Sisi Lain Dunia Semut: Ternyata, di Dunia Semut Ada Perbudakan

Sisi Lain Dunia Semut: Ternyata, di Dunia Semut Ada Perbudakan

Naviri Magazine - Perbudakan memang terdapat pada beberapa spesies semut. Beberapa semut dipaksa menjadi budak untuk spesies lain. Salah satu semut yang berperan dalam perbudakan itu adalah semut dari Eropa—yang dijuluki semut pembuat budak—dengan cara menyerang sarang semut-semut lain, dan membawa telur atau bakal semut ke sarang mereka.

Ketika bakal semut itu menetas, para semut pekerja yang baru itu akan berperan sebagai budak untuk mengumpulkan makanan, memberi makan semut yang lain, dan membersihkan sarang. Semut termasuk hewan yang kuat, karena mereka dapat mengangkat beban yang lima puluh kali lebih berat dari berat tubuhnya.

Berapa banyak semut dalam sebuah sarang?

Sebagian besar koloni semut membuat sarang di dalam tanah atau di dalam pohon yang sudah mati. Jumlah semut yang ada di dalam sebuah sarang dapat mencapai 7 juta ekor. Spesies lain memiliki sarang yang lebih kecil, dan semut yang ada di dalamnya berkisar antara ratusan hingga ribuan.

Sarang semut yang paling besar adalah sarang buatan semut pemotong daun. Beberapa sarang semut tersebut bisa mencapai luas 10 meter atau lebih di dalam tanah. Dalam sebuah sarang semut terdapat sejumlah bilik yang memiliki fungsi berbeda-beda.

Ratu menempati salah satu dari bilik tersebut untuk meletakkan telur-telurnya, bilik yang lain digunakan untuk penetasan, sementara ruang-ruang yang lain digunakan untuk kebutuhan khusus seperti untuk penyimpanan makanan.

Baca juga: Fakta di Balik Harimau Sumatera yang Terancam Langka

Related

Science 1318416521234950680

Recent

item