Pernikahan Tradisional Lebih Mahal Dibanding Pernikahan Modern

Pernikahan Tradisional Lebih Mahal Dibanding Pernikahan Modern

Naviri Magazine - Masing-masing daerah memiliki adat atau kebudayaan, termasuk dalam hal penyelenggaraan perkawinan. Pada masyarakat Jawa, misalnya, ada aturan-aturan khusus yang mengatur perkawinan, bagaimana resepsi diselenggarakan, seperti apa pakaian pengantin yang harus dikenakan, dan lain-lain. Begitu pula pada kalangan masyarakat lain, semisal Sunda, Batak, dan sebagainya.

Banyak pasangan bermimpi bisa menggelar pesta pernikahan dengan konsep tradisional. Namun sayangnya, tak sedikit yang harus menunda, atau bahkan mengurungkan niatnya, akibat biaya pesta yang dirasa terlalu mahal. Pernikahan adat memang lebih mahal ketimbang pesta bergaya modern atau internasional.

Semua karena banyaknya langkah adat dan prosesi acara yang harus dilaksanakan. Terlebih untuk Anda yang berasal dari suku Batak, Minang, dan Jawa.

Tak jarang, calon pengantin harus menggelontorkan dana puluhan juta untuk prosesi lamaran dan ritual adat. Belum lagi biaya katering, dekorasi, dan busana pengantin yang menelan biaya tak sedikit.

“Pernikahan tradisional memang mahal sekali. Untuk melangkah ke acara adat di era sekarang enggak murah, jauh lebih mahal ketimbang gaya modern,” ungkap Zainal, desainer pendiri Zainal Songket.

Untuk sehelai songket pengantin Palembang saja, Anda harus merogoh kocek belasan hingga puluhan juta rupiah.

Nominal tersebut belum termasuk biaya desainer atau jasa penjahit. Belum pula perintilan aksesoris adat yang tak boleh dipandang sebelah mata.

“Memang budaya Indonesia kaya, arti harfiahnya mahal. Benang kainnya saja dari emas,” sambung Fajar J. Adi, pendiri Rumah Kampung Dekorasi.

Fajar menjelaskan, dekorasi pernikahan adat juga menelan biaya yang tak kalah besar ketimbang busana pengantin. Karena jika sudah bicara soal pernikahan tradisional, segala aspek harus dipersiapkan detail.

Tak satu pun boleh melenceng dari ketentuan adat. “Tiap simbol memiliki arti panjang dan sangat luas,” sambungnya.

Untuk Anda yang ingin menikah secara tradisional namun memiliki bujet terbatas, jeli memilih vendor merupakan suatu kewajiban.

“Dalam konteks dekorasi, keistimewaan dekorator harus pintar-pintar mengakalinya. Karena jika tidak, tidak semua pengantin bisa menikah menggunakan pernikahan adat. Mahal itu bisa disiasati,” tutupnya.

Baca juga: Begini Proses Mengurus Administrasi Saat Akan Menikah

Related

Romance 7467765832522774512

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item