Tak Terduga, Ini Manfaat Mengonsumsi Matcha dan Teh Hijau

Tak Terduga, Ini Manfaat Mengonsumsi Matcha dan Teh Hijau

Naviri Magazine - Teh hijau, sebagai salah satu minuman terkenal, sudah lama diketahui memiliki banyak manfaat. Dari penelitian satu ke penelitian lain, manfaat mengonsumsi teh hijau semakin terkuak, khususnya dalam menurunkan tingkat risiko kanker hingga membantu menurunkan berat badan. Seiring dengan itu, muncul pula penelitian terkait matcha, yang sekilas mirip teh hijau.

Baru-baru ini, sejumlah peneliti dari Universitas Salfrod di Inggris Raya, Gloria Bonuccelli, Federica Sotgia dan Michael P. Lisanti, menemukan bahwa matcha dalam konsentrasi yang rendah dapat menghambat penyebaran sel kanker, utamanya sel kanker payudara.

“Dengan menggunakan fenotipe metabolik, kami menemukan bahwa teh tersebut dapat menekan metabolisme mitokondria oksidatif,” jelas Lisanti. “Dengan kata lain, [matcha] mencegah sel kanker untuk ‘hidup kembali’, sehingga sel-sel [kanker] tersebut tidak aktif dan kemudian mati.”

Riset yang dipublikasikan pada 23 Agustus 2018 di jurnal Aging itu juga menuliskan bahwa hasil temuan mereka konsisten dengan anggapan bahwa matcha “mungkin memiliki potensi terapeutik yang signifikan, dengan memediasi pemrograman ulang metabolik sel-sel kanker.”

Temuan ini meningkatkan kemungkinan bahwa matcha dapat digunakan sebagai pengganti obat-obatan kimia seperti rapamycin.

Masih dari riset yang sama, sifat anti-kanker dari teh hijau atau komponennya memang sering diteliti dalam beberapa tahun terakhir. Riset-riset tersebut melaporkan bahwa teh hijau memang efektif mencegah atau mengobati beberapa jenis tumor.

Beberapa riset juga menyebutkan bahwa salah satu komponen utama antioksidan dari teh hjiau, yakni epigallocatechin gallate (EGCG), mampu menekan karakter sel-sel kanker seperti sel induk (CSCs) dalam berbagai model seluler. Tak heran jika matcha memiliki sifat serupa, mengingat keduanya berasal dari jenis tanaman yang sama.

Penelitian mengenai khasiat anti-kanker teh hijau sesungguhnya telah berjalan cukup lama. Sejumlah peneliti dari Universitas Saga dan Universitas Saitama, Jepang, misalnya, telah meneliti keterkaitan antara EGCG dan kanker dan ekstrak teh hijau sejak 1983. Hasilnya cukup menjanjikan: teh hijau dapat mengurangi insiden kanker dan menunda serangan kanker.

Yang lebih menggembirakan, teh hijau juga memiliki sejumlah dampak positif lain terhadap kesehatan. Dalam “Beneficial effects of green tea—a review” (2006), Wolfram S. menjelaskan bahwa teh hijau punya potensi mengontrol berat badan, melindungi kulit dari sinar ultraviolet, hingga mengurangi risiko penyakit kardiovaskular atau jantung. Hal ini, lagi-lagi, disebabkan oleh faktor kandungan EGCG.

Baca juga: Cara Sehat Mengonsumsi Nutrisi dan Minuman Kesehatan

Related

Health 6370287089921800072
item