Diam-diam, Banyak Wanita Tak Percaya Diri dengan Penampilannya

Diam-diam, Banyak Wanita Tak Percaya Diri dengan Penampilannya

Naviri Magazine - Diam-diam, banyak wanita yang tidak percaya diri dengan penampilannya. Hal itu bisa dilatari karena selama ini ada proses pembentukan citra mengenai kecantikan wanita. Dari kulit yang putih mulus, sampai ukuran-ukuran organ tertentu. Karena adanya citra semacam itu, perempuan-perempuan yang merasa tidak memilikinya jadi mengalami krisis kepercayaan diri.

Jurnal Body Image edisi Juni 2016 melakukan survei kepuasan terhadap 12.176 responden mengenai tubuhnya. Rasa percaya diri yang dimiliki responden pria lebih tinggi dibanding responden perempuan. Namun, secara umum, hanya 28 persen pria yang merasa sangat puas dengan penampilannya.

Perempuan memiliki persentase lebih rendah, yakni sekitar 26 persen. Untuk urusan citra tubuh, 24 persen pria mengaku sangat puas dengan berat badannya, sementara perempuan hanya 20 persen.

Pada kelompok yang puas dengan penampilan dan citra tubuhnya, peneliti menyimpulkan derajat kepuasan yang sama dengan kehidupan mereka secara keseluruhan. Artinya, persepsi terhadap penampilan dan citra tubuh dapat berpengaruh terhadap cara memandang hidup.

Dus, bukan salah perempuan apabila banyak di antara mereka merasa kurang atas citra dirinya. Nigel Barber, ahli biopsikologi yang mempelajari perbedaan sosial dalam perilaku seksual dan reproduksi, menjelaskannya menggunakan pendekatan evolusioner.

Dalam laman Psychology Today, ia mengungkapkan secara umum, perempuan memang lebih memedulikan penampilannya dibanding pria. Proses evolusi seleksi seksual adalah jawabannya.

Pada pria, misalnya, cambang dianggap memberi daya tarik sensual bagi perempuan. Namun, seleksi seksual ini lebih banyak mempengaruhi perempuan karena didorong rasa tak aman terhadap perempuan lain.

“Penampilan mereka adalah cara mereka dievaluasi,” ungkap Barber.

Citra tubuh sempurna membikin depresi

Upaya untuk bisa tampil cantik pula yang menjadikan banyak perempuan sampai melakukan operasi plastik, demi mendapatkan citra diri yang diinginkan. Operasi plastik bisa saja dilakukan untuk mempercantik muka, juga untuk membentuk kembali bentuk tubuh.

Penelitian pada 2014 oleh Kathryn L. Jackson, dkk menyatakan perempuan setengah baya dengan citra tubuh buruk cenderung memiliki tingkat gejala depresi signifikan secara klinis. Karenanya, banyak perempuan melakukan langkah-langkah mempercantik diri. Salah satunya adalah melakukan implan payudara. Padahal, keputusan tersebut dilakukan hanya agar terlihat memuaskan bagi dirinya dan orang lain.

“Kepercayaan diri mereka tidak bergantung pada hal tersebut [implan],” ujar David K. Wellisch, seorang psikiater kepada WebMD.

Saat merasa tidak puas pada citra diri dan melakukan implan, perempuan mengembangkan harapan yang tidak realistis. Mereka berharap operasi dan bentuk tubuh yang bagus akan membuat hidup mereka semakin mudah. Pikirnya, implan payudara adalah jalan pintas untuk masalah kesehatan mental. Namun, realitas tak sepenuhnya sesuai harapan.

Pada akhirnya, penting untuk berdamai dengan kondisi tubuh kita, bukan hanya karena persepsi yang dijejalkan orang lain.

Baca juga: Perlu Tahu, Ini 5 Alasan Orang Melakukan Operasi Plastik

Related

Female 5137944406002663945

Recent

item