Ternyata, Tertawa Memiliki Manfaat Luar Biasa bagi Kesehatan

 Ternyata, Tertawa Memiliki Manfaat Luar Biasa bagi Kesehatan

Naviri Magazine - Banyak orang yang menyukai hal-hal lucu, semisal film komedi, karena bisa tertawa terpingkal-pingkal. Rasanya sangat menyenangkan saat kita bisa tertawa bebas, menertawakan sesuatu yang kita tonton. Selain membuat stres hilang, aktivitas tertawa ternyata juga memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan kita.

Tertawa, menurut sejumlah penelitian, dianggap sebagai penyembuh untuk manusia. Jadi, berbahagialah bagi yang gemar tertawa—apalagi jika mampu menertawakan diri sendiri.

Tertawa adalah komponen vital untuk menjalankan fungsi sosial dan emosional dalam beradaptasi. Tawa tidak hanya dilakukan manusia, namun juga pada golongan kera dan primata. Hal ini juga yang dipercaya bisa membantu mereka bertahan dan beradaptasi dengan lingkungan.

Karena tertawa adalah kegiatan komunal yang menghadirkan ikatan, dan menekan potensi munculnya konflik dalam sebuah komunitas, bagi manusia hingga primata.

Selain itu, tertawa juga memiliki kekuatan menyingkirkan emosi-emosi lain, meski hanya sesaat. Siapa pun tidak bisa marah sambil tertawa, atau juga tidak sesenggukan sembari tertawa.

Hal ini dikarenakan, ketika tertawa, otot wajah dan suara vokal akan terbentuk sedemikian rupa, untuk menghasilkan ekspresi khas yang tidak sama dengan ekspresi yang lain. Semua proses itu dikendalikan sirkuit otak yang secara khusus membawa pesan kimia, atau yang dikenal dengan istilah neurotransmitter.

Pascal Vrticka, dalam Nature Reviews Neuroscience, menjelaskan bahwa tertawa dapat meningkatkan fungsi kardiovaskular, memperkuat sistem kekebalan tubuh dan endokrin.

Selain itu, William R. Klemm juga menyampaikan bahwa "tertawa adalah obat yang baik". Ia menjelaskan, tertawa membantu mengurangi tekanan darah dan menurunkan tingkat glukosa darah dalam tubuh. Tertawa juga diyakini mampu meringankan stres, menekan rasa cemas, dan meningkatkan rasa nyaman.

Peningkatan imunitas atau kekebalan tubuh terjadi karena adanya transmisi hormon kortisol di otak ketika tertawa. Hormon kortisol berperan dalam imunitas/kekebalan tubuh dari penyakit.

Ada beberapa bagian otak yang mempunyai tanggung jawab khusus ketika seseorang tertawa. Saat tertawa, diproduksi juga hormon endorphin dan serotonin—jenis hormon yang menciptakan rasa senang.

Mi Youn Cha, seorang peneliti dari Uiduk University, Korea, dalam Journal of Academu of Nursing, menjelaskan bahwa terapi tawa bahkan terbukti berfungsi sama dengan antidepresan. Kerjanya dengan cara meningkatkan kadar serotonin di otak. Serotonin adalah neurotransmiter penting untuk perasaan sehat dan tenang.

“Jadi, terlepas dari gaya humornya, asalkan tidak ada penyakit yang mendasari, tawa kemungkinan akan menjadi obat terbaik,” kata Mi Youn Cha.

Baca juga: Hati-hati, Ini Bahaya Mematikan Air Liur Anjing Bagi Manusia

Related

Health 8255114664749085926
item