Mengenal Endometriosis, Nyeri Haid Parah yang Diderita Wanita

Mengenal Endometriosis, Nyeri Haid Parah yang Diderita Wanita

Naviri Magazine - Wanita yang sedang dalam masa subur akan mengalami siklus haid bulanan. Dalam kondisi normal, haid yang datang setiap bulan tidak menimbulkan masalah berat. Namun, dalam kondisi tertentu, haid yang datang diiringi nyeri yang kadang sampai membuat penderitanya kesakitan. Jika nyeri yang terjadi sangat parah, ada baiknya untuk mewaspadai endometriosis.

Endometriosis adalah penyakit yang diakibatkan pertumbuhan jaringan endometrium di luar endometrium. Normalnya, jaringan endometrium berada di lapis terdalam dari tiga lapis dinding rahim. Namun, saat endometriosis terjadi, jaringan tersebut tumbuh di tempat yang tidak semestinya.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab endometriosis. Namun, terdapat teori yang mengatakan bahwa tiap bulannya, tubuh perempuan melepas hormon untuk penebalan dinding rahim. Reaksi ini merupakan persiapan untuk menerima sel telur yang dibuahi.

Apabila tidak terjadi pembuahan, maka dinding rahim akan luruh dan keluar dalam bentuk menstruasi. Pada kasus endometriosis, darah tetap mengendap, dan tidak bisa keluar karena terletak di luar rahim. Namun, ada pula dugaan bahwa kemunculan endometriosis diakibatkan oleh reaksi imunologi, saat sistem kekebalan tubuh tidak kuat melawan infeksi.

Berdasarkan perkiraan prevalensi gejala umum, endometriosis diderita oleh 10 persen perempuan di dunia, dan sekitar 30-50 persennya menjangkiti wanita dalam masa subur. Dampak yang ditimbulkan penyakit ini tak main-main: bisa membikin infertilitas pada penderitanya.

Apalagi jika ia berbentuk kista endometriosis. Jenis ini merupakan kumpulan darah yang menumpuk dalam kantong cairan. Letaknya tepat di ovarium yang memproduksi sel telur. Keberadaannya dapat mempengaruhi kualitas sel telur yang dihasilkan.

Maka, tak jarang, para penderita endometriosis mengeluhkan haid deras dengan jangka waktu yang lama.

Endometriosis memunculkan rasa sakit pada aktu haid. Rasa sakit serupa juga muncul saat buang air besar dan kecil, serta ketika berhubungan seksual. Tak jarang aktivitas itu juga disertai dengan pendarahan. Terkadang, jika sedang tidak menstruasi, rasa sakitnya seperti dicubit-cubit di perut bagian bawah.

Karena rasa sakitnya ini, para penderita endometriosis seringkali tak bisa melakukan aktivitas saat penyakitnya kambuh. Penelitian Kelechi E.Nnoaham M.D. dkk yang diterbitkan dalam jurnal Fertility and Sterility (Agustus 2011) menilai kerugian ekonomi akibat endometriosis. Sampelnya terdiri dari 1.418 wanita produktif berusia 18-45 tahun dari 16 pusat klinis di 10 negara.

Penelitian tersebut menunjukkan endometriosis terbukti menurunkan produktivitas, karena merenggut 10,8 jam kerja aktif setiap minggunya. Jumlah jam kerja tersebut setara dengan $4 per minggu di Nigeria, dan $456 di Italia.

Biaya untuk mengobati penyakit ini juga tak sedikit. Pengobatan non-operatif dengan obat-obatan membuat pasien setidaknya harus mengeluarkan biaya hingga Rp500 ribu setiap bulan. Adapun penanggulangan dengan suntikan hormonal memerlukan Rp1,5 juta untuk sekali suntik.

Namun, kedua obat tersebut hanya berfungsi untuk mencegah endometriosis agar tidak kambuh, bukan menyembuhkan. Pengobatan jenis ini juga memiliki efek samping menghentikan menstruasi bulanan. Pada beberapa orang, kedua cara ini menyebabkan perubahan mood seketika.

Pengobatan jenis kedua adalah tindakan operasi, yakni mengangkat jaringan endometriosis. Sayangnya, pengobatan jenis ini pun tak memberi garansi kesembuhan bagi pasien, karena endometriosis bisa tumbuh lagi setelah diangkat.

Untuk itu, perlu kontrol secara rutin oleh pasien setelah operasi. Di samping itu, pasien juga memerlukan obat-obatan guna menahan menstruasi sementara, agar endometriosis tak terbentuk lagi. Di tahap ini, pasien masih perlu bersabar untuk meluluskan keinginannya memiliki momongan. Sebab, obat-obat hormonal itu menekan kesuburan sementara waktu.

Baca juga: Ini Penyebab Wanita Lebih Panjang Umur Dibanding Pria

Related

Health 6924877964920605694
item