Hati-hati, Ini Bahaya Mematikan Air Liur Anjing Bagi Manusia

Hati-hati, Ini Bahaya Mematikan Air Liur Anjing Bagi Manusia

Naviri Magazine - Anjing adalah hewan peliharaan yang disukai banyak orang. selain setia pada pemiliknya, anjing juga kerap bisa diandalkan, misalnya untuk menjaga rumah. Karena jinak dan menyenangkan, anjing pun banyak dipelihara. Sayangnya, di balik sikap anjing yang tampak jinak dan setia, ada bahaya yang bisa terjadi.

Seorang profesor asal Belgia menyebut air liur anjing mengandung bakteri Capnocytophaga canimorsus, yang sangat mematikan jika mengenai luka.

“Jangan biarkan lukamu dijilat oleh anjing, air liurnya sangat berbahaya. Juga kulitnya bisa membuatmu sakit, sebab anjing juga sering menjilati kulitnya,” ujar Profesor Emeritus Mikrobiologi pada Universitas Namen, Belgia, Guy Cornelis, di harian Algemeen Dagblad.

Menurut Cornelis, tidak ada kekecualian satu ras anjing pun. Sebab, dari semua ras anjing, dia menemukan contoh kasus penularan melalui air liurnya.

“Dalam air liur anjing terdapat bakteri capnocytophaga canimorsus. Bakteri ini tidak berbahaya bagi anjing, tapi sangat mematikan bagi manusia. Suatu bakteri yang sangat aneh,” terang Cornelis, yang saat ini sedang melakukan penelitian mengenai bahaya air liur anjing terhadap kesehatan manusia.

Lebih lanjut, Cornelis mengatakan, setiap tahun ada 24 ribu orang tertular bakteri tersebut, setelah anjing mereka menjilat luka. Dalam kasus-kasus ekstrem, berakhir dengan fatal.

Seorang pria di Austria menyuruh anjingnya untuk menjilati luka di tangannya, dengan harapan akan meredakan rasa sakitnya. Beberapa hari berselang dia dilarikan ke rumah sakit dan meninggal dunia.

Contoh kasus terbaru lainnya terjadi di Kanada. Seorang perempuan mengalami koma, setelah anjingnya menjilati luka di kaki perempuan tersebut. Ketika dia terbangun sadar kembali dari komanya, kakinya telah diamputasi.

Gejala-gejala terinfeksi bakteri capnocytophaga canimorsus dari air liur anjing, menurut Prof. Cornelis, cukup membingungkan dokter karena mirip gejala influensa, yakni demam dan rasa mual, kadang ada kecenderungan ingin muntah.

“Dengan gejala-gejala seperti itu, dokter tidak akan serta merta merujuk ke rumah sakit. Jika itu dilakukan, maka hasil lab penelitian darah akan menunjukkan dia terinfeksi air liur anjing. Namun, hasil lab kadang butuh waktu dua hari, saat itu biasanya pasien sudah meninggal dunia,” papar Cornelis.

Menurut Cornelis, bakteri capnocytophaga canimorsus dari air liur anjing bekerja sangat cepat. Beberapa korban dalam tiga hari sudah meninggal dunia.

Cornelis menggarisbawahi bahwa bahaya maut tidak terletak pada insiden digigit anjing, sebab biasanya pada kejadian semacam itu seseorang akan langsung dilarikan ke rumah sakit, dan mendapat pertolongan yang tepat.

“Sekali lagi, tidak setiap kontak dengan anjing akan terinfeksi, dan tidak setiap orang akan mati karenanya. Namun, lebih baik jangan ambil risiko. Jika punya luka, lebih baik jangan sentuh anjing. Bukan hanya moncongnya dapat membuatmu sakit, namun juga kulitnya, sebab anjing biasa menjilati kulitnya setiap hari,” ucap Cornelis.

Baca juga: Ternyata, Laba-laba Juga Tertarik Pada Bau Manusia

Related

Science 5742480345265068079
item