Kontroversi Kanye West dan Ben Affleck Soal Perbudakan di AS

Kontroversi Kanye West dan Ben Affleck Soal Perbudakan di AS

Naviri Magazine - Kanye West tidak hanya dikenal sebagai penyanyi rap terkenal di Amerika, tapi juga sosok yang kontroversial. Pasalnya, dia sering melontarkan pernyataan-pernyataan yang kadang membuat orang bingung atau tersinggung. Mulutnya yang spontan dan meledak-ledak jadi salah satu ciri khasnya yang menonjol.

Teranyar, dalam sesi wawancara langsung dengan TMZ, sebuah portal berita selebriti, komentar West kembali memancing polemik.

Dia bilang begini, "Kau dengar tentang perbudakan (terjadi) selama 400 tahun. 400 tahun? Itu terdengar seperti sebuah pilihan," seloroh West. Pemandu acara pun langsung membisu.

Obrolan West di TMZ mulanya berjalan normal. Ia berceloteh tentang banyak hal, mulai dari kesehatan mental, keluarga hingga kesenian. Lalu sampailah West pada topik panas: perbudakan orang kulit hitam di Amerika Serikat. Ia mengatakan: " Anda mendengar bahwa perbudakan berlangsung selama 400 tahun. 400 tahun? Itu seperti pilihan."

Perbudakan adalah sesuatu yang sensitif di AS, terutama bagi kalangan kulit hitam. Kenyataan bahwa Kanye West adalah orang kulit hitam makin membuat publik heran, kenapa pernyataan seperti itu bisa keluar dari mulutnya.

Will.I.Am, sesama musisi dan pentolan Black Eyed Peas, angkat bicara menanggapi ocehan Kanye West.

"Anda tidak bisa memilih untuk diperbudak atau tidak. Ketika Anda jadi budak, Anda tak bisa mengakses pendidikan. Itu bukan pilihan, itu paksaan," kata Will.I.Am ketika menjadi bintang tamu di Good Morning Britain.

"Saya mengerti kebutuhan atas kebebasan berpendapat, namun bila pandangan Anda tidak berdasar, itu hanya akan membuat pihak lain sakit hati, terutama yang masih dalam kondisi tersebut," ujar Will.I.Am dilansir dari BBC.

Kanye West pun dirundung warganet sedunia. Salah satu anggota parlemen Nigeria, Shehu Sani, bahkan menawari West tur gratis ke kamp-kamp bekas perbudakan yang ada di Afrika.

Dilansir dari CNN, sebuah stasiun radio di Detroit, AS turut menarik lagu-lagu Kanye West, menyusul ucapan West yang kontroversial. Tidak lupa tagar #IfSlaveryWereAChoice bertebaran di Twitter, menunjukkan aksi protes.

Melalui akun Twitternya, Kanye West berusaha menjelaskan maksud pernyataannya. "Agar lebih jelas, tentu saja saya tahu para budak tidak dibelenggu dan dimasukkan ke kapal karena keinginan mereka sendiri. Maksud saya adalah, ketika kita terus diperbudak sementara jumlah kita sebenarnya banyak, maka artinya mental kitalah yang diperbudak."

Topik sensitif

Artis yang dikecam karena membuat pernyataan tentang perbudakan bukan cuma West. Pada September 2014, aktor Ben Affleck berusaha mengintervensi dapur redaksi program acara Finding Your Roots, yang disiarkan di stasiun TV Public Broadcasting Service (PBS).

Bintang film Justice League, Batman vs Superman, dan Daredevil ini tak ingin fakta bahwa nenek moyangnya pernah punya budak kulit hitam terekspos di muka umum. Dilansir dari The Guardian, kakek buyut Affleck mendapat warisan budak kulit hitam dari leluhur, Benjamin L. Cole, yang tutup usia pada 1858.

Harga budak-budak peninggalan Cole cukup cukup mahal kala itu. Seorang budak kulit hitam bernama Cuffey dihargai 500 dolar, Henry dan James masing-masing 1.000 dolar, Robert dan Becky senilai 600 dolar. Catatan rinci harga budak-budak tersebut masih tersimpan rapi dalam arsip pengadilan Chatham County. Sesuai arsip Sensus Amerika Serikat 1850, leluhur Afflect total punya 25 budak.

"Saya tak ingin acara televisi tentang keluarga saya mengungkit-ungkit seorang pemilik budak," kata Affleck di sebuah postingan Facebook pada 21 April 2015. "Saya malu. Pikiran [bahwa moyang saya memiliki budak] meninggalkan kesan yang tidak mengenakkan buat saya.”

Baca juga: Kendall Jenner Jadi Model Termahal Dunia, Bayarannya Rp328 Miliar

Related

History 1122142612699650337

Recent

item