Kerumunan-kerumunan Orang Dalam Jumlah Terbesar di Dunia

Kerumunan-kerumunan Orang Dalam Jumlah Terbesar di Dunia

Naviri Magazine - Kira-kira, seberapa banyak orang yang mampu dikumpulkan dalam sebuah acara? Berbagai acara, dari konser musik sampai acara sakral keagamaan, biasanya akan didatangi banyak orang, terlepas acara itu berbayar atau gratisan. Dalam hal itu, kira-kira berapa banyak orang yang bisa dikumpulkan?

Jawabannya tentu beragam. Ada acara yang mampu mendatangkan banyak orang, ada pula yang hanya mampu mengumpulkan sedikit orang. Namun, di dunia ini ada acara-acara yang pernah mendatangkan orang dalam jumlah luar biasa besar. Bukan hanya ribuan, tapi jutaan orang. Berikut ini uraiannya.

Acara ziarah Kumbh Mela, yang diadakan di negara bagian Uttar Pradesh di India Utara, dihadiri sekitar 30 juta peziarah Hindu pada 2013. Karena banyaknya jumlah massa, ziarah Kumbh Mela yang diadakan setiap 12 tahun sekali itu diakui UNESCO sebagai ziarah keagamaan terbesar di dunia. Populasi rakyat India pada 2013 tercatat sebesar 1,27 miliar jiwa.

Festival Arbain di Irak pada 2017 diperkirakan dihadiri massa hingga 17 juta jiwa. Acara yang dipusatkan di Kota Karbala ini untuk memperingati kematian Husain bin Ali, cucu Nabi Muhammad.

Di India bagian selatan, sekitar 15 juta orang turun ke jalanan Kota Chennai untuk menghadiri pemakaman CN Annadurai, seorang politisi Tamil Nadu pada 1969. Pemakaman ini dicatat oleh Guinness Book of Records pada tahun 1984 sebagai acara pemakaman terbesar di dunia.

Annadurai berjasa menjadikan bahasa Tamil sebagai bahasa resmi India selatan, menggantikan bahasa Hindi. Ia adalah menteri pertama negara bagian Tamil Nadu selama 20 hari, sebelum akhirnya meninggal dunia. Negara bagian Tamil Nadu sebelumnya bernama Madras.

Pemakaman Sayyid Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989 di Iran juga dibanjiri jutaan orang. Situs resmi Imam Khomeini menyatakan lebih dari 10 juta orang menghadiri pemakaman tokoh revolusi Iran itu di Teheran. Chicago Tribune memperkirakan 2,5 juta orang hadir.

Saat Paus Fransiskus mengunjungi Manila, Filipina, pada 2015, ada enam juta orang yang berkerumun menyambut kedatangan Paus. Jumlah ini mengalahkan rekor sebelumnya yang pernah diukir oleh Paus Yohanes Paulus II pada 1995. Saat itu, dalam misa Minggu memperingati Hari Pemuda Sedunia, dihadiri sekitar lima juta orang.

Kerumunan yang jumlahnya lima juta jiwa juga terjadi saat warga Mesir menghadiri pemakaman mantan presiden Mesir, Gamal Abdel Nasser di Kairo, pada 1970.

Tindakan invasi Amerika Serikat ke Irak pada 2003 menggerakkan tiga juta orang turun ke jalanan Kota Roma. Mereka menentang aksi invasi tersebut. Angka tiga juta pernah tercatat di Mekkah, Arab Saudi, saat umat Islam menunaikan ibadah haji pada 2012.

Revolusi Mesir 2011 mengumpulkan sekitar 500.000 orang yang memadati Alun-Alun Tahrir di Kairo. Mereka menuntut Husni Mubarak lengser dari kursi presiden, yang telah didudukinya sejak 1981.

Di Hong Kong pada 2014, lebih dari 100.000 warga berdemonstrasi menuntut hak untuk memilih pemimpin tertinggi Hong Kong tanpa intervensi Beijing. Peristiwa ini dikenal sebagai Gerakan Payung 2014.


Related

World's Fact 2753588227083592951
item