Perkembangan Robot Seks dan Masalah yang Ditimbulkannya

Perkembangan Robot Seks dan Masalah yang Ditimbulkannya

Naviri Magazine - Kebutuhan seks adalah kebutuhan dasar setiap manusia, karena itu pula manusia membutuhkan pasangan. Namun, menemukan dan memiliki pasanan bisa menjadi masalah bagi sebagian orang. Bisa karena tidak punya waktu menjalin hubungan, atau bisa pula karena sebab-sebab lain.

Masalah itu lalu dipecahkan dengan adanya robot seks. Dengan robot seks, orang yang tidak punya pasangan bisa memenuhi kebutuhan seksnya dengan mudah. Apalagi, makin ke sini robot seks juga makin berkembang hingga hampir mirip manusia asli.

Kenyataannya, robot seks perlahan tapi pasti memang terus meningkat kepopulerannya. Sebut saja Harmony, robot seks yang memiliki kemampuan khusus berkat teknologi AI.

CEO Realbotix sekaligus pencipta Harmony, Matt McMullen, ingin memasukkan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang canggih di dalam Harmony, untuk pengalaman berhubungan seksual sesuai dengan fantasi laki-laki.

Ahli robotika, Joe Snell, sebelumnya pernah mengungkapkan kekhawatiran yang sama dengan Birchard. Ia mengatakan robot seks bisa menjadi kecanduan yang baru, jika produknya sudah semakin mudah untuk didapatkan.

Pendapat ini ia paparkan berdasarkan kemampuan robot seks yang bisa diatur sesuai keinginan pemiliknya, sehingga bisa saja memberikan pengalaman seksual yang lebih baik dari manusia.

Bahkan, McMullen memiliki ambisi untuk menggantikan peran manusia dengan robot buatannya.

Namun, beberapa riset terbaru yang telah dipublikasikan menunjukkan jika sering bercinta dengan robot seks bisa memberikan dampak negatif bagi manusia.

Baca juga: Makin Canggih dan Pintar, Robot Seks Makin Kontroversial

Related

Technology 6423804132750790478

Recent

item