Apakah Perawan Asli dan Perawan Hasil Operasi Bisa Dibedakan?

Apakah Perawan Asli dan Perawan Hasil Operasi Bisa Dibedakan?

Naviri Magazine - Upaya mengembalikan keperawanan dilakukan oleh sebagian wanita, dengan berbagai motivasi dan alasan. Ada yang selaput daranya robek karena olah raga berat, misalnya, lalu memutuskan untuk melakukan operasi pengembalian selaput dara, agar bisa kembali “perawan”. Ada pula yang melakukan operasi serupa karena pernah menjadi korban perkosaan, dan lain-lain.

Sebagian pria kemudian bertanya-tanya, bisakah mereka membedakan mana perawan (selaput dara) yang asli dan mana perawan (selaput dara) yang hasil operasi?

“Nggak ada, nggak bisa dibedain. Laki-laki nggak bisa menilai seorang gadis masih perawan atau tidak. Penis tidak punya mata dan perasaan khusus yang bisa menilai. Jadi bohong kalau ada pria yang bisa membedakan keperawanan,” jawab Dr Ferryal Loetan, seorang konsultan seks terkenal Indonesia.

Jika tak ada perbedaan, bagaimana perbedaan kekencangan otot vagina?

“Kalau bicara otot, lain lagi. Jika selaput dara adanya di permukaan vagina, otot lebih ke dalam lagi. Otot vagina punya jaringan khusus yang berhubungan dengan otot dasar panggul. Nah, otot dasar panggul berhubungan dan berkepentingan dengan elastisitas vagina secara keseluruhan. Misalnya, perempuan yang sudah melahirkan, jika tidak melakukan teknik khusus akan kendur otot vaginanya,” ceritanya.

Jadi tak menutup kemungkinan jika wanita yang belum pernah berhubungan intim namun tak menjaga kemampuan otot dasar panggul, bisa ikut kendur elastisitas dan kekenyalan otot vaginanya. Maka itu aktivitas kebugaran tubuh, khususnya otot panggul, sangat disarankan untuk rutin dilakukan.

“Jadi soal lubang kendur, kekenyalan berubah, dan elastisitas, tak ada hubungannya dengan selaput dara. Bisa saja wanita yang sudah punya jam terbang tinggi dalam berhubungan mempunyai vagina yang sedemikian sempit, sedangkan kebalikannya wanita yang masih perawan (belum pernah berhubungan seksual) mempunyai vagina yang kendur,” jelasnya.

Meski dilakukan ahli medis, masih banyak masyarakat yang mengira hymenoplasty merupakan kegiatan ilegal karena kerap dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

“Hymenoplasty merupakan tindakan medis legal yang tujuannya merehabilitasi pasien dalam jangka panjang. Kenapa seakan kasus ini dilakukan secara diam-diam, ini adalah privasi, yang berhubungan dengan kehidupan masa depan seorang wanita, bukan masalah legal-ilegal,” pungkasnya.

Baca juga: “Krim Perawan” yang Menyulut Kontroversi di India

Related

Sexology 3666372621713971632

Recent

item