Alasan Banyak Wanita Cantik yang Memilih Tidak Menikah

 Alasan Banyak Wanita Cantik yang Memilih Tidak Menikah

Naviri Magazine - Dunia terus berubah, dan menciptakan aneka perubahan bersamanya. Dari perubahan teknologi sampai perubahan gaya hidup. Pernikahan adalah salah satu hal yang mulai ikut berubah. Jika sebelumnya pernikahan dianggap sebagai goal atau tujuan hidup, kini pernikahan hanya dianggap sebagai pilihan.

Di masa lalu, orang kadang merendahkah orang yang tidak menikah sebagai “tidak laku”. Namun, kini, tidak menikah adalah soal pilihan individu, sebagaimana individu lain memilih menikah. Di zaman dulu, mungkin orang tidak menikah karena memang “tidak laku”, tapi sekarang tidak menikah adalah keputusan yang diambil secara sadar.

Buktinya, saat ini ada banyak wanita cantik yang memutuskan untuk tidak menikah, dan tetap melajang. Tentunya, bukan karena tidak ada pria yang tertarik dengan mereka. Apa alasannya?

Penelitian yang dilakukan data survei Pew Research Center 2014, menemukan bahwa hanya 26% dari orang dewasa muda antara usia 18 dan 32 menikah pada tahun 2013, dibandingkan dengan 48% generasi baby boomer dan 36% Generasi X yang menikah pada usia yang sama. Selain itu, perusahaan konsultan, Gallup, baru-baru ini menemukan bahwa 60% wanita milenial memilih melajang.

Alih-alih bersedih, para perempuan ini justru merasa puas dengan keputusan mereka melajang. Berikut ini alasan perempuan milenial melajang, dan ternyata terlalu gengsi atau terlalu pemilih tak ada dalam daftar ini, lho!

Menemukan kebahagiaan dalam mengejar karier

Perempuan milenial mengaku ada kepuasan dan kebahagiaan tersendiri dalam membangun karier mereka. Banyak perempuan yang mengaku kebahagiaan berkarier tak jauh beda dengan kebahagiaan mempunyai pasangan.

Kebebasan pribadi yang mahal

Bebas menentukan apa yang ia mau tanpa ada ikatan atau beban dari pasangan, juga menjadi alasan perempuan melajang. Bayangkan betapa senangnya bisa berbuat apapun, tanpa harus khawatir ada pasangan yang tak suka akan apa yang Anda perbuat.

Perekonomian semakin susah

Sudah menjadi rahasia umum jika milenial adalah generasi yang tidak memiliki kestabilan finansial. Rupanya ini memang menjadi pilihan bagi milenial tersebut. Bagi perempuan milenial, buat apa membangun rumah tangga penuh dengan ketidakpastian ekonomi. Menghidupi diri sendiri saja susah, bagaimana bisa membangun keluarga?

Tidak religius

Sebuah survei Pew Research Center menemukan bahwa, generasi dewasa muda saat ini secara signifikan kurang menyelaraskan diri dengan kelompok agama tertentu daripada generasi yang lebih tua, dengan meningkatnya jumlah generasi milenial yang mengidentifikasi sebagai tanpa agama.

Beberapa ahli sosiologi mengira, kurangnya sisi religius ini membuat milenial malas menikah.

Lebih baik melajang daripada bercerai

Yup, sebuah studi menjelaskan kalau milenial menekan angka perceraian di dunia. Namun, itu dikarenakan generasi milenial memilih untuk tidak menikah. Rata-rata milenial berpikir, buat apa menikah jika akhirnya akan bercerai.

Ingin menjadi individu yang lebih baik

Menjadi lajang juga dapat membantu perempuan milenial menjadi lebih sadar akan isu sosial.

Sebuah penelitian yang dimuat di Journal of Social and Personal Relationships menemukan, orang lajang lebih mungkin memiliki kehidupan sosial yang aktif, serta kecenderungan yang lebih besar untuk menawarkan bantuan kepada teman, keluarga, dan komunitas mereka.

Menjadi lajang bukan hal yang tabu

Di zaman modern, melajang mempunyai konotasi lebih positif. Melajang adalah tentang memiliki kebebasan untuk membangun kehidupan Anda sendiri, tanpa harus memasukkan orang lain ke dalam keputusan itu.

Jika Anda bertemu seseorang yang Anda sukai dan memutuskan untuk menikah, itu adalah hal yang baik. Namun jika tidak, juga baik-baik saja. Prioritas perempuan milenial adalah membangun kehidupan pribadi, dan memprioritaskan kebahagiaan diri sendiri.


Related

Relationship 2700416745996107059
item