Kisah Pertama Kali Lahirnya Buku teka-Teki Silang di Dunia

Kisah Pertama Kali Lahirnya Buku teka-Teki Silang di Dunia

Naviri Magazine - Saat masuk ke toko buku atau toko koran, kita tentu pernah mendapati buku tipis yang isinya teka-teki silang. Umumnya, buku-buku teka-teki silang dicetak menggunakan kertas buram, sementara sampulnya berwarna-warni, dan biasanya berisi foto atau gambar wanita cantik. Sejak kapan buku teka-teki silang semacam itu ada di dunia?

Teka-teki silang dalam format buku terbit pada akhir 1920-an. Kisah ini menarik, sebermula dari seorang mahasiswa yang baru lulus dari Universitas Columbia, bernama Richard L. Simon.

Suatu malam ia makan di rumah bibinya, Wixie, seorang penggemar berat teka-teki silang. Wixie mengatakan kepada Simon bahwa ia ingin membelikan putrinya buku teka-teki silang. Simon menjawab ketika itu tidak ada buku khusus teka-teki silang.

Berawal dari percakapan dengan bibinya tersebut, Simon menemui karibnya di kampus yang sama, M. Lincoln Schuster. Ia mengajak Lincoln untuk menerbitkan buku teka-teki silang. Itu bakal jadi peluang bisnis yang bagus karena memang belum ada yang melakukannya. Lincoln sepakat.

Keesokan harinya, kedua teman tersebut pergi ke kantor New York World dan membuat kesepakatan dengan para editor di sana: setiap teka-teki yang tayang di surat kabar mereka akan dibeli 25 dolar AS.

Setelah mengurus hak penerbitan dan terkumpul banyak teka-teki silang, Simon dan Lincoln menggunakan uang mereka untuk mencetaknya ke dalam format buku hingga sekian ratus eksemplar. Alhasil, teka-teki silang dalam bentuk buku yang diberi judul Crossword Puzzle Book Series diterbitkan pertama kali oleh perusahaan penerbit dari New York, Simon & Schuster Inc.

Kisah menarik lain yang berkaitan dengan teka-teki silang terjadi pada 1944, selama Perang Dunia II. Kala itu, pihak Sekutu sempat merasa khawatir dengan teka-teki silang yang kerap ditayangkan The Daily Telegraph, karena dengan jelas memuat sejumlah kode rahasia operasi militer Sekutu untuk menyerang Jerman dalam perang yang dikenal dengan D-Day (6 Juni–25 Agustus 1944).

Untuk membuktikannya, si pembuat teka-teki silang tersebut, seorang guru sekolah bernama Leonard Dawe, diselidiki. Ia mengaku kerap meminta murid-muridnya untuk membantu mengisi kolom-kolom dalam teka-teki silang. Sebagai bahan jawaban, para anak didiknya kerap mencomot begitu saja kata-kata dari percakapan para tentara yang berkemah di dekat sekolah sebelum D-Day.

Keterangan tersebut tentunya terlalu berbau kebetulan, dan karenanya banyak yang tidak percaya. Namun demikian, para penyelidik akhirnya menyimpulkan bahwa apa yang dilakukan Dawe dan munculnya kata-kata yang dicurigai bukanlah upaya untuk menyampaikan pesan atau membocorkan kode rahasia ke pihak musuh.

Baca juga: Teka-Teki Silang, Permainan Populer yang Awalnya Ditentang

Related

History 602866737847835526
item