Cara Sehat Mengonsumsi Nutrisi dan Minuman Kesehatan

Cara Sehat Mengonsumsi Nutrisi dan Minuman Kesehatan

Naviri Magazine - Tubuh kita membutuhkan nutrisi untuk bisa menjaga kesehatannya. Dalam hal itu, salah satu nutrisi bisa diperoleh melalui makanan atau minuman yang memang memiliki kandungan nutrisi yang menyehatkan. Teh hijau dan matcha, misalnya, adalah contoh minuman yang terkenal sebagai minuman sehat, karena membantu menurunkan tingkat risiko kanker, juga dapat membantu menurunkan berat badan.

Kendati demikian, mengonsumsi matcha secara berlebih tak otomatis membuat tubuh lebih sehat. Masih dilansir dari Healthline, matcha memang memiliki kandungan antioksidan tiga kali lebih tinggi dibandingkan teh hijau berkualitas tinggi. Namun, dalam sejumlah riset ditemukan bahwa senyawa tanaman tingkat tinggi yang ada dalam matcha dapat menyebabkan mual-mual dan gejala keracunan pada hati atau ginjal.

Dalam beberapa kasus, beberapa orang menunjukkan tanda-tanda keracunan hati setelah mengonsumsi enam cangkir teh hijau setiap hari selama empat bulan. Ini setara dengan dua cangkir matcha setiap harinya.

Di sisi lain, Dr. Tan Wu Meng, konsultan pengobatan kanker pada Parkway Cancer Centre di Singapura, menyarankan untuk tidak menaruh banyak ekspektasi pada matcha untuk melindungi diri dari penyakit, demikian yang dilaporkan oleh Strait Times.

Tan mengatakan, kendati sejumlah riset menyatakan bahwa teh hijau dapat menghambat sel kanker, belum ada bukti definitif dari riset yang mayoritas dilakukan di dalam lab.

“Meski hasil lab ini menggembirakan, kita butuh bukti dari penelitian pada manusia untuk membuktikan [kesahihan] penelitian-penelitian tersebut,” jelas Dr. Tan.

Ia juga mengingatkan bahwa teh memiliki kandungan kafein yang dapat mempengaruhi detak serta ritme jantung manusia, jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Mengingat matcha memiliki kandungan kafein yang sedikit lebih tinggi daripada teh hijau biasa, nasihat Dr. Tan ini tidak boleh Anda lewatkan begitu saja.

Tidak ada nutrisi berlebih yang baik untuk tubuh. Saran sederhana ini juga berlaku untuk matcha. “Konsumsilah secukupnya dan konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda punya riwayat penyakit jantung,” terang Dr. Tan.

Terlepas dari komentar Dr. Tan, popularitas matcha nampaknya tidak akan segera surut dalam waktu dekat. Menurut riset yang dirilis Grand View Research, pasar matcha global diperkirakan akan mencapai 5,07 miliar dolar AS pada 2025, atau meningkat sebesar 7,6 persen (CAGR) dari tahun 2017, seiring makin banyaknya konsumen yang sadar khasiat matcha.

Baca juga: Cara Membersihkan dan Menyehatkan Paru-paru Secara Alami

Related

Health 7362284914388713687
item