Asal Usul Nabi Adam Menurut Islam, Yahudi, dan Kristen

Asal Usul Nabi Adam Menurut Islam, Yahudi, dan Kristen

Naviri Magazine - Keberadaan Nabi Adam dipercaya oleh agama-agama samawi. Karenanya, asal usul Nabi Adam pun bisa dipelajari dalam ajaran Islam, Yahudi, maupun Kristen.

Dalam ajaran Islam, penciptaan Adam sebagai khalifah di muka bumi diungkapkan dalam Al-Qur'an:

"...dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat; ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi’. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): ‘Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan), padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan-Mu?’ Tuhan berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya.’" —Al-Baqarah 2:30

Sementara menurut Yahudi dan Kristen, kisah tentang Adam terdapat dalam Kitab Kejadian pada Torah, dan Alkitab pasal 2 dan 3, dan sedikit disinggung pada pasal 4 dan 5. Beberapa rincian lain tentang kehidupannya dapat ditemukan dalam kitab-kitab apokrif, seperti Kitab Yobel, Kehidupan Adam dan Hawa, dan Kitab Henokh.

Menurut kisah dalam kitab tersebut, Adam diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Adam kemudian ditempatkan di dalam Taman Eden yang berarti tanah daratan, terletak di hulu Sungai Pison, Gihon, Tigris, dan Efrat (di sekitar wilayah Irak saat ini). Ia kemudian diperintahkan oleh-Nya untuk menamai semua binatang.

Allah juga menciptakan makhluk penolong, yaitu seorang wanita yang oleh Adam dinamai Hawa. Adam dan Hawa tinggal di Taman Eden dan berjalan bersama Allah, tetapi akhirnya mereka diusir dari taman itu karena melanggar perintah Allah untuk tidak memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Setelah diusir dari taman itu, Adam harus bekerja untuk menghidupi keluarganya. Adam dan Hawa mempunyai tiga orang putra yang disebut dalam Kitab Kejadian, yaitu Kain, Habel, Set, dan sejumlah putra dan putri yang tidak disebutkan jumlahnya. 

Kitab Yobel menyebutkan dua anak perempuan Adam dan Hawa, yaitu Azura yang menikah dengan Set, dan Awan yang menikah dengan Kain. Baik Kitab Kejadian maupun Kitab Yobel menyatakan bahwa Adam mempunyai anak yang lain, tetapi nama mereka tidak disebutkan.

Menurut silsilah Kitab Kejadian, Adam meninggal dunia pada usia 930 tahun. Dengan angka-angka itu, perhitungan seperti yang dibuat oleh Uskup Agung Usher memberi kesan bahwa Adam meninggal hanya sekitar 127 tahun sebelum kelahiran Nuh, sembilan generasi setelah Adam.

Dengan kata lain, Adam masih hidup bersama Lamekh (ayah Nuh), sekurang-kurangnya selama 50 tahun. Menurut Kitab Yosua, kota Adam masih dikenal pada saat bangsa Israel menyeberangi Sungai Yordan untuk memasuki Kanaan.

Menurut kisah, setelah diusir dari Taman Eden, Adam pertama kali menjejakkan kakinya di muka bumi di sebuah gunung yang dikenal sebagai Puncak Adam atau Al-Rohun, yang kini terdapat di Sri Lanka.

Adam menurut Baha'i

Menurut pandangan Baha'i, Adam adalah perwujudan Allah yang pertama dalam sejarah. Penganut Baha'i meyakini bahwa Adam memulai siklus Adamik yang berlangsung selama 6.000 tahun dan berpuncak pada Nabi Muhammad.


Related

Moslem World 2890365940056846268
item