Misteri Rongorongo dan Kehidupan Misterius di Pulau Paskah

Misteri Rongorongo dan Kehidupan Misterius di Pulau Paskah

Naviri Magazine - Pulau Paskah, yang terletak di selatan Samudra Pasifik, diduga ditemukan pertama kali oleh orang-orang Polinesia pada tahun 400 Masehi. Mereka lalu membentuk sekelompok suku, yang dipimpin Hotu Matua.

Mereka mengembangkan kebudayaan dan peradaban sendiri secara mengangumkan. Kemudian, mereka terpecah menjadi dua suku besar, yaitu Suku Kuping Panjang dan Suku Kuping Pendek.

Suku ini dikenal punya keahlian memahat dan mengukir, itu terlihat dari banyaknya patung batu pahatan berukuran raksasa [petroglyphs] yang tersisa di Pulau Paskah.

Catatan sejarah yang tersisa dari suku ini, selain patung-patung raksasa, ada juga semacam "prasasti" yang dikenal sebagai Rongorongo. Naskahnya ditulis dalam bahasa Oceania. Berupa lambang gambar yang hingga kini belum bisa diuraikan maknanya.

Peneliti bahasa asal Hungaria, Wilhelm atau Guillaume de Hevesy [1932] tertarik pada naskah Rongorongo Pulau Paskah. Ia menemukan semacam persamaan karakter naskah Rongorongo dengan naskah dari peradaban prasejarah Lembah Indus di India. Ia menemukan sedikitnya 40 persamaan umum, yang menghubungkan keduanya pada tanda atau segel dari Mohenjo-daro.

"Diyakini, Rongorongo berarti damai-damai. Diduga semacam dokumen perjanjian damai antara suku Kuping Panjang dan Suku Kuping Pendek, yang berdiam di Pulau Paskah," katanya.

Patung-patung yang tersisa di Pulau Paskah juga menggambarkan wajah berkuping panjang dan wajah berkuping pendek serta patung bertopi. Ini mungkin menggambarkan keturunan suku yang mendiami Pulau Paskah.

Baca juga: Misteri UFO Raksasa yang Tiba-tiba Muncul di Langit Amerika

Related

Mistery 9213282482254707936

Recent

item