Ternyata, Nama Kita Ikut Mempengaruhi Masa Depan Kita

Ternyata, Nama Kita Ikut Mempengaruhi Masa Depan Kita

Naviri Magazine - Nama adalah doa, begitu kata orang-orang bijak. Karenanya, ketika orang tua memberi nama untuk anaknya yang masih bayi, mereka pun berusaha membuat nama yang tidak hanya indah tapi juga mengandung makna positif. Karena nama adalah doa, setidaknya doa dari orang tua untuk si anak yang diberi nama.

Faktanya, ada beberapa nilai tambah yang didapat jika kita memiliki nama tertentu. Tak hanya untuk membentuk kepribadian, namun juga membentuk persepsi orang terhadap kita, dan masa depan kita. Berikut ini uraiannya.

Nama pasaran terbukti lebih berpeluang untuk diterima bekerja daripada yang punya nama unik

Sebuah studi yang dipimpin oleh Universitas Marquette membuktikan bahwa jika namamu pasaran, maka akan meningkatkan peluang untuk diterima bekerja, daripada yang punya nama unik. Nama kamu Bayu? Agus? Ratna? Putri? Jangan sebal, kalau nama kamu pasaran!

Nama yang mudah dieja juga berpeluang untuk dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi

Studi yang dibuat oleh Universitas New York menemukan bahwa nama yang mudah dieja juga lebih sering mendapat tugas dan tanggung jawab besar. Sehingga dalam waktu singkat mereka akan naik jabatan dengan mudah. Nama yang sederhana lebih mudah diingat dan familiar di otak kita.

Nama terakhir yang punya deretan huruf awal alfabet lebih berpeluang untuk masuk ke sekolah yang bagus

Riset yang dilakukan Republik Ceko juga menemukan fakta kontroversial. Murid yang memiliki nama terakhir yang berhuruf alfabet awal, memiliki kesempatan lebih untuk masuk sekolah keren dan bagus.

Misalnya nama terakhir kamu Adriano. Kamu lebih berkesempatan untuk diterima di sekolah bagus, daripada teman-temanmu yang punya nama belakang Zigwenya atau Xaviero. Tapi tetap saja kamu tak bisa mengandalkan semua masa depanmu pada nama belakangmu!

Memiliki inisial nama tengah bakal bikin kamu terlihat lebih pintar dan cakap

Kalau kamu punya nama tengah seperti "Yogie E. Fadila," kamu bakal lebih sering terlihat pintar dan cakap. Fakta ini dikeluarkan dan dipublikasi di Jurnal Psikologi Sosial Eropa.

Nama pertama yang memiliki huruf di akhir urutan alfabet cenderung boros ketika sedang berbelanja

Rasanya memang mengejutkan, satu studi menemukan fakta bahwa orang yang punya nama dengan alfabet akhir, seperti "Zahra" atau "Xena", cenderung suka berbelanja dan boros!

Nama terakhir yang berhubungan dengan kerajaan bisa membantumu meraih posisi pekerjaan yang lebih tinggi 

Sebuah studi di Eropa punya fakta mengejutkan soal hubungan nama terhadap posisi pekerjaan. Riset ini dilakukan di Jerman, dan memiliki kesimpulan bahwa nama terakhir seperti "Kaiser" lebih memiliki kesempatan untuk naik jabatan.

Perempuan yang punya nama 'netral' lebih berkesempatan meniti karier lebih cemerlang

Bukan rahasia lagi kalau di dunia karier orang-orang masih terlalu mengelompokkan masyarakat berdasarkan jenis kelaminnya. Pekerjaan di dunia teknik dan hukum adalah contoh nyata, dua bidang tersebut dipenuhi oleh pria.

Meskipun begitu, nyatanya sebuah studi mengungkap bahwa memiliki nama yang 'netral' bisa membantumu untuk masuk ke bidang pekerjaan yang didominasi oleh pria.

Perusahaan besar biasanya merekrut karyawan yang memiliki inisial nama yang sama dengan nama perusahaan

Studi dari Universitas Ghent menemukan fakta bahwa perusahaan besar ternyata cenderung merekrut karyawan yang memiliki inisial nama yang sama dengan perusahaan tersebut.

Contohnya, Dina Desila mungkin berpeluang besar untuk masuk ke Dunkin Donuts daripada Stevia Agnesia. Kenapa bisa begitu? Karena kita tertarik dengan segala bentuk kemiripan, termasuk nama.

Pria yang punya nama depan singkat lebih berpeluang untuk menjadi CEO

Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan LinkedIn, dengan lebih dari 100 juta profil yang dianalisis, menemukan hubungan bahwa para CEO memiliki nama yang singkat seperti "Bob" atau "Tim."

Dipercaya bahwa nama panggilan mereka yang singkat juga membuat mereka lebih mudah membaur dengan orang sekitar, sehingga bisa menaiki tangga CEO.

Perempuan yang memiliki nama kompleks malah lebih sering berada di posisi atas pada sebuah pekerjaan

Pada studi yang sama, LinkedIn juga menemukan bahwa perempuan malah kebalikan dari pria. Jika pria lebih dikenal karena nama panggilan pendek mereka, perempuan yang memiliki nama lengkap seperti Deborah atau Anastasia malah membantu mereka untuk menciptakan imej profesional untuk mencapai posisi tinggi.

Baca juga: Mengapa Ada Orang-orang yang Memiliki Nama Samaran?

Related

Psychology 1500702925433617071
item