Rahasia Mencengangkan di Balik Captcha Buatan Google

Rahasia Mencengangkan di Balik Captcha Buatan Google

Naviri Magazine - Bagi yang sudah akrab dengan internet, tentu sudah kenal pula dengan captcha. Ketika mengisi suatu formulir di internet, kita sering diminta untuk mengisi captcha, yang dibutuhkan untuk membuktikan bahwa kita benar-benar manusia.

Captcha umumnya berbentuk tulisan tidak jelas, atau kumpulan huruf acak, dan kita diminta untuk menuliskannya kembali dalam kolom yang disediakan.

Tapi tanpa kita sadari, ternyata ada rahasia di balik captcha yang dimanfaatkan pihak-pihak tertentu. Salah satu pelakunya adalah Google. Karena ketika kita mengisi captcha buatan Google (Google reCaptcha) maka secara otomatis kita akan membantu AI (Kecerdasan Buatan/Robot) milik mereka menjadi lebih pintar.

Ironis, bukan? Sebuah robot memastikan kita bukan robot untuk membuat robot tersebut lebih pintar.

Google reCaptcha berawal dari ide sejumlah ahli komputer di Universitas Carnegie Mellon, yang kemudian pada tahun 2009 diambil alih Google untuk menyempurnakan AI mereka. Intinya, captcha membantu menginput kata-kata ke dalam AI Google, yang mana tugas tersebut tidak mungkin diketik secara manual oleh karyawannya.

Coba ingat, biasanya kita disuguhi dua kata saat mengisi captcha. Sebenarnya, hanya satu kata yang benar-benar merupakan tes untuk memastikan bahwa kita bukan robot. Sementara kata satunya adalah kata yang belum terinput ke "otak" AI Google. Dan pada saat kita mengetik kata tersebut, kita juga menginputnya ke AI secara bersamaan.

Lalu bagaimana jika semua kata-kata di dunia sudah terinput ke AI Google? Karena itulah, Google perlahan mengubah captcha yang tadinya hanya menampilkan teks, menjadi menampilkan teks dalam gambar, sampai menampilkan gambar tanpa teks. Tujuannya membuat AI mereka makin pintar mengenali tulisan dan citra/gambar di dunia nyata.

Untuk jangka pendek, pemanfaatan captcha berguna untuk meningkatkan keakuratan mesin pencari mereka, semisal Google Image dan Google Street View. Sementara untuk jangka panjang, AI yang sudah sangat pintar bisa dimanfaatkan Google untuk menciptakan teknologi masa depan, seperti mobil tanpa sopir.

Bukankah belakangan ini kita juga kerap berjumpa dengan captcha yang meminta kita memilih gambar mobil/rambu lalu lintas? Sebuah kebetulan? Tentu tidak.

Kesimpulannya, hanya dengan menulis kata-kata atau sekadar memilih gambar, ternyata kita sudah turut ambil bagian dalam perkembangan teknologi masa depan. Sudah tidak sabar kan, menanti teknologi berbasis AI yang merupakan hasil jerih payah kita menulis teks tidak jelas selama ini? Tunggu saja kejutannya di masa depan.

Baca juga: Mengapa Orang Tidak Suka Melihat Iklan Digital di Internet?

Related

Technology 4816142081684672697

Recent

item