Columbus, Amerika, dan Kebohongan Paling Terkenal di Dunia

Columbus, Amerika, dan Kebohongan Paling Terkenal di Dunia

Naviri Magazine - Nama Christopher Columbus ditulis sejarah sebagai penemu benua Amerika. Faktanya, ketika Columbus sampai di tempat yang belakangan disebut Amerika, di sana sudah ada banyak orang yang menghuninya selama bertahun-tahun. Lucunya, Columbus sendiri tidak tahu ia telah menemukan Amerika. Hingga kematiannya, ia mengira telah mendarat di Asia—bukan Amerika.

Apa yang "ditemukan" oleh Columbus adalah kepulauan Bahama dan sebuah pulau yang kemudian dinamai Hispaniola, yang kini terbelah menjadi Haiti dan Republik Dominika.

Columbus memang menjelajah lebih jauh ke selatan, ke Amerika tengah dan selatan. Tapi, dia tidak pernah mendekati wilayah yang kini menjadi sebuah negara bernama Amerika Serikat.

Lalu mengapa AS merayakan perjalanan seseorang yang mengira ia menemukan rute baru ke Asia dan tanah yang digambarkan Marco Polo? Jawabannya, karena di awal pendiriannya, AS beperang dengan Inggris, bukan Spanyol.

Padahal, berdasarkan dokumen dengan paten kerajaan dari masa Henry VII, terungkap bahwa pedagang asal Italia, John Cabot, sebagai orang yang pertama menemukan Amerika. Di dokumen itu diketahui bahwa Cabot berlayar dari Bristol, Inggris, ke Amerika utara pada 1497, tepatnya di Newfoundland.

Cabot adalah peletak dasar kolonialisasi Inggris di Amerika utara. Jadi bangsa jajahan lebih suka menjadikan Columbus sebagai pahlawan, alih-alih Cabot. Itulah mengapa ibukota AS adalah Washington DC—District of Columbia, bukan District of Cabot. Karenanya, “Columbus menemukan Amerika” adalah kebohongan paling terkenal di dunia.

Baca juga: Mitos Columbus dan Upaya Membuktikan Bumi Berbentuk Bulat

Related

History 1196613742161127759
item