Asal Usul Negeri Atlantis yang Mempesona dan Misterius

Asal Usul Negeri Atlantis yang Mempesona dan Misterius

Naviri Magazine - Atlantis adalah perpaduan antara pesona sekaligus misteri. Negeri itu dikisahkan sebagai tempat yang luar biasa hebat, menawan, memiliki apa saja, termasuk kekuatan bersenjata, dan menjadi pesona agung pada zamannya. Namun, kemudian semua kehebatan dan kemegahan itu sirna saat bencana menghancurkannya.

Dari mana sebenarnya kisah tentang Atlantis bermula, hingga terkenal di dunia?

Kisah tentang Atlantis pertama kali tertuang dalam dua catatan dialog Plato, Timaeus dan Critias, yang ditulis sekitar 360 SM. Plato mencatat bahwa Atlantis adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah barat Selat Gibraltar. Ia mengandaikan luas Atlantis lebih besar dari Libya dan Asia Minor.

Konon, leluhur monarki Atlantis adalah Dewa Poseidon. Pada suatu masa yang sangat lampau, Poseidon menikahi seorang gadis penghuni Atlantis bernama Cleito. Lalu lahirlah lima pasangan anak kembar.

Poseidon lantas membangun istana-istana megah untuk Cleito dan anak-anaknya. Atlas, si anak tertua, lalu diangkat menjadi raja, dan dari namanyalah sebutan Atlantis berasal.

Atlantis menjadi negara pulau yang subur, kaya, dan kuat secara militer berkat anugerah Poseidon. Seiring waktu, keturunan Atlas menjadi arogan dan haus kekuasaan. Untuk memuaskan hasrat berkuasanya, raja-raja Atlantis menaklukkan negeri-negeri di sekeliling Laut Mediterania.

Perkembangan demikian membuat Zeus, raja para dewa, murka. Atlantis lalu dikutuknya kalah melawan aliansi negara-negara yang dipimpin Athena. Sebagai pelengkap azab, usai kekalahan itu Pulau Atlantis dibenamkan ke dasar laut.

Peristiwa kekalahan dan tenggelamnya peradaban Atlantis, menurut Ronald H. Fritze dalam Invented Knowledge: False History, Fake Science and Pseudo-Religions (2009, hlm. 24) diperkirakan terjadi sekira 9400 sebelum Masehi.

Plato mengatakan bahwa kisah itu didapat leluhurnya yang bernama Critias, dari cendekiawan dan ahli hukum bernama Solon. Sementara Solon mendapat kisah Atlantis dari pendeta penjaga kuil Dewi Neith di Mesir.

Pendeta Mesir itu mengatakan kepada Solon bahwa orang-orang Yunani di masanya tak lagi mengenal Atlantis, karena hilangnya catatan sejarah akibat bencana. Untungnya, masyarakat Mesir yang berhubungan dengan orang-orang Yunani masih menyimpan kisah itu.

“Karena bebas dari jangkauan bencana, orang Mesir berhasil menyimpan catatan-catatan dari zaman paling kuno, dan karenanya memiliki akses ke rentang sejarah yang telah hilang. Pada suatu kolom di kuil Neith di Saïs, kisah Atlantis ditulis, dan para imam di sana membagikannya dengan Solon, yang lalu membawanya kembali ke Yunani,” terang Fritze (hlm. 27).

Baca juga: Misteri Peradaban dan Pesawat Canggih di Zaman India Kuno

Related

Mistery 4548176079253635263

Recent

item