Charles Lutwidge Dodgson, Penulis Paling Jenius Abad ke-19

Charles Lutwidge Dodgson, Penulis Paling Jenius Abad ke-19

Naviri Magazine - Pernah membaca atau setidaknya mendengar novel fantasi berjudul Alice’s Adventures in Wonderland? Penulis novel itu bernama Lewis Carroll. Namun, sebenarnya itu nama samaran. Nama asli sang penulis adalah Charles Lutwidge Dodgson.

Pendeta dan ahli matematika berkebangsaan Inggris, Charles Lutwidge Dodgson, merupakan penulis cerita anak-anak yang sangat terkenal. Dalam karya-karyanya, ia menggunakan nama pena “Lewis Carroll”. Karya Dodgson yang berjudul Alice’s Adventures in Wonderland membuatnya sangat tenar di seluruh dunia.

Charles Lutwidge Dodgson lahir di Daresbury, Cheshire, pada 1832. Ia adalah putra pendeta, bernama Charles Dodgson, yang merupakan seorang vikaris (wakil paus). Setelah menyelesaikan pendidikan di Rugby School, Dodgson melanjutkan studinya di Christ Church College, Oxford, di mana ia memperoleh gelarnya pada 1854.

Pada 1855, Dodgson ditetapkan sebagai dosen bidang matematika di Christ Church College. Pada 1861, Dodgson ditetapkan sebagai pembantu pendeta di Gereja Inggris. Sejak saat itu, ia mulai dikenal sebagai pendeta berpengaruh di Inggris karena profesinya sebagai dosen, yang saat itu sangat dihormati.

Dodgson pertama kali menggunakan nama “Lewis Carroll”—diambil dari kata Carolus Ludovicus, nama Latin-nya sendiri—pada 1865, ketika ia menerbitkan kisah Alice’s Adventures in Wonderland. Ia menulis cerita itu untuk Alice Liddell, putri ketua Christ Church, George Liddell, yang akan melakukan suatu pertunjukkan.

Naskah versi asli Alice’s Adventures in Wonderland, yang ditulis langsung oleh Lewis Carroll, sekarang berada di perpustakaan Widner di Harvard University.

Pada 1871, Carroll menulis lanjutan dari cerita sebelumnya, dengan judul Through the Looking Glass, yang diilustrasikan oleh Sir John Tenniel dari Punch Magazine. Adanya ilustrasi yang sangat baik, ditambah jalan cerita yang menarik, membuat karya Carroll dengan cepat mengambil hati anak-anak yang membacanya.

Pada 1876, Lewis Carroll menerbitkan Hunting of the Snark, yang memperoleh kesuksesan besar di berbagai negara. Karya terakhirnya, Sylvie and Bruno, diterbitkan pada 1889 (bagian pertama) dan 1893 (bagian kedua).

Charles Lutwidge Dodgson terbukti sebagai penulis yang sangat berbakat dan jenius. Ketika Dodgson memakai nama “Lewis Carroll”, yang terus menerbitkan karya-karya fantasi yang banyak disukai anak-anak, ia tetap menerbitkan karya ilmiah dalam bentuk risalah-risalah matematika di bawah namanya sendiri. Dua tema tulisan yang sangat bertentangan, tetapi dapat ditulis dengan sangat baik oleh Dodgson.


Related

Figures 7932971128786406813

Recent

item