Matcha dan Teh Hijau, Minuman Sehat yang Kini Jadi Tren Dunia

Matcha dan Teh Hijau, Minuman Sehat yang Kini Jadi Tren Dunia

Naviri Magazine - Selama ini, kopi mungkin memiliki popularitas yang jauh lebih tinggi dibanding teh. Kenyataannya di mana-mana ada kedai kopi, dan aktivitas minum kopi jadi sesuatu yang ngetren.

Namun, kini popularitas kopi tampaknya akan disaingi secara ketat oleh teh, minuman lain yang sebenarnya juga sudah populer di dunia. Apalagi belakangan ada penelitian yang menyebut bahwa matcha dan teh hijau dapat membantu mengurangi risiko kanker.

Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas matcha meroket pesat di seluruh dunia. Kini hampir mustahil untuk tidak menemukan minuman atau makanan pencuci mulut berbasis matcha di kafe atau restoran ternama.

Di Sydney, Australia, misalnya, ada banyak kafe yang menawarkan berbagai menu minuman olahan matcha. Salah satu yang paling populer adalah Oh! Matcha, gerai kafe yang memang khusus menjual menu-menu berbahan dasar matcha. Oh! Matcha selalu padat pengunjung di jam-jam makan siang atau makan malam.

Di New York, Amerika Serikat, Anda hanya butuh berjalan beberapa blok untuk menemukan kafe yang memiliki spesialisasi dalam olahan matcha. Padahal, tiga tahun lalu, jarang ada cafe yang menyediakan teh matcha yang enak di megapolitan tersebut.

“Ketika kami pertama kali membuka kafe di West Village, kami tidak mengharapkan matcha menjadi produk andalan kami,” kata Michelle Puyane, pemilik Chalait, jaringan kafe yang menawarkan merek tehnya sendiri, seperti dikutip dari Financial Times. “Kini, matcha ada di sampul majalah, selebritas membicarakannya, dan bisa ditemukan di mana-mana.”

Demikian pula di Indonesia. Di kafe-kafe atau tempat makan ternama seperti Starbucks atau Dunkin’ Donuts, Anda akan menjumpai pilihan menu minuman berbahan dasar matcha. Nama sejumlah produk yang Anda temui bisa jadi bukan matcha, melainkan green tea atau teh hijau, meski rasanya mirip.

Matcha dan teh hijau memang bersaudara. Seperti dilansir dari laman Healthline, keduanya berasal dari tanaman jenis Camellia sinensis. Namun, matcha dibudidayakan dengan cara yang berbeda dari teh hijau. Tanaman ini ditutupi sekitar 20 hingga 30 hari sebelum dipanen, untuk mencegah paparan langsung sinar matahari.

Proses tersebut akan menstimulasi peningkatan kadar klorofil, yang mengubah warna daun menjadi hijau gelap, serta meningkatkan produksi asam amino. Setelah panen, batang dan urat daun dipisahkan dari daunnya. Daun tersebut kemudian ditumbuk menjadi bubuk berwarna hijau terang, yang dikenal sebagai matcha.

Artinya, ketika mengonsumsi matcha, sesungguhnya Anda sedang mengonsumsi keseluruhan daun tehnya. Penyajian Matcha berbeda dengan teh hijau, yang menghilangkan daun teh dan hanya menyajikan hasil air hasil seduhan daun teh.

Oleh karenanya, matcha mengandung sejumlah substansi yang lebih tinggi dibandingkan teh hijau, termasuk kandungan kafein dan anti oksidan. Secangkir matcha yang terbuat dari setengah sendok teh bubuk matcha secara umum mengandung kafein sebanyak 35 miligram. Kandungan ini sedikit lebih banyak dibandingkan teh hijau yang biasa.

Baca juga: Mengenal Kafein, dan Cara Sehat Dalam Mengomsumsinya

Related

Health 404243331542192353
item