Fakta-fakta Mencengangkan Seputar Artis K-Pop dan Idol Korea

Fakta-fakta Mencengangkan Seputar Artis K-Pop dan Idol Korea

Naviri Magazine - Korea Selatan telah menjadi negara dengan industri hiburan yang sangat besar, bahkan meraksasa. Bukti hal itu bisa dilihat dari masifnya film, drama, dan musik dari Korea Selatan yang masuk ke berbagai negara di dunia. Satu per satu grup idol diperkenalkan, dan seketika meraih ketenaran. Dan tampaknya Korea Selatan tak pernah berhenti menghasilkan artis.

Padahal, menjadi artis bukan hal mudah di Korea Selatan. Ada 2 hal paling utama yang menentukan layak atau tidaknya seseorang menjadi artis, yaitu skill dan penampilan. Tapi tentu skill tetap nomor 1, karena bagi mereka penampilan bisa diubah sewaktu-waktu.

Para 'calon artis' biasanya dilatih (ditraining) menyanyi, dance, vocal, akting, juga kekompakan sesama member, dan bukan sebulan dua bulan tapi bertahun-tahun, bahkan ada yang sampai 5 tahun lebih, sebelum akhirnya debut menjadi penyanyi. Tentu saja, sebelum menjadi trainee (calon artis), mereka harus melewati 3 tahap audisi.

Umur 'calon artis' yang dicari biasanya antara 12-17 tahun, dengan waktu trainee yang panjang, tapi sesuai dengan hasilnya.

Untuk para trainer, semua kebutuhan ditanggung manajemen. Tapi bila trainer tersebut sudah debut (diorbitkan menjadi artis) biasanya sistem pembagian hasilnya lebih banyak ke pihak manajemen, hitungannya bayar biaya selama si artis di-trainee.

Penyanyi korea yang masih muda-muda (misal grup kpop) disebut idol. Idol Korea dilarang pacaran oleh manajemen mereka, karena akan sangat membahayakan karir mereka. Kalau usia mereka sudah lebih dari 30 tahun, baru diperbolehkan pacaran, itu pun untuk manajemen tertentu.

Grup-grup yang baru debut, disebut rookie group, dan biasanya tidak terlalu digubris orang Korea. Rookie grup biasa debut di acara musik populer di Korea, MNet Countdown, Inkigayo, Music Bank, dan Music Core.

Kalau suatu grup/artis bisa menang 3 award dari acara musik yang populer, mereka disebut Triple Crown.

Artis wajib mengikuti skedul yang sudah dibuat manajemen, selama 24 jam per 7 hari. Karena itu, mereka harus tinggal di dorm/asrama khusus.

Katanya, wajah-wajah Melayu susah kalau mau debut di Korea. Soalnya, orang Korea kurang suka muka Melayu.

Memiliki anak yang menjadi penyanyi adalah harapan hampir 80% orang tua di Korea, karena kesuksesannya pasti luar biasa.

Korean fans terkenal sangat loyal. Mereka rela menghabiskan uang untuk beli CD, poster, dan barang-barang lainnya yang berhubungan dengan idol mereka. CD, kalender, dan merchandise KPOP lain adalah barang yang paling laris di Korea. Produk-produk seperti kosmetik, baju, dll, adalah nomer kesekian buat mereka.

Kebanyakan Korean fans cuma punya 1 fandom/fanbase/fansclub. Paling banyak 2-3, dan mereka konsisten. Kalau dari awal suka dengan satu grup, sampai kapan pun tidak bakal ganti, meski kadang ada pengecualian. Misal fandom awal mereka ELF (fans Super Junior), sampai kapan pun mereka ELF. Kalau suka Shinee juga, misalnya, mereka tidak akan menyebut diri mereka Shawol. Paling kalau sekadar suka, mereka menyebut diri mereka Shinee's fans atau SNSD's fans, bukan fandom! Fandom mereka cuma satu.

Karena konsistenansi itu, walaupun ada artis di hadapan mereka, mereka tidak peduli kalau itu bukan artis idola mereka. Begitu juga dengan K-Drama, mereka cuma mau menonton kalau yang main salah satu dari Kpop grup favorit mereka.

Penjualan album Kpop pasti melonjak kalau lagi comeback. Biasanya, 1 orang fans bisa beli lebih dari 5 CD Kpop yang sama. Alasannya? Karena penjualan album Kpop akan menentukan peringkat Kpop idol favorit mereka di chart, seperti Dosirak, Soribada, dll. Menurut mereka, bukan fans beneran kalau tidak membeli album idol favorite mereka, karena masuk Korean chart sangat penting.

Di Korea, tak cuma anak muda yang suka Kpop. Kalau lagi ada fan-meeting, banyak pula ibu-ibu yang ikut antre.

Orang Korea sangat cinta budaya mereka, dan artis-artisnya diwajibkan mempromosikan apa saja tentang Korea, mulai dari makanan, tempat wisata, dll.

Kalau di SM Entertainment, audisi menuntut skill dan fisik. Sedangkan di JYP Entertainment, selain 2 hal tersebut, nilai raport juga ikut menentukan. Waktu mau audisi di JYP, mereka wajib menunjukan raport mereka, dan harus ranking. Misalnya sudah lolos audisi di JYP, tapi beberapa waktu kemudian nilai raportnya turun drastis, maka akan dapat peringatan. Setelah dapat peringatan dan nilai raport tetap rendah, maka siap-siap dikeluarkan dari JYP.

Di Korea, ada berbagai macam acara teve yang kreatif, dan di situ para artis diminta menunjukkan kebolehannya. Kalau artis tersebut bikin rating acara teve naik, maka di acara-acara lain artis tersebut bakal sering muncul. (Contoh acara teve Korea: We Got Married, Strong Heart, Running Man, Invisible Youth, Star Golden Bell, dll).

Persaingan para idol di Korea sangat ketat. Karena itu mereka sering melakukan operasi plastik, biar tidak kalah saing. Tidak jarang ada artis yang bunuh diri karena tidak mampu bersaing dengan artis-artis lainnya.

SM, JYP, dan YG, termasuk perusahaan yang berpengaruh di Korea, karena artis di bawah manajemen mereka biasanya sukses, dan lonjakan saham mereka juga sedikit banyak mempengaruhi perekonomian Korea.

Ada beberapa manajemen yang mewajibkan artisnya tinggal di dorm, karena padatnya jadwal mereka. Kalau berasal dari luar daerah, mereka harus mau pindah ke Seoul.

Korean fans suka memberi hadiah bintang untuk artisnya, karena menurut mereka bintang itu abadi dan akan selalu diingat.

Korean fans tidak peduli idolnya operasi plastik atau tidak. Menurut mereka, yang penting bagaimana idolnya sekarang, bukan bagaimana dia dulu!

YG Entertainment tidak peduli penampilan seseorang, yang terpenting skill-nya bukan sekadar bagus namun harus luar biasa, dan orang tersebut pekerja keras. (Contoh: CL dan Minzy).

Perbandingan artis yang debut dan artis yang gagal di saat bersamaan adalah 1:10. Maksudnya, jika hari ini ada 1 artis yang debut, berarti di saat yang sama ada 10 artis yang gagal atau dikeluarkan dari manajemennya.

Korean fans tidak ragu untuk mendonasikan uang mereka dalam jumlah besar buat fandom mereka, makanya fandom di sana rata-rata kaya.

Fans artis Korea adalah fans yang sangat posesif. Mereka tidak suka lihat artis idola mereka dekat atau bahkan pacaran sama artis lain. Jika hal itu terjadi, popularitas si artis dan pacarnya (yang juga artis) akan turun drastis. Selain itu, mereka tidak akan tinggal diam, Korean fans bisa menyerang artis mana saja yang berani mendekati artis idola mereka. Karena itu, para artis Korea dilarang pacaran!

Baca juga: Tak Diduga, Ternyata Mayoritas Pria di Korea Selatan Juga Sunat

Related

Entertaintment 3304685860350487447

Recent

item