Google Plus Akan Segera Ditutup Akibat Temuan Bug Berbahaya

Google Plus Akan Segera Ditutup Akibat Temuan Bug Berbahaya

Naviri Magazine - Google Plus adalah media sosial milik Google, yang saat ini cukup populer dan digunakan banyak orang. Namun, Google memutuskan untuk menutup layanan Google Plus, karena dianggap tidak berkembang. Kini, karena temuan adanya bug berbahaya, rencana penutupan Google Plus akan dipercepat.

Google kembali menemukan masalah keamanan siber baru di layanan jejaring sosial mereka, Google Plus. Setelah mengungkap kebocoran data profil penggunanya pada Oktober 2018 lalu, kini perusahaan mengumumkan temuan bug atau celah keamanan baru, yang membuat 52,5 juta data penggunanya bisa dicuri oleh pihak tak bertanggung jawab.

Bug baru ini ditemukan Google pada awal November 2018. Dalam kurun waktu kurang dari satu minggu, tepatnya 7 November hingga 13 November, perusahaan telah memperbaiki dan menutup celah tersebut.

Celah ini mengekspos data pengguna, dan itu bisa diambil oleh pengembang aplikasi yang menggunakan API (application program interface) Google Plus. API itu memungkinkan aplikasi meminta izin untuk melihat informasi profil pengguna, seperti nama, alamat email, pekerjaan, jenis kelamin, ulang tahun, status hubungan, dan usia.

Akibat bug baru, semua informasi itu jadi terekspos, meski pengguna telah mengaturnya tidak untuk publik. Lebih parah lagi, aplikasi dengan akses tersebut juga bisa melihat data profil pengguna Google Plus yang dibagi ke pengguna lain secara privat.

Dilaporkan ada sekitar 438 aplikasi yang bisa mendapatkan akses tersebut. Google menyatakan tidak ada bukti data pengguna mereka disalahgunakan oleh para pengembang aplikasi yang memanfaatkan API Google Plus.

“Kami memahami bahwa kemampuan kami untuk menciptakan produk andal yang melindungi data Anda mendorong kepercayaan pengguna,” tulis perusahaan dalam blog resminya.

“Kami selalu menganggap masalah ini serius dan kami akan terus berinvestasi dalam program privasi kami untuk menyempurnakan proses tinjauan privasi internal, membuat kontrol data yang kuat dan melibatkan pengguna, peneliti dan pembuat kebijakan untuk mendapatkan umpan balik dan meningkatkan program kami. Kami tidak akan pernah menghentikan pekerjaan kami untuk membangun perlindungan privasi untuk semua orang,” lanjut Google.

Gara-gara temuan bug baru ini, Google kemudian mempercepat jadwal penutupan layanan Google Plus, dari Agustus 2019 menjadi April 2019. Perusahaan induk Alphabet ini juga menutup API Google Plus dalam kurun waktu 90 hari ke depan.

Baca juga: Rahasia Mencengangkan di Balik Captcha Buatan Google 

Related

News 7220823774796675097

Recent

item