Kisah Para Miliuner Terkenal Dunia Saat Masih Berusia 20-an

 Kisah Para Miliuner Terkenal Dunia Saat Masih Berusia 20-an

Naviri Magazine - Bill Gates, Steve Jobs, juga Mark Zuckerberg, adalah beberapa contoh orang yang terkenal di dunia—bukan hanya karena kaya-raya, tapi juga karena memiliki pengaruh besar di bidang teknologi.

Dunia saat ini tidak bisa dilepaskan dari mereka. Komputer tidak bisa dilepaskan dari Bill Gates, teknologi ponsel tidak bisa dilepaskan dari Steve Jobs, sementara media sosial tidak bisa dilepaskan dari Mark Zuckerberg.

Melihat mereka sekarang, dengan segala kesuksesan dan kekayaannya, kita mungkin bertanya-tanya, seperti apa mereka ketika masih muda, setidaknya saat berusia 20 tahunan? Apa rahasia mereka, hingga menjadi sosok-sosok hebat seperti sekarang?

Ternyata, mereka tidak menghabiskan masa mudanya untuk bersenang-senang. Mayoritas sudah bekerja keras, ambisius, dan punya impian besar. Lebih lengkap, berikut ini uraiannya.

Larry Page dan Sergey Brin

Larry Page dan Sergey Brin adalah pendiri Google yang sekarang berstatus mesin pencari online terpopuler di dunia. Pada usia 20-an tahun, mereka sama-sama masih berstatus mahasiswa Phd di Stanford University.

Di Stanford pula, cikal bakal Google diotaki Brin dan Page. Domain Google didaftarkan pada 15 September 1997.

Masih berstatus sebagai mahasiswa di Universitas Stanford, Page dan Brin memang belum bisa menyewa kantor yang layak untuk Google. Sehingga mereka menyewa garasi milik Susan senilai USD 1.700 per bulan. Namun akhirnya, Google kini sukses luar biasa.

Steve Jobs

Masa muda Steve Jobs dipenuhi pengalaman unik. Jobs masuk sekolah menengah Cupertino Junior High dan Homestead High School di Cupertino, California.

Di Homested, dia berkenalan dengan tetangganya, Bill Fernandez, yang sama-sama tertarik mengutak atik perangkat elektronik. Fernandez pula yang memperkenalkannya pada Steve Wozniak, pria yang akhirnya mendirikan Apple bersama Jobs.

Lulus SMA di 1972, Jobs masuk Reed College di Portland. Namun karena mahalnya biaya, Jobs memutuskan drop out hanya dalam waktu 6 bulan. Dia kemudian menghabiskan waktu belajar kaligrafi.

Tahun 1974, Jobs bekerja menjadi teknisi di perusahaan game Atari, Inc. Dan pada tahun 1976, Jobs mendirikan Apple bersama Steve Wozniak di garasi rumahnya. Bermula dari awal yang sederhana, kini Apple termasuk perusahaan paling bernilai di dunia.

Bill Gates

Pada usia 20-an tahun, Gates memutuskan drop out dari Harvard University. Dia ingin membangun kerajaan bisnis software bersama Paul Allen.

"Saya kira drop out kuliah bukan ide yang bagus. Saya senang bisa menempuh kuliah meski hanya dua setengah tahun. Saya melengkapi beberapa kuliah dengan kursus online," kata Gates dalam sebuah pidato di Universitas Chicago.

Kala umurnya baru menginjak 22 tahun, Gates pernah ditangkap polisi karena ngebut melebihi batas kecepatan di Albuquerque, New Mexico, pada bulan December 1977. Ia memang belum punya SIM kala itu.

Pilihan Bill Gates untuk drop out memang tepat baginya. Ia fokus mengembangkan Microsoft, yang kemudian berjaya sebagai produsen software komputer terbesar di dunia.

Michael Dell

Ketika masih berstatus sebagai mahasiswa di University of Texas, Austin, Michael Dell sudah merintis bisnisnya. Dia menciptakan sebuah perusahaan bernama PC'S Limited dari kamar asramanya.

Perusahaan tersebut menjual komputer PC IBM. Dia kemudian memutuskan untuk drop out kuliah, dan fokus mengembangkan bisnis setelah mendapat investasi pendanaan senilai USD 300 ribu dari keluarganya.

Michael Dell turut berperan besar dalam revolusi komputer PC di dekade 1990-an. Pada tahun 1985, PC'S Limited menciptakan komputer pertamanya, yang dinamakan Turbo PC, dan dijual senilai USD 795.

PC'S Limited mengiklankan Turbo PC di berbagai media, dan menjualnya secara langsung pada konsumen. Konsumen pun bisa memilih berbagai opsi hardware di komputer yang dibeli.

Perusahaan Michael Dell mencapai sukses besar, dan meraup pendapatan sampai USD 73 juta pada tahun pertama operasionalnya.

Mark Zuckerberg

Mark Zuckerberg sudah menjadi jutawan pada masa mudanya, di umur 23 tahun, berkat kesuksesan Facebook. Dia merintisnya ketika masih kuliah di Harvard University jurusan ilmu komputer.

Pada tahun keduanya di universitas, dia menulis aplikasi bernama Facemash. Aplikasi ini memungkinkan antar pelajar menilai tingkat kemenarikan mahasiswa lain. Karena dinilai melanggar aturan, aplikasi ini kemudian ditutup.

Kemudian, bersama mahasiswa lainnya, Eduardo Saverin, Anderw McCollum, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes, Zuckerberg menciptakan Facebook dari kamar asramanya. Facebook populer dengan cepat.

Tahun 2007, Facebook menjadikan Zuckerberg sebagai miliuner muda. Markasnya sudah berada di Palo Alto, California, pusat teknologi Amerika Serikat.

Baca juga: Pelajaran dari Steve Jobs: Tentang Uang, Hidup, dan Pekerjaan

Related

Figures 9045811737856112895
item