Orang-orang yang Menjalin Cinta dengan Pacar Bukan Manusia

 Orang-orang yang Menjalin Cinta dengan Pacar Bukan Manusia

Naviri Magazine - Memiliki hubungan dengan seseorang tentu menyenangkan. Tapi bagaimana pun selalu ada kemungkinan kita akan kecewa. Misal, saat kita ingin ketemu, dia sedang sibuk atau sedang ada acara bersama teman-temannya. Saat kita janjian, dia tidak datang dengan berbagai alasan. Di luar itu, ada kemungkinan pasangan kita selingkuh dengan orang lain, bersikap kasar pada kita, dan lain-lain.

Intinya, seindah apa pun, menjalin hubungan dengan seseorang rentan membuat kita mengalami kekecewaan. Latar belakang itulah yang lalu melahirkan gim (game) khusus yang dirancang untuk siapa pun yang ingin menjalin hubungan, tapi tidak perlu khawatir dikecewakan. Karena yang menjalin hubungan dengannya bukan manusia, melainkan sosok yang hanya ada dalam gim.

Dalam sejarahnya, gim romantis dengan konsep kencan itu lahir pada 1980.

Mulanya, karakter utama adalah laki-laki yang mengejar karakter perempuan. Pada 1994, perusahaan gim Jepang, Koei, memutuskan tradisi itu dengan membuat gim romansa pertama untuk perempuan, berjudul Angelique.

Pebisnis asal Jepang, Nanako Higasji, dan suaminya, Yuzi Tsutani, melihat peluang pasar ini, dan memanfaatkan euforia industri gim Jepang dengan baik. Perusahaannya, Voltage, menjadi salah satu studio gim terkemuka dunia dalam hal permainan interaksi romantis berbasis ponsel.

Saat ini, Voltage telah membuat 88 gim dengan tema percintaan untuk perempuan, dan telah dimainkan lebih dari 50 juta pengguna. Industri gim Jepang merupakan kedua terbesar di dunia. Berdasarkan laporan dari Global Games Market Report, industri gim ponsel Jepang meraih pendapatan senilai 6,5 miliar dolar.

Apa yang membuat para perempuan Jepang demikian sayang dan jatuh cinta dengan karakter gim mereka? Ini disebabkan karakter gim tadi bisa berinteraksi layaknya pacar manusia. Mereka akan memberimu pesan, mengingatkan janji berkencan, dan interaksi lain yang kadang tidak didapatkan dari pacar manusia.

Manusia-manusia urban yang terasing dari interaksi manusia, menemukan kedamaian dan pesona dari pacar virtual yang mampu memenuhi kebutuhan afeksi secara tuntas.

Seorang profesor diplomasi publik dari Kyoto University, Nancy Snow, mengungkapkan bahwa perubahan norma sosial berpengaruh pada penurunan hubungan antara laki-laki dan perempuan.

Berkurangnya pendapatan membuat kaum Adam di Jepang merasa kurang percaya diri untuk menarik perhatian perempuan. Terutama saat ingin mendekati perempuan karir atau yang sudah mapan secara finansial.

Sementara, perempuan Jepang menilai hidup sendiri atau tanpa pasangan hidup jauh lebih bermanfaat. Terutama bagi perempuan yang sedang berkarir. Bagi kaum Hawa di Jepang, menikah adalah “kuburan” bagi karir mereka. Karir yang sudah susah payah dibangun sejak awal bisa hancur karena sebuah keputusan untuk menikah. Gim romantik ini menghadirkan kebutuhan yang mungkin tak bisa dipenuhi oleh manusia tadi.

Pacar virtual memiliki kelebihan seperti ia tak akan memukul, mengecewakan melalui kata-kata kasar, atau meninggalkan saat sayang-sayangnya. Pacar virtual juga tidak akan peduli agama atau suku. Karena pacar virtual selalu memenuhi kebutuhan tanpa pandang bulu.

Baca juga: Benarkah Parfum Pheromone Bisa Menarik Hati Lawan Jenis?

Related

Technology 3343524571502224406
item