Singapura dan Malaysia Geger Memperebutkan Minuman Cendol

Singapura dan Malaysia Geger Memperebutkan Minuman Cendol

Naviri Magazine - Cendol adalah minuman yang dikenal di banyak negara, khususnya di kawasan Asia. Indonesia termasuk salah satu negara yang mengenal cendol. Di beberapa tempat, ada minuman berbahan cendol yang disebut dawet. Daerah di Indonesia yang terkenal dengan produk dawetnya adalah Bumiayu.

Meski terkenal sebagai minuman, belum ada kejelasan mengenai asal usul cendol. Belakangan, Singapura dan Malaysia saling klaim kepemilikan cendol, dan hal itu sempat membuat warga kedua negara saling “berperang”.

Semula, hubungan antara Singapura dan Malaysia sudah menghangat. Dua negara bertetangga ini tengah terlibat perseteruan menyangkut wilayah maritim kedua negara. Semua bermula saat pemerintah Singapura menuduh salah satu dermaga Malaysia terlalu menjorok ke wilayah laut mereka.

Perseteruan tersebut tak begitu mendapat tanggapan dari warga masing-masing negara. Netizen Singapura atau Malaysia seperti lebih tertarik pada sengketa kuliner.

Sengketa kuliner meletus di Twitter setelah sebuah artikel CNN yang tayang akhir bulan lalu menyebut cendol Singapura sebagai makanan pencuci mulut terbaik di dunia. Masalahnya, cendol—minuman dingin yang terbuat dari olahan tepung beras yang diberi warna hijau, santan, dan sirup—oleh warga negeri jiran dianggap sebagai minuman khas Malaysia. (Padahal, cendol ada di mana-mana di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia).

Di Malaysia, atau tepatnya Penang, cendol dibuat—salah satunya—dari kacang merah. Sementara, cendol versi Singapura dibuat dari kacang merah manis, yang menurut artikel CNN bikin rasanya lebih "menggoda."

Pujian ini segera memancing kegeraman warga Malaysia. Dalam waktu singkat, postingan warga Malaysia yang geram warisan kulinernya "dicolong" mengungkapkan kekesalan di Twitter, melampui jumlah yang mencak-mencak akibat masalah sengketa wilayah laut Malaysia-Singapura.

Singapura dulunya wilayah Malaysia sebagai salah satu negara bagian. Namun, sejak Singapura mengumumkan kemerdekaannya pada 1965, kedua negara ini sering bertengkar, memperebutkan warisan budaya yang sama-sama dimiliki penduduknya. Pada perkembangannya, gontok-gontokan antara kedua negara terjadi di berbagai kancah, dari politik hingga sepak bola.

Tapi, warga kedua negara baru cepat panas jika sudah berhubungan dengan makanan. Alhasil, meledek warisan satu sama lain adalah hal lumrah yang dilakukan oleh penduduk Singapura ataupun Malaysia.

Singapura dan Malaysia adalah dua negara di Asia Tenggara dengan keragaman etnis yang tinggi. Alhasil, kita bisa dengan mudah menemui masakan khas melayu, Cina, dan India, di dua negera ini. Baik Malaysia atau Singapura punya versi mereka sendiri dari masakan khas Asia Tenggara seperti nasi lemak dan laksa.

Tapi memang Singapura agak maruk. Negeri Singa ingin memonopoli pengakuan internasional terhadap masakan-masakan tersebut. Inilah yang bikin warga negara tetangga di sebelah utaranya itu ngamuk-ngamuk. Bagi warga Malaysia, nasi lemak, laksa dan cendol yang asli, datang dari Malaysia. Yang dibilang "menggoda" oleh CCN itu cuma versi aspalnya.

Agustus 2018, penduduk Malaysia marah besar setelah Singapura berusaha menyakinkan UNESCO agar memasukkan kios makanan jalanan setempat sebagai warisan budaya dunia.

Buat netizen Malaysia, permintaan Singapura dianggap konyol. Budaya makanan jalanan begitu besar di Asia Tenggara. Tindakan ini dianggap sebagai sikap mau menang sendirinya Singapura, oleh sejumlah negara Asia Tenggara. Lebih jauh, warga Malaysia kerap mempertanyakan otentisitas makanan jalanan Singapura. Menurut mereka, jajanan jalanan Singapura "kelewat bersih."

Baca juga: Makanan-makanan Termahal di Dunia, Harganya Tak Masuk Akal

Related

World's Fact 1061918904475223211

Recent

item