Kehidupan dan Nasib Manusia Ditentukan Cara Berpikirnya

 Kehidupan dan Nasib Manusia Ditentukan Cara Berpikirnya

Naviri Magazine - Kehidupan yang baik dipengaruhi oleh nasib baik. Nasib baik dipengaruhi oleh karakter yang baik. Karakter yang baik dipengaruhi oleh kebiasaan yang baik. Kebiasaan yang baik dipengaruhi oleh pemikiran yang baik. Karenanya, sebelum berpikir tentang kehidupan yang baik, kita perlu memastikan terlebih dulu bahwa isi pikiran kita berisi hal-hal baik.

Pikiran adalah gagasan dan proses mental. Berpikir memungkinan sesorang untuk merepresentasikan dunia sebagai model, dan memberikan perlakuan terhadapnya secara efektif sesuai dengan tujuan.

Berbicara mengenai pikiran dan pemikiran, kita akan berbicara bagaimana pandangan dan gagasan kita terhadap dunia. Pemikiran kita akan membentuk dunia kita, sehingga wajar jika pemikiran sangat mempengaruhi tingkat kesuksesan seseorang. Melalui pikiran, kita merefleksikan dunia dan cara pandang kita kepdanya.

Pemikiran akan sangat berpengaruh pada tindakan kita. Apabila pikiran diarahkan ke arah yang tepat dan positif, bukan tak mungkin efek positif pun akan berdampak pada kehidupan kita. Karenanya, kesuksesan seseorang ditentukan oleh cara pikirnya sendiri.

Jika setiap saat pemikiran kita diarahkan kepada tujuan untuk melakukan sesuatu yang akan menuntun pada kesuksesan, cepat atau lambat pemikiran-pemikiran itu akan memaksa kita untuk bergerak. Pada dasarnya, setiap kita bertindak berdasarkan apa yang kita pikirkan.

Jika kita ingin mengubah dunia kita, yang terlebih dahulu perlu diubah adalah perspektif atau cara pandang kita terhadap dunia.

Bekerja keras saja tak cukup, tapi berpikir dengan keras dan tepat akan lebih baik untuk menentukan hasil yang baik pula.

Suksesnya sesorang tak ditentukan oleh orang lain, namun ditentukan oleh orang itu sendiri. Bagaimana ia mengatur pikiran yang ada dikepalanya. Kalau cuma bekerja keras, terlalu banyak orang di dunia ini yang bekerja lebih keras dibandingkan Bill Gates, namun kenapa Bill Gates dapat mencapai puncak kesuksesan dengan penghasilan kurang lebih Rp. 2.500.000 per detik?

Berapa banyak orang yang hari ini sukses besar seperti Mark Zuckerberg? Apakah tidak ada orang lain yang bekerja lebih keras dari dia? Tentunya banyak yang bekerja lebih keras, namun kesuksesan masih sebatas angan, dan harapan masih mengambang.

Berpikirlah, pasti ada yang salah jika dibandingkan secara rasional antara kita dan mereka yang sukses. Apakah kita kurang berusaha? Apakah kita kurang belajar dan latihan?

Mereka sukses bukan saja karena faktor kondisi, namun pemikiran mereka yang mengkondisikan mereka bergerak dengan tepat. Mengubah mindset kita sama dengan mengubah takdir hidup kita. Tuhan Maha Adil, Dia telah memberi mereka yang sukses dengan dua mata, kaki, tangan, otak, dll.

Sama seperti kita, bahkan ada sebagian kita yang sukses besar, namun secara fisik mengalami kekurangan, tetapi pemikiran mereka lebih besar dari kekurangan yang mereka miliki, maka dengan sendirinya mereka mengalahkan keterbatasan.

Untuk apa sekolah-sekolah dan kampus-kampus dibangun, kalau bukan untuk mengubah cara kita berpikir? Jika kita mau sedikit saja berpikir saat ini, berapa banyak orang lumpuh dan hanya duduk dikursi roda, tapi bisa sukses secara materi maupun nonmateri? Jika mereka yang dipenuhi keterbataan bisa sukses, lantas apa masalah kita sehingga tak bisa seperti mereka?

Kita memang wajib bekerja keras untuk menggapai mimpi dan menikmati indahnya kesuksesan, namun jangan lupa semua itu dicapai apabila mindset kita diarahkan ke arah yang memang tepat. Tuhan yang Maha Sempurna memberi kita nikmat begitu besar, berupa kemampuan berpikir di atas makhluk lainnya. Bahkan kemampuan otak kita hanya mampu dieksplor rata-rata 20% dari 100% yang tersedia.

Jika mindset kita diarahkan ke posisi yang tidak produktif dan negatif, hasilnya pun seperti itu. Apabila pemikiran negatif yang kita tanam, yang kita tuai pun hasilnya kemungkinan besar akan negatif. Sebagian besar dari kita berkeinginan untuk sukses, namun cara pikir tak diubah ke arah yang lebih baik. Kita perlu ubah pola pikir dari yang dulunya gagal ke pola pikir yang lebih sukses.

Coba bayangkan kalau mulai saat ini pola pikir kita diubah untuk berpikir hal-hal yang membantu kita menuju sukses. Secara otomatis, gagasan-gagasan itu akan menggerakan tubuh kita untuk berusaha mencapai tujuan.

Tidak ada yang dapat membantu kita menjadi lebih baik, kitalah yang dapat mengubah diri lebih baik. Tuhan tidak mengubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu mau mengubah nasibnya sendiri.

Tanyakan kepada diri kita, apakah mau menjadi lebih baik dari saat ini? Jika kemauan untuk itu masih ada, mulailah dari sekarang. Percaya dan yakin pemikiran kita akan membawa ke jalan yang sesuai dengan yang sering kita pikirkan.

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Sisi Gelap Orang yang Punya Empati Tinggi

Related

Psychology 3155071801149622904
item