Tips Mengatasi Masalah Lingkungan Akibat Limbah Makanan

Tips Mengatasi Masalah Lingkungan Akibat Limbah Makanan

Naviri Magazine - Masalah lingkungan kita disebabkan oleh berbagai hal, dari limbah beracun yang dibuang pabrik-pabrik, sampai limbah makanan yang dibuang oleh jutaan rumah tangga setiap hari.

Ketika kita memasak untuk kebutuhan sehari-hari, selalu ada bagian yang kita buang. Atau ada sisa makanan yang tak terpakai, dan kita buang. Pembuangan itu menjadi limbah makanan, yang lalu ikut mencemari lingkungan.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan, satu di antaranya adalah dengan mengelola limbah dengan baik sehingga tak merusak lingkungan. Tak hanya itu, meminimalisir jumlah limbah yang dihasilkan juga perlu dilakukan. Apalagi limbah makanan sisa, yang kerap dikenal dengan sebutan food waste.

Menurut Organisasi Makanan dan Pertanian United Nation (FAO), food waste didefinisikan sebagai makanan yang layak untuk dikonsumsi, namun tidak dimakan karena dibiarkan hingga basi, atau dibuang oleh konsumen.

Data dari FAO juga menyebutkan bahwa sepertiga dari produksi makanan yang layak untuk dikonsumsi, atau setara dengan 1,3 triliun ton justru terbuang sia-sia setiap tahun.

Jumlah yang mencengangkan, bukan? Secara tak sadar, kita telah membuang makanan yang dapat dikonsumsi oleh tiga triliun orang.

Tak cuma itu saja, dampak food waste terhadap lingkungan juga tak kalah buruk. Sampah makanan menyumbang 10 persen dari gas emisi yang dapat menyebabkan terjadinya efek rumah kaca, dan menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap terjadinya penggundulan hutan dan penipisan sumber air dunia.

Lantas, apa yang dapat kita lakukan untuk mengurangi jumlah sampah makanan sisa?

Cukup mudah, dengan memanfaatkan setiap bagian makanan yang ada dan tidak menyisakan makanan, kita sudah ikut berpartisipasi dalam mengurangi limbah makanan secara langsung.

Sous chef dari Restoran Maple & Oak, Jody, mengungkapkan bahwa memanfaatkan seluruh bagian dari bahan pangan yang akan kita masak bukan sesuatu yang mustahil. Hanya diperlukan kreativitas dan pengetahuan tentang bahan pangan tersebut.

Misalnya, saat memasak ayam, kita bisa mengolah beberapa bagian dari ayam, seperti hati, kulit leher, hingga kepala dan tulangnya, secara maksimal. Bagian paha dan dada ayam dapat dipanggang, kemudian untuk bagian tulangnya dapat dimanfaatkan menjadi kaldu untuk saus. Sedangkan kulit lehernya dapat diolah menjadi kerupuk kulit.

"Kita harus mengenal bahan-bahan yang akan kita gunakan terlebih dahulu. Memasak itu memiliki endless possibility, kreativitas kita harus ditantang, sehingga dapat memanfaatkan semua bagian makanan secara maksimal," ungkap Jody.

Bila masih merasa kesulitan untuk mengkreasikan makanan agar seluruh bagiannya dapat digunakan hingga tak tersisa, kita bisa mempelajari teknik-teknik memasak dan kandungan nutrisi mengenai makanan tersebut.

Tak hanya itu, pengolahan limbah sisa makanan juga harus tetap diperhatikan. Alih-alih membuangnya, kita bisa memproses sisa makanan menjadi kompos, agar lebih ramah lingkungan.

"Untuk menciptakan pangan yang berkelanjutan (sustainability), bukan hanya dari pengolahan makanannya saja, namun juga dari manusianya juga, bagaimana mereka menjaga hubungan mutualisme dengan organisme hidup lainnya yang ada di lingkungan," tutup Jody.

Yuk, mulai kurangi limbah makanan dengan menerapkan cara tersebut.

Baca juga: Bahaya, Jangan Pernah Menyimpan Kentang di Dalam Kulkas!

Related

Tips 2611603085936579473
item