, Agus menyarankan untuk memilih jas hujan yang berwarna cerah, dan sebisa mungkin dilengkapi reflektor cahaya.

Hal ini dikarenakan saat hujan, visibilitas akan berkurang. Jika memakai jas hujan berwarna gelap, tentu akan sulit bagi pengendara lain untuk menyadari keberadaan kita. Dengan memilih jas hujan yang dilengkapi reflektor dan berwarna cerah, setidaknya pengguna jalan lain dapat melihat kita saat tersorot lampu.

Ban botak 

Saat hujan ataupun setelahnya, kondisi jalanan akan basah. Traksi ban dengan aspal pun akan berkurang.

Oleh sebab itu, saat memasuki musim hujan, Agus menyarankan untuk pengendara memastikan ban dalam keadaan baik. "Kembangan pada ban harus diperhatikan, agar buangan air dapat mengalir dengan baik," terangnya.

Dia menjelaskan, penggantian ban sebaiknya dilakukan kalau tread wear indicator (TWI) sudah rata, atau kalau pengendara melihat ban sudah botak. Yang tak kalah penting adalah pastikan tekanan angin sesuai dengan anjuran pabrikan.

Teknik berkendara

Saat berhadapan dengan kondisi hujan, gaya berkendara juga perlu disesuaikan. Sebisa mungkin untuk tidak memacu kendaraan secara agresif. Kemudian perhatikan pula teknik pengereman.

"Karena pada jalanan licin, kalau rem depan ditarik lebih kuat, kemungkinan ban depan akan tergelincir. Jadi sebaiknya pengereman dilakukan secara bersamaan, dengan rem belakang yang lebih kuat dibanding rem depan," Agus menerangkan. 

Di samping teknik pengereman, kondisi komponen rem juga perlu dipastikan masih dalam kondisi baik dan bisa beroperasi secara optimal.

"Dalam kondisi hujan atau tidak, rem harus selalu dicek, termasuk lampu rem juga, agar komunikasi dengan kendaraan di belakang lebih baik," paparnya.

Baca juga: Ancaman Kesehatan di Balik Kemacetan Jalan Raya

Related

Tips 3874082367981883077

Recent

item