Misteri Black Death, Wabah Maut yang Nyaris Menghancurkan Eropa

Misteri Black Death, Wabah Maut yang Nyaris Menghancurkan Eropa

Naviri Magazine - Pada abad ke-14, Kerajaan Majapahit di Nusantara sedang mencapai masa keemasannya. Di Asia Tengah, derap kuda pasukan Mongol menghantui banyak negara, sementara Kerajaan Ottoman semakin jaya. Pada masa itu pula, sebuah wabah yang sangat mematikan terjadi di kawasan Eropa. Wabah itu dikenal dengan nama Black Death atau Kematian Hitam.

Black Death merupakan wabah penyakit paling mematikan sepanjang sejarah manusia. Wabah ini menyebar dengan cepat di benua Eropa pada tahun 1348 sampai 1350. Lalu, apa penyakit yang menyebabkan epidemi seperti itu?

Wabah penyakit yang menyebabkan teror itu adalah wabah pes dan radang paru, yang disebabkan oleh bakteri Yersinia Pestis. Wabah ini diduga menyebar pertama kali di Asia, tepatnya di daerah China, pada tahun 1346.

Bakteri yang terdapat pada tikus ini kemudian dibawa oleh kutu tikus, dan sialnya kutu ini merupakan parasit yang bisa hidup di tubuh manusia. Akibatnya, jika manusia terjangkit kutu ini, ia akan mengalami radang paru. Orang-orang yang sakit ini merupakan pedagang-pedagang yang akan kembali ke Eropa, jadi wabah ini telah menyebar di kapal, dan ditularkan melalui udara.

Beberapa kisah menceritakan, di Crimea, suatu pusat perdagangan di China, diserbu oleh kelompok Mongol. Kelompok ini kemudian membuang jenazah yang terinfeksi penyakit ke tengah keramaian. Pedagang-pedagang dari Eropa yang terjangkit inilah yang membawa penyakit ke Eropa dan menimbulkan wabah terburuk.

Black Death telah membuat populasi dunia berkurang dari sekitar 450 juta jiwa menjadi sekitar 350-375 juta jiwa pada tahun 1400. Eropa membutuhkan 150 tahun untuk memulihkan populasinya yang berkurang drastis itu.

Black Death dikategorikan menjadi tiga tipe wabah, karena selama berlangsung ditemukan gejala-gejala yang berbeda. Wabah tersebut adalah pes, infeksi paru-paru, dan infeksi darah, yang paling mematikan dari ketiga jenis wabah tersebut.

Seperti yang sudah disebut tadi, wabah ini disebabkan oleh bakteri Yersinia Pestis yang dibawa oleh tikus hitam (Rattus rattus), dan menyebar oleh kutu yang hidup di tikus tersebut. Manusia yang terjangkit oleh Yersinia Pestis akan meninggal dalam waktu 3 sampai tujuh hari.

Menurut sejarawan, Black Death mulai menyebar di daratan China pada tahun 1346. Penyakit ini pertama kali dibawa oleh para pedagang yang melakukan perjalanan pada tahun 1320-1330 hingga sampai di Crimea, pusat perdagangan di China saat itu. Dari Crimea, penyakit ini terus menyebar ke Eropa Barat hingga ke Afrika.

Penyakit ini telah membunuh setidaknya 75 juta jiwa, Eropa kehilangan 25-50 juta jiwa penduduknya saat itu, dan memicu terjadinya krisis ekonomi. Karena banyaknya penduduk Eropa yang tewas, kelangkaan tenaga kerja terjadi di seluruh penjuru benua Eropa.

Pada awal abad ke-19, wabah ini mulai reda, namun ternyata muncul penyakit baru yang juga berasal dari Asia. Wabah yang disebut kolera Asia itu juga menyebar dengan cepat di benua Eropa selama abad 19 sampai abad ke-20, namun penyakit ini tidak separah seperti yang disebabkan oleh Black Death.

Wabah ini disebut Black Death karena umumnya membuat warna kulit penderitanya berubah agak gelap. Namun ada juga yang mengatakan nama Black Death diberikan karena penyakit ini dibawa oleh tikus hitam.

Seputar Penanggulangan Wabah Black Death

Para ahli sejarah dan kedokteran seolah tak pernah lelah mengungkap apa penyebab dan berakhirnya epidemik mematikan ini. Berikut beberapa teori yang terkait tentang berakhirnya/berkurangnya Black Death:

1. Karantina

Orang yang kena pes dan keluarganya dikarantina, untuk membatasi kemungkinan penularan dari manusia ke manusia lain.

2. Sadar kebersihan

Sebelum terjadinya wabah ini, rakyat Eropa menjalani hidup jorok. Jarang mencuci tangan dan badan, membersihkan rumah, juga sering minum air mentah. Setelah wabah ini, mereka mulai sadar kebersihan, dan hal itu mengurangi resiko terserang penyakit pes.

3. Imunitas

Penduduk Eropa mulai membangun imunitas terhadap penyakit ini.

4. Hilangnya tikus hitam karena digeser tikus cokelat

Tikus hitam, sebagai carrier utama penyakit ini, tergeser oleh populasi tikus cokelat yang lebih besar. Karena tikus cokelat tidak seefektif tikus hitam dalam penyebaran penyakit, dan juga tikus cokelat tidak sering masuk ke rumah dan kontak dengan manusia, maka wabah ini pun berkurang.

Baca juga: Detik-detik Tenggelamnya Kapal Titanic di Lautan Atlantik

Related

World's Fact 690412323492194911

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item