Ternyata, Tidak Semua Manusia Keturunan Adam dan Hawa

Ternyata, Tidak Semua Manusia Keturunan Adam dan Hawa

Naviri Magazine - Berdasarkan keyakinan agama, Adam dan Hawa adalah manusia pertama di dunia. Karenanya, semua manusia yang hidup saat ini adalah keturunan Adam dan Hawa. Namun, berdasarkan penelitian, ada kemungkinan sebagian manusia sebenarnya bukan keturunan Adam dan Hawa.

Penemuan ini berdasarkan penelitian ‘kromosom Y’ yang dilakukan tim ilmuwan asal University of Sheffield, untuk menentang penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa tidak semua ‘kromosom Y’ pria keturunan langsung dari Adam. Dengan kata lain, studi terdahulu menduga adanya perkawinan silang dengan kerabat lain atau mungkin spesies lain.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr Eran Elhaik, dari University of Sheffield, dan Dr Graur dari University of Houston, menjelaskan temuan kromosom Y manusia. Baru-baru ini mereka menerbitkan temuan itu dalam sebuah jurnal genetik, dimana keduanya menggunakan model biologis konvensional, hingga nenek moyang laki-laki (Adam) bisa diprediksi awal kehidupannya di bumi.

Hasil penelitian Dr Elhaik menentang keras studi sebelumnya, yang menyatakan adanya perkawinan silang antara manusia modern dan kerabat terdekat. Hal ini menjadi pertanyaan paling menarik di antara antropologi yang meneliti sejarah garis keturunan manusia, khususnya Adam dan Hawa.

Tahun 2013 lalu, Michael Hammer, ahli genetika dari University of Arizona, menyatakan telah menemukan cabang genetik tertua yang disebut kromosom Y manusia. Kromosom inilah yang menentukan jenis kelamin laki-laki.

Tetapi, dalam silsilahnya, terdapat banyak perbedaan, sehingga tim ilmuwan Arizona menduga terjadinya perkawinan silang yang dibawa nenek moyang laki-laki. Ataukah secara tak langsung mereka menyatakan bahwa Adam kawin dengan ‘kerabat dekat’ atau ‘sepesis lain’ selain Hawa?

Sebelumnya, ada pendapat yang menyebut bahwa bisa jadi kita bukan keturunan Adam. Bahkan ada juga pendapat mengatakan bahwa Adam diciptakan setelah kepunahan tujuh generasi “manusia” sebelumnya.

Dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad SAW lahir di Mekkah pada hari senin, tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah. Sebutan tahun ini saat Abrahah, Gubernur Ethiopia, menyerang Mekkah dan berusaha menghancurkan Ka’bah dengan pasukan gajah. Saat itu bertepatan dengan tanggal 20 April 571 Masehi.

Dengan demikian, jarak kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Nabi Isa AS diperkirakan berjarak selama 571 tahun. Sedangkan jarak antara Nabi Isa dan Nabi Musa sekitar 1716 atau 1900 tahun. Antara Nabi Musa dan Nabi Ibrahim 545 tahun, dan antara Nabi Ibrahim dan Thufan sekitar 1080 tahun. Kemudian Thufan dan Nabi Adam AS, bapak manusia yang pertama, lebih kurang 2242 tahun.

Berdasarkan tafsir Al-Qur’an dan riwayat-riwayat, tidak ada keraguan bahwa seluruh manusia yang ada pada masa sekarang berasal dari Nabi Adam, dan dialah manusia pertama dari generasi ini.

Namun, sebelum Nabi Adam, terdapat generasi atau beberapa generasi yang serupa dengan manusia, yang disebut “Insan atau Nisnas”. Namun, tidak ada informasi yang akurat terkait hal-hal detailnya, tipologi personal, dan model kehidupan mereka.

Baca juga: Misteri Keberadaan Jejak Kaki Nabi Adam di Sri Lanka

Related

Moslem World 849082299271264978
item