Bukti-bukti Bumi Berbentuk Datar, dan Kekeliruan Teori Mereka

Bukti-bukti Bumi Berbentuk Datar, dan Kekeliruan Teori Mereka

Naviri Magazine - Di dunia maya, khususnya di media sosial, ada istilah “kaum bumi datar”. Istilah itu merujuk pada orang-orang yang tidak percaya Bumi berbentuk bulat, dan lebih percaya bahwa Bumi berbentuk datar. Kepercayaan itu tentu membuat banyak orang bereaksi—sebagian menertawakan, sebagian lain mencoba memberi penjelasan bahwa Bumi tidak datar seperti keyakinan mereka.

Sayangnya, orang-orang yang meyakini Bumi berbentuk datar sering sulit menerima bukti bahwa Bumi berbentuk bulat. Menurut kaum bumi datar, NASA, lembaga antariksa Amerika Serikat (AS) yang kerap memberikan citra Bumi dari ruang angkasa, juga pemerintah AS, menyatakan Bumi bulat sebagai propaganda.

Bukan hanya omongan belaka, kelompok ini juga telah beberapa kali melakukan usaha pembuktian bahwa Bumi itu datar. Salah satu aksi populer dilakukan Mike Hughes.

Hughes meluncurkan diri menggunakan roket, guna membantah pernyataan permukaan Bumi melengkung. Tidak hanya itu, kaum Bumi datar juga menggelar konferensi internasional. Perhelatan ini mewadahi penganut teori Bumi datar dari penjuru dunia.

Ada sejumlah hal yang membuat mereka sangat yakin dan berteguh pada pendirian bahwa Bumi itu datar. Berikut beberapa di antaranya.

Cakrawala tidak melengkung

Kelompok Bumi datar bersikeras, jika dilihat bentuk cakrawala tidak melengkung. Ide ini tidak mengindahkan bahwa Bumi memiliki diameter rata-rata 12.742 kilometer. Dengan kata lain, ukurannya sangat besar.

Bayangkan seekor semut yang duduk di atas bola berlumut, dengan diameter 1.000 meter. Maka, dalam jarak pandangnya, semut tidak akan bisa melihat secara langsung lengkungan pada bola.

Untuk membuktikannya secara teori, agar dapat melihat sedikit tampilan kurva di cakrawala, harus menggunakan pesawat terbang di ketinggian lebih dari 10.600 meter. Namun, ada cara lain untuk mendeteksi lengkungan tanpa bantuan NASA, ESA, atau badan antariksa pemerintah.

Mahasiswa Fisika dari University of Leicester di Inggris menangkap sejumlah gambar dari stratosfer Bumi dan lengkungannya, hanya dengan menggunakan balon cuaca dari ketinggian.

Tentang tembok Antartika

Kaum Bumi datar percaya bahwa Antartika adalah dinding es raksasa yang dirancang untuk mencegah manusia jatuh dari dunia yang berbentuk cakram. Untuk mendukung teori ini, mereka mengklaim tidak ada yang pernah menyeberangi seluruh benua. Padahal manusia telah melintasi Antartika, berkali-kali.

Bahkan di wilayah pedalaman terjauh Antartika—meskipun lokasi tepatnya selalu diperdebatkan—ditemukan gubuk stasiun radio, laboratorium kecil penelitian Soviet yang ditinggalkan, dan patung dada Vladimir Lenin.

Bumi tidak bergerak

Jika saat ini Bumi berputar sekitar 1.600 kilometer per jam, mengapa kita tidak terpental? Itulah pemahaman yang dipegang oleh kaum Bumi datar.

Padahal, hal tersebut merupakan hukum fisika. Ambil contoh saat terbang di pesawat pada kecepatan 926 kilometer per jam.

Selain saat tinggal landas dan mendarat, penumpang masih merasa biasa, seperti tidak terbawa gaya dorong dari kecepatan pesawat. Rotasi bumi konstan (meskipun bervariasi tergantung pada lintang lokasi), pada dasarnya punya efek sama.

Semua foto ruang angkasa adalah hasil rekayasa

Bukti paling nyata bahwa Bumi tidak datar adalah dengan melihat gambar Bumi dari ruang angkasa. Tapi, bagi kaum Bumi datar, foto tersebut adalah rekayasa, telah mengalami proses penyuntingan.

Memang terkadang foto dari ruang angkasa terlihat aneh dan tidak sempurna. Ini karena foto-foto tersebut tidak selalu dalam bentuk dan warna sebenarnya. Sering kali, mereka adalah gambar komposit atau gambar yang diambil menggunakan teknik pencitraan kelas atas.

Namun tidak berarti foto-foto itu palsu. Melainkan mereka adalah gambar yang disusun menggunakan data nyata, sering kali dengan warna yang ditambahkan untuk mengilustrasikan, meningkatkan, atau menyorot fitur-fitur tertentu.

Contoh foto NASA AS17-148-22727, yang juga dikenal sebagai "The Blue Marble". Foto ini menampilkan warna asli yang diambil pada 7 Desember 1972, menggunakan kamera Hasselblad 70 milimeter, pada jarak sekitar 29.000 kilometer dari Bumi.

Venus dan Merkurius tampak pada malam hari

Jika Bumi bulat, mengapa kita dapat melihat Merkurius dan Venus di malam hari? Kaum Bumi datar berpikir kedua planet tetangga Bumi itu ditempatkan di antara Bumi dan sisi Bumi yang diterangi Matahari.

Sebenarnya, Planet Merkurius dan Venus tidak benar-benar terlihat pada malam hari. Sangat jarang kita bisa melihat Merkurius hanya dengan mata telanjang.

Terkadang memang kita bisa melihat dua planet ini selama Matahari terbit dan terbenam, tapi tidak selalu. Sebab mereka tidak selalu secara langsung berada di antara Matahari dan Bumi.

Penting untuk diingat bahwa planet-planet tidak berbaris sempurna seperti yang digambarkan dalam diagram di sekolah dasar. Setiap planet berada di jalur orbital yang berbeda pada kecepatan yang berbeda pula.

Sinar Matahari

Kaum Bumi datar berpendapat sinar Matahari yang menyebar menembus awan (sinar krepuskular), membuktikan bahwa Matahari sebenarnya tidak begitu jauh. Jika Matahari benar-benar berjarak 149,6 juta kilometer, kata mereka, sinarnya pasti jatuh sejajar ke Bumi, bukan mengipas di sudutnya.

Sinar Matahari memang paralel. Efek mengipas hanyalah ilusi yang disebabkan oleh perspektif mata manusia. Pada dasarnya, efek yang sama berlaku saat kita melihat rel kereta api dengan ujung yang tampak menyatu, ketika melihatnya dari kejauhan.

Baca juga: Dunia Geger Gara-gara Lahirnya Sepasang ‘Bayi Super’ di Cina

Related

Science 912313882255905494
item