Mengapa Hoax dan Berita Bohong Sering Muncul di Internet

Mengapa Hoax dan Berita Bohong Sering Muncul di Internet

Naviri Magazine - Akrab dengan internet dan dunia maya serta media sosial, artinya juga memiliki kesempatan untuk terpapar berita bohong atau hoax. Kenyataannya, selama ini telah banyak hoax bertebaran di mana-mana, dan bisa jadi kita ikut menyebarkannya. Mungkin kita tidak tahu itu hoax, mungkin pula karena kita anggap kabar itu bagus untuk disebarkan, namun ternyata cuma kebohongan.

Faktanya, banyak orang yang mudah tertarik pada berita-berita tertentu, yang belakangan terungkap ternyata hoax.

Mengapa kita menyukai hoax atau kabar bohong? Riset yang dilakukan oleh Robert Feldman, psikolog dari University of Massachusetts, menunjukkan bahwa kebohongan memiliki keterkaitan dengan kepercayaan diri. Saat kepercayaan diri terancam, seseorang akan dengan mudah berbohong.

Riset Feldman ini dimuat dalam Journal of basic and Applied Psychology. Setidaknya 60 persen dari orang yang diriset oleh Feldman, berbohong dalam setiap perbincangan yang dilakukan. Hal serupa juga terjadi pada internet, kita kerap menambahi kabar yang belum pasti dengan kebohongan, sehingga menghasilkan hoax berantai.

Feldman menyebut orang kerap berbohong secara refleks ketika berbicara, mirip dengan perilaku membual. Kita bisa menemukannya dalam praktik hidup sehari-hari, terutama pada kabar-kabar yang menurut kita menarik.

Dalam broadcast BBM atau WhatsApp, atau postingan berita di media sosial, komentar adalah sikap personal yang kadang ditelan sebagai kebenaran. Menambahkan detail yang tidak ia ketahui supaya dianggap paham atau mengerti sebuah subjek berita.

Kebohongan, menurut Feldman, lahir karena banyak orang yang ingin diterima dan membuat orang lain terkesima padanya. Kita membuat dan menyebar kebohongan agar diterima, dan membuat orang lain menjadi suka.

Sayangnya, penelitian Feldman ini hanya terbatas pada 121 pasangan responden, dan tak bisa menjadi representasi populasi masyarakat saat ini. Namun, kolumnis The Daily Dot, Cabell Gathman, punya pendapat lain kenapa di era media sosial kita gemar menyebarkan kebohongan.

Menurut Cabell, saat ini banyak orang di media sosial tak lagi membaca konten yang mereka bagikan. Orang-orang di media sosial kerap hanya membaca judul yang mereka pikir benar. Ini bisa dilihat dari beberapa berita yang kadang judul dan isinya tak berkaitan, tetapi ketika dibagikan orang cenderung berkomentar tentang judulnya saja.


Related

Internet 3953314057664630988
item