Upaya Mengembalikan Keperawanan dengan Selaput Dara Palsu

Upaya Mengembalikan Keperawanan dengan Selaput Dara Palsu

Naviri Magazine - Banyak orang, khususnya laki-laki, yang menginginkan mendapat pasangan yang masih perawan. Dalam hal itu, bukti keperawanan umumnya dilihat dari keberadaan darah yang muncul saat pertama kali hubungan seks dilakukan. Darah itu muncul karena pecahnya selaput dara.

Perawan atau tidak, sejauh ini masih dilihat dari utuh tidaknya selaput dara. Selaput dara palsu kemudian menjadi perbincangan panas ketika diluncurkan. Produk dari China ini banyak dipakai di Jepang, dan menimbulkan kontroversi.

Wanita yang sudah tidak perawan dapat memakai produk ini untuk ‘menipu’ calon suaminya, seolah-olah masih perawan, padahal tidak. Sensasi berdarah di malam pertama masih jadi tolak ukur keperawanan seorang wanita (padahal tidak semua wanita mengalami pendarahan saat pertama kali melakukan hubungan seksual).

Nyatanya, produk ini laris manis walaupun tanpa izin kesehatan. Selaput tipis yang katanya terbuat dari kolagen dan pewarna merah ini harus dimasukkan ke dalam liang vagina. Sehingga saat penis pria melakukan penetrasi, terjadi sensasi seolah-olah sang wanita mengeluarkan darah.

Banyak ahli kesehatan tidak menganjurkan wanita memakai produk selaput dara palsu. Alergi serius bisa terjadi jika ada bahan yang tidak cocok dengan kondisi vagina. Selain itu, wanita rawan mengalami infeksi jika memakai produk ini.

Baca juga: 5 Tanda Wanita Sedang Bergairah dan Ingin Bercinta

Related

Sexology 416248689306954661

Recent

item