Charles Darwin, dari Hobi Mengumpulkan Serangga Menjadi Ilmuwan

Charles Darwin, dari Hobi Mengumpulkan Serangga Menjadi Ilmuwan

Naviri Magazine - Perjalanan hidup seseorang kadang unik dan tak terduga. Seperti Charles Darwin, mungkin dia tidak pernah mengira bahwa kelak dunia akan sangat terpengaruh pada penemuan atau teori-teorinya. Ketika masih belia, Charles Darwin bisa dibilang jauh dari aktivitas keilmuwan. Tetapi, belakangan, ketertarikannya pada alam dan hobinya mengumpulkan serangga mengantarkan dia menjadi ilmuwan terkenal.

Lahir pada 12 Februari 1809 di Shropshire, Inggris, Charles Darwin adalah anak kelima Robert Waring Darwin. Ia belajar sesuai dengan kurikulum berbahasa Yunani klasik. Ia tidak memperlihatkan prestasi yang bagus secara akademik.

Kemudian, ia mengambil jurusan kedokteran, tetapi tidak banyak memperoleh kemajuan. Untuk itu, ia melakukan usaha lain agar bisa maju. Ayahnya menyarankan Darwin untuk menjadi pendeta, dan belajar di Christ’s College untuk belajar teologi.

Tetapi ia juga tidak memperoleh kemajuan, ia malah senang berburu dan aktif dalam permainan menembak. Ternyata, Darwin mempunyai minat dalam mengoleksi tanaman, serangga, dan benda-benda geologi. Ia tertarik dengan bakat berburu sepupunya, William Darwin.

Charles Darwin mengembangkan minatnya dalam serangga dan spesies langka. Naluri ilmiah Darwin didorong oleh Alan Sedgewick, seorang ahli bumi, dan juga didorong oleh John Stevens Henslow, seorang profesor botani.

Darwin kemudian menjadi naturalis (pencinta alam) dan ikut melakukan ekspedisi dengan HMS Beagle. Tim ekspedisi HMS Beagle berlayar dan mengunjungi banyak negeri di lautan Pasifik Selatan, sebelum kembali ke Inggris melalui Tanjung Harapan Baik di Afrika Selatan, dalam rangka mengelilingi dunia.

Darwin juga sangat dipengaruhi oleh pemikiran Thomas Malthus, dengan bukunya "Essay on the Principle of Population". Buku tersebut mengatakan bahwa populasi seharusnya bertambah sesuai dengan batas persediaan makanan, kalau tidak maka akan terjadi persaingan untuk memperebutkan makanan.

Setelah membaca buku ini, Darwin memfokuskan teorinya bahwa "The diversity of species centered on the gaining of food; food being necessary both to survive and to breed". Semua jenis spesies terfokus dalam memenuhi kebutuhan makanan, dan makanan berguna untuk kelangsungan hidup dan untuk berkembang biak.

Baca juga: Biografi Florence Nightingale, Perawat Pertama di Dunia

Related

Science 6001510134660987153
item