Mengenal Jenis-jenis Hernia, dan Panduan Mengatasinya

Mengenal Jenis-jenis Hernia, dan Panduan Mengatasinya

Naviri Magazine - Di kalangan masyarakat, sering ada orang yang mengingatkan, “Hati-hati, jangan angkat berat-berat. Nanti turun berok!” Kalimat itu biasanya ditujukan untuk kaum pria yang bekerja berat mengangkat benda-benda berukuran besar atau berat. Meski, sebenarnya, turun berok tidak hanya menyerang kaum pria.

Apa sebenarnya turun berok itu?

Turun berok dalam istilah medis dikenal sebagai hernia. Istilah turun berok lebih banyak dipakai untuk menunjukkan sakit di bagian perut bawah (berok).

Hernia atau turun berok adalah keluarnya organ usus dari tempat seharusnya. Penjelasan sederhananya, usus melorot lewat lubang locus minoris. Jika ada tekanan besar, usus bisa 'brojol' melalui lubang tersebut.

Sebenarnya, tak hanya pria yang doyan angkat barang berat saja yang bisa terkena hernia, anak-anak dan wanita pun bisa mengalaminya.

Bagaimana usus bisa melorot? Setidaknya ada dua hal yang menjadi penyebabnya.

Pertama, karena dinding penahan ususnya lemah. Lemahnya dinding penahan ini bisa disebabkan beberapa hal, misalnya karena sudah tua, punya penyakit diabetes (kencing manis), dan penyakit sistemik seperti SLE.

Kedua, karena adanya tekanan yang besar sehingga usus turun ke bawah. Hal ini banyak dialami oleh pekerja berat yang terbiasa mengangkat barang berat. Karena proses mengangkat ini memakai 'ngeden', maka kekuatan usus bisa melemah.

Hernia bisa juga terjadi pada orang yang mengalami penyakit batuk kronis, sembelit, kegemukan, atau pada wanita hamil.

Pada turun berok yang ringan, usus yang turun bisa masuk lagi ke perut jika dalam posisi tidur. Tapi kalau sudah parah, usus tidak bisa masuk lagi ke perut. Kalau usus sudah terjepit, usus tidak mendapat suplai darah dan akhirnya membusuk.

Seperti dikutip dari Medicinenet, jenis-jenis hernia terdiri dari:
  • Hernia inguinal, lebih banyak terjadi pada pria, karena perbedaan perkembangan bayi laki-laki di dalam rahim.
  • Hernia femoral, yaitu apabila sebagian usus menonjol pada bagian atas paha, biasanya terjadi lebih banyak pada wanita.
  • Hernia umbilikal, paling umum terjadi pada kalangan anak-anak.
  • Hernia insisional, biasa terjadi setelah proses operasi.
  • Hernia hiatus, menyebabkan bagian atas perut naik ke atas bagian dada.

Hernia dapat terjadi pada bayi, anak, sampai orang dewasa, dan orang tua. Pada bayi dan anak, hernia disebut hernia herediter (bawaan lahir), sementara pada orang dewasa dan orang tua disebut hernia acquired.

Gejala pertama yang dirasakan adalah rasa berat di lipatan paha yang timbul saat tekanan dalam perut meningkat, seperti saat mengejan, batuk, atau mengangkat beban berat. Gejala selanjutnya adalah penonjolan di daerah tersebut saat tekanan perut meningkat, dan hilang saat tekanan hilang.

Umumnya, penderita sering mengeluh adanya benjolan yang tidak menyakitkan namun cukup mengganggu, tergantung seberapa besar benjolan tersebut. Semakin lama benjolan tersebut dibiarkan, maka semakin turun, dan pada pria bisa masuk sampai kantong kemaluan (scrotum).

Satu-satunya cara untuk menyembuhkan penyakit hernia adalah dengan jalan operasi untuk mengembalikan usus ke tempat semula, dan menutup lubang yang tidak normal.

Pada hernia yang sudah sangat parah, operasi harus segera dilakukan, agar usus yang terjepit tidak perlu dipotong. Umumnya operasi berlangsung 1 jam, dan pasien dapat pulang dua hari setelah operasi.

Tapi kalau keadaannya tidak terlalu parah, penyembuhan dapat dilakukan dengan pemijatan. Bagian anggota tubuh yang diberi pijatan antara lain pinggang, pantat, tungkai atas belakang dan depan, perut, dan lipat perut.

Tekanan dan gosokan pada saat memijat dimaksudkan untuk mengembalikan posisi kantong kencing, serta untuk menarik urat-urat penyangga, supaya kembali kencang. Namun, biasanya pijatan hanya dapat mengembalikan usus yang terperangkap ke rongga perut, dan tidak dapat menutup lubang akibat usus yang sudah 'brojol' sangat parah.

Jika hernia parah dipaksakan untuk dipijat, bisa menyebabkan pembengkakan bahkan melukai isi hernia. Jika hernia sudah membengkak, akan sulit dimasukkan lagi menuju rongga perut. Selain itu, pembengkakan juga bisa menimbulkan risiko infeksi, dan akhirnya dinding usus jebol.

Baca juga: Minyak Zaitun Ternyata Manjur untuk Mengatasi Disfungsi Ereksi

Related

Health 6373235766711823467

Recent

item