Penyebab Orang Malu Saat Beli Kondom, dan Cara Mengatasinya

 Penyebab Orang Malu Saat Beli Kondom, dan Cara Mengatasinya

Naviri Magazine - Kondom adalah salah satu sarana kontrasepsi yang umum digunakan oleh pasangan di mana pun. Selain mudah digunakan, kondom juga memiliki harga yang terjangkau. Yang menjadi masalah, urusan membeli kondom sering membuat orang malu. Kenyataan semacam itu tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di negara-negara lain.

Menurut Sarah G. Moore, dari Duke University, beserta rekan-rekan dalam penelitian berjudul “Coping with Condom Embarassment” (2006), penggunaan kondom yang konsisten terdiri dari lima aktivitas, yakni membeli, membawa, menyimpan, menggunakan, dan membuang.

Dari 497 individu yang terdiri dari 209 perempuan dan 280 laki-laki yang menjadi responden riset, 64 persen di antaranya merasa malu saat melakukan satu atau lebih kegiatan pemakaian kondom yang konsisten.

Membeli kondom menempati posisi pertama sebagai aktivitas yang paling memalukan bagi responden (60,6 persen). Sebanyak 55,2 persen responden laki-laki dan 68,5 persen perempuan merasa malu saat membeli kondom. Sebaliknya, menyimpan kondom dilakukan dengan paling sedikit rasa malu. Hanya sekitar 21,7 persen responden yang malu saat menyimpan kondom.

Untuk mengatasi rasa malu, 96,9 persen subjek penelitian menggunakan coping strategy, yang terdiri dari dua macam, yaitu usaha kognitif dan perilaku. Contoh usaha perilaku yang dilakukan adalah membeli kondom di luar lingkungan tempat tinggal, sementara upaya kognitif dilakukan dengan mensugesti pikiran agar tak perlu malu, sebab semua orang membeli kondom.

Menurut Moore, dkk, rasa malu terkait kondom menunjukkan beban penggunaan alat kontrasepsi tersebut secara konsisten, terutama pada kelompok young adult atau kategori dewasa awal.

Kesimpulan Moore, dkk, sebetulnya pernah ditekankan juga oleh Darren W. Dahl, Gerald J. Gorn, dan Charles B. Weinberg, dalam riset bertajuk “The Impact of Embarrassment on Condom Purchase Behaviour” (1998).

Dari 93 mahasiswa dan 37 mahasiswi University of British Columbia yang mereka teliti, 33 persen dan 30 persen responden pria serta perempuan merasa hanya sedikit malu ketika membeli kondom. Selain itu, ada 26 persen responden laki-laki dan 27 persen perempuan yang malu saat membeli alat kontrasepsi tersebut.

Dahl, Gorn, dan Weinberg lantas mengatakan bahwa rasa malu yang muncul berpengaruh pada perilaku membeli kondom. Mereka menjadi lebih jarang dan lebih sedikit membeli alat kontrasepsi tersebut.

Baca juga: Memahami Risiko Berhubungan dengan Seks dengan PSK

Related

Sexology 8288788103572257801

Recent

item