Tak Terduga, Ini Manfaat Luar Biasa di Balik Pemberian Bunga

Tak Terduga, Ini Manfaat Luar Biasa di Balik Pemberian Bunga

Naviri Magazine - Di saat ada acara pernikahan, kita biasanya mendapati ada karangan bunga yang dikirim untuk sepasang pengantin atau keluarganya. Karangan bunga itu dikirim sebagai bentuk ucapan ikut bersuka cita.

Sebaliknya, ketika ada kematian, kita pun tak jarang menemukan karangan bunga yang dikirim untuk pihak keluarga yang kehilangan. Karangan bunga itu dimaksudkan sebagai ungkapan belasungkawa.

Tidak hanya untuk perkawinan atau peristiwa kematian, bunga sering digunakan sebagai pemberian untuk hal-hal lain. Ketika menjenguk orang sakit, misalnya, bunga juga kerap dibawa untuk diberikan.

Seperti pepatah lama, “katakanlah dengan bunga” jika seseorang ingin menyatakan isi hatinya kepada orang lain. Tak mesti melulu seputar cinta, bunga pun bisa menjadi perlambang simpati atau rasa belasungkawa jika petaka menghampiri kolega atau keluarga.

Macam-macam makna di balik jenis dan warna bunga yang diberikan serta sejarah dimulainya tradisi memberikan karangan bunga, dapat ditelusuri di berbagai sumber bacaan. Namun, tahukah Anda mengapa orang senang memberi dan menerima karangan bunga?

Studi-studi psikologi mencoba menelaah dampak mental yang dihasilkan dari aktivitas ini. Periset dari Rutgers University, New Jersey, Haviland-Jones dan McGuire, menemukan bahwa orang-orang yang menerima bunga cenderung menjadi lebih hangat dan lekat dengan sosok pemberinya.

Bahasa nonverbal, seperti melangkah lebih dekat kepada si pemberi dan menelengkan kepala, dianggap kedua periset ini sebagai isyarat suasana hati seseorang menjadi lebih baik setelah menerima bunga. Sementara, orang yang memberikan bunga, menurut observasi Haviland-Jones dan McGuire, terlihat lebih bahagia, dianggap lebih sukses dan merupakan orang yang supel.

Lebih lanjut, seperti dilansir Rutgers Magazine, Haviland-Jones menyatakan bahwa bunga tidak ubahnya hewan peliharaan yang mampu mereduksi level stres seseorang. Mereka berpendapat, wangi-wangian tertentu yang terdapat pada bunga mampu mengubah suasana hati buruk seseorang. Jika dikaitkan dengan bidang psikologi positif, kondisi emosi yang baik membantu menjaga kesehatan reproduksi seseorang.

Studi psikologi mereka juga menemukan bahwa perempuan yang menerima bunga lebih kerap tersenyum, sementara efek pemberian bunga kepada orang berusia lanjut adalah kecenderungan perbaikan memori mereka.

Dalam penelitian-penelitian lain yang dilansir Huffingtonpost, dijelaskan bahwa pemberian dan penerimaan bunga juga membawa efek dalam konteks ruang profesional dan penderita penyakit fisik.

Karyawan kantor-kantor yang terbiasa meletakkan tanaman atau bunga di ruangan menunjukkan performa kognitif yang lebih baik, daripada karyawan di tempat kerja yang tak memajang bunga atau tanaman.

Sementara, hasil pengamatan lain menunjukkan, pemberian bunga kepada pasien-pasien pascaoperasi di rumah sakit membuat mereka lebih sedikit memerlukan obat pereda nyeri, memperlihatkan tekanan darah sistolik dan denyut nadi yang lebih rendah, serta kecemasan dan keletihan yang lebih sedikit.

Efek-efek semacam ini dimungkinkan oleh adanya kondisi mental yang lebih baik setelah menerima bunga. Maka, tak heran jika ada yang mengatakan bahwa obat terbaik bagi pasien adalah situasi psikologis yang baik.


Related

Psychology 8330644691906500219
item