Sejarah Rothschild, Keluarga Kaya Pengendali Uang Dunia

Sejarah Rothschild, Keluarga Kaya Pengendali Uang Dunia

Naviri Magazine - Rothschild adalah nama yang sangat terkenal di dunia, tapi juga misterius. Pasalnya, sejarah keluarga Rothschild ada di wilayah abu-abu, sehingga sering menjadi tema pembahasan orang-orang yang menggemari teori konspirasi. Kenyataan itu tentu tidak bisa dilepaskan dari kekayaan keluarga Rothschild, yang dipercaya berjumlah sangat besar.

Keluarga keturunan Yahudi-Jerman itu diperkirakan memiliki kekayaan hingga US$ 500 miliar, yang diperoleh dari dinasti perbankan yang dibangun dan dikelola bersama secara turun temurun.

Dinasti perbankan Rothschild dibangun pria kelahiran Frankfurt, Jerman, Mayer Amschel Bauer. Setelah ayahnya meninggal, tak hanya melanjutkan bisnis keluarga, Bauer juga mengganti namanya menjadi Mayer Amschel Rothschild.

Dari generasi ke generasi, keturunan Rothschild dipercaya sebagai keluarga yang paling kaya sepanjang sejarah manusia.

Setelah berjuang selama lebih dari 230 tahun, keluarga Rothschild akhirnya berhasil memiliki hampir semua bank sentral di dunia. Hanya tiga negara di mana bank sentralnya tidak menerima tambahan modal dari dinasti Rothschild, yaitu Iran, Kuba, dan Korea Utara.

Maklum, semasa hidupnya, Rothschild berjanji akan menerbitkan dan mengendalikan uang di seluruh negara. Sementara itu, guna melestarikan harta dan kekayaannya, Rothschild mengatur garis keturunannya sendiri dengan tegas, di mana anak cucunya harus menikah dengan saudaranya sendiri.

Bagaimana kisah Rothschild membangun kerajaan perbankan miliknya hampir di seluruh dunia? Berikut ulasan sepak terjang keluarga super kaya Rothschild, seperti dikutip dari Forbes dan Jewish Encyclopedia.

Siapakah pendiri dinasti perbankan Rothschild?

Mayer Amschel Bauer, pendiri dinasti perbankan Rothschild, lahir pada 1743 di Frankfurt, Jerman. Ayahnya, Amschel Moses, bekerja sebagai penukar uang dan pedagang kain sutra. Ayahnya juga bekerja sebagai pemberi kredit dan pemilik rumah pembukuan.

Namun, Moses bukanlah pria kaya, meski telah bekerja keras dan Pangeran William dari Hesse menjadi pelanggannya. Usai kematian sang ayah, ia memutuskan untuk meneruskan bisnis keluarganya. Mayer Amschel Bauer juga mengubah namanya menjadi Mayer Amschel Rothschild.

Saat itu, dia kembali ke Frankfurt setelah sebelumnya bermukim di Hanover, Jerman, untuk bekerja di sebuah bank.

Rothschild menerima banyak pelajaran tentang sistem peminjaman uang dari ayahnya. Pria yang sempat magang di sebuah bank itu belajar dengan sangat cepat tentang proses keuangan dan transaksi.

Saat mulai berbisnis, dia pun dekat dengan pelanggan sang ayah, Prince William, yang merupakan pimpinan terpandang di negaranya.

Penjualan koin langka dan barang antik pada pangeran dan masyarakat lainnya berubah menjadi basis kekayaan Rothschild. Pada 1769, Rothschild diangkat menjadi agen pengadilan yang tak hanya menyediakan berbagai peluang bisnis, tapi juga membuatnya jadi kaya raya.

Usai menikah, Rothschild makin kaya

Pada 1770, Rothschild menikahi Gutle Schnapper, dan menerima banyak harta dari ayah mertuanya. Dari pernikahannya, pasangan Rothschild dianugerahi lima anak perempuan dan lima anak laki-laki.

Rothschild pun memutar jalur bisnisnya, dari penjualan barang antik ke bidang perbankan. Pada 1785, dia mulai menyediakan dana pinjaman pada para pelanggannya.

Kedekatannya dengan Pangeran William membuatnya sadar bahwa meminjamkan uang ke pemerintah jauh lebih menguntungkan daripada ke masyarakat biasa. Dengan begitu, dia bisa meraup keuntungan jauh lebih besar, dan pinjamannya pun dilindungi pajak negara.

Dia lalu mulai menyediakan layanan perbankan untuk Pangeran Wilhelm, yang memjadi pewaris tahta Landgrave of Hesse-Kassel, di tahun yang sama. Bisnisnya berkembang saat Revolusi Perancis berlangsung, karena semua bisnisnya terhindar dari pajak.

Rothschild mulai aktif dalam bisnis perbankan

Pada 1790, Rothschild melontarkan ungkapan mengejutkan, yang kemudian benar dibuktikannya. Rothschild mengatakan dirinya akan mengendalikan perputaran uang di seluruh negara.

"Hanya saya yang bisa menerbitkan dan mengendalikan uang di suatu negara, dan saya tidak peduli siapa yang menulis hukumnya," ungkap Mayer Rothschild saat itu.

Terbukti, satu tahun setelahnya, Rothschild berhasil mengendalikan perputaran uang di Amerika Serikat (AS) melalui wakil kabinet Washington, Alexander Hamilton. Saat itu, AS mendirikan bank sentral bernama First Bank of the United States.

Bank tersebut akan dimiliki keluarga Rothschild selama 20 tahun, sebagai penanam modal di bank tersebut. Pada 1811, hak Rothschild atas kepemilikan bank tersebut habis. Anaknya pun meneruskan perjuangan sang ayah untuk mengakuisisi bank tersebut, dan berhasil dengan didirikannya Second Bank of United States.

Keturunan Rothshild wajib menikahi saudaranya sendiri

Semasa hidupnya, Rothschild yang tutup usia pada 1811, mengirim anak-anaknya untuk mendirikan bank di sejumlah negara lain. Kelima anak laki-laki Rothschild diperintahkan untuk membangun bank di Frankfurt, Naples, Wina, Perancis, dan London.

Lima anak panah dalam genggaman tangan, yang menjadi logo bank-bank Rothschild, merupakan simbol persatuan keluarga Rothschild. Logo itu juga menjadi tanda bangkitnya dinasti perbankan global Rothschild.

Mayer Rothschild takut kekayaannya akan berkurang karena anaknya menikah dengan wanita biasa. Maka dia pun meninggalkan wasiat agar keluarganya menikah dengan saudaranya sendiri. Empat cucu perempuannya menikah dengan sepupunya. Sementara satu cucu perempuan lainnya menikah dengan pamannya sendiri.

Wasiat Rothschild pada seluruh keturunannya

Ketakutan harta keluarganya berkurang, Mayer Rothschild meninggalkan surat wasiat yang harus dipatuhi semua keturunannya. Pertama, sejumlah jabatan utama dalam bisnis hanya boleh dipegang keturunan Rothschild.

Dengan 10 anak, dia mengatakan, hanya anggota keluarga laki-laki yang boleh terlibat dalam bisnis keluarga. Seluruh keturunan Rothschild harus menikah dengan sepupu-sepupunya sendiri, guna melestarikan kekayaan keluarga.

Dia juga meminta anak dan cucunya untuk merahasiakan inventaris publik mengenai tanah Rothschild. Berapa pun warisan yang ditinggalkannya, tidak boleh dicampuri hukum apapun. Putra tertua dari putra tertua akan menjadi kepala keluarga, dan hanya bisa diganti jika memperoleh persetujuan dari sebagian besar anggota keluarga.

Kuasai hampir seluruh bank sentral di dunia

Sejak mengakuisisi bank sentral Inggris dan bank sentral AS (The Fed) selama ratusan tahun, anak cucu Rothschild sangat aktif membangun bisnis perbankan keluarga. Tampaknya, mimpi Mayer Rothschild untuk mengendalikan seluruh uang di dunia sudah tercapai.

Setelah berjuang selama lebih dari 230 tahun, keluarga Rothschild akhirnya berhasil memiliki hampir semua bank sentral di dunia. Hanya tiga negara yang menolak bank sentralnya menerima tambahan modal dari dinasti Rothschild, yaitu Iran, Kuba, dan Korea Utara.

Selama ratusan tahun tersebut, keluarga Rothschild dipercaya sering mengancam para pemimpin negara pemerintahan dan kabinet. Keturunan Rothschild lalu menempatkan orang-orang kepercayaan dari keluarganya untuk mengatur dan mengendalikan bank-bank sentral tersebut.

Keluarga Rothschild juga mengendalikan tiap pemerintahan di level makro dan tidak takut pada apa pun. Tak heran, sekarang keluarga keturunan Jerman tersebut juga berhasil mengoperasikan bank keluarganya di 40 negara di dunia.

Baca juga: Misteri Asal Usul Emas dan Logam Mulia Lain di Bumi

Related

Insight 8745639437806818257
item