Ini Penyebab Wanita Lebih Panjang Umur Dibanding Pria

Ini Penyebab Wanita Lebih Panjang Umur Dibanding Pria

Naviri Magazine - Manakah yang lebih kuat, pria atau wanita? Mungkin sebagian besar dari kita akan menjawab pria lebih kuat daripada wanita. Namun, jika menilik kemampuan hidup, wanita lebih kuat daripada pria. Buktinya, rata-rata wanita memiliki umur yang lebih panjang dibanding wanita.

Laman Men's Health Network menyebut kesenjangan umur antara pria dengan perempuan mencapai 5,3 tahun. Pria memiliki peluang meninggal lebih cepat dibanding perempuan.

Prediksi pada 2015 menyebut rerata usia kematian pria berkisar pada umur 76,3 tahun, sementara perempuan berada di usia 81,2 tahun. Kaum pria juga memiliki banyak risiko penyakit ketimbang perempuan.

Pada pria, risiko mendapatkan penyakit jantung, neoplasma ganas, dan nefritis 1,5 kali lebih besar, penyakit pernapasan kronis 1,4 kali lebih besar, influenza dan pneumonia 1,4 kali lebih besar, diabetes melitus dan septicimia 1,2 kali lebih besar, dan serebrovaskular 1,02 kali lebih besar dibanding perempuan.

“Perempuan hidup sekitar 5 persen lebih lama ketimbang laki-laki,” tulis laman BBC.

Fakta tersebut didapat bukan hanya pada manusia, tapi mamalia lain seperti simpanse, gorila, orangutan, dan owa betina. Alasannya kemungkinan besar adalah evolusi, selain juga faktor sosial dan gaya hidup yang punya sedikit pengaruh.

Pertama, perempuan memiliki dua kromosom X, sementara pria terdiri dari kromosom X dan Y. Dengan kromosom ganda, perempuan menyimpan salinan dari setiap gen, dan tidak pada pria.

Ketika gen pada pria rusak, mereka tak punya cadangan gen pengganti, sehingga pria cenderung memiliki risiko penyakit lebih besar. Kemungkinan kedua berkaitan dengan hipotesis 'jogging female heart', yakni kondisi peningkatan detak jantung selama paruh kedua siklus menstruasi. Kondisi ini memiliki manfaat setara dengan olahraga sedang, yang menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Alasan ketiga menyoal tinggi tubuh, individu yang punya ukuran tubuh lebih tinggi memiliki lebih banyak sel. Pria jamaknya punya ukuran tubuh lebih tinggi dari perempuan. Dengan tubuh tingginya, mereka lebih punya peluang mengembangkan mutasi berbahaya, dan membakar lebih banyak energi yang membikin jaringan susut.

Namun, alasan yang paling kuat kemungkinan terkait hormon testosteron pada pria, dan estrogen pada perempuan. Catatan kehidupan para kasim di Kekaisaran Dinasti Chosun di Korea dari abad ke-19 menunjukkan demikian. Sebanyak 81 kasim yang testikelnya dihilangkan sebelum pubertas, bertahan hidup sampai 70 tahun.

Mereka juga punya peluang 130 kali lebih besar untuk hidup hingga umur 100 tahun. Contoh serupa juga terjadi pada pasien penyakit mental di Amerika di awal abad ke-20, mereka dikebiri sebelum masuk umur 15 tahun dengan dalih 'pengobatan'.

“Testosteron memproduksi cairan sperma, dan meningkatkan kekuatan ketika muda. Tetapi ia juga membuka peluang kanker prostat, mengubah fungsi kardiovaskular, hipertensi, dan aterosklerosis,” jelas David Gems, ahli genetika dan biogerontologi dari University College London kepada BBC.

Sementara hormon estrogen pada perempuan bersifat antioksidan. Ia melawan zat kimia lain yang beracun dan menyebabkan stres. Percobaan pada hewan pengerat yang indung telurnya dikeluarkan, menyimpulkan betina yang kekurangan estrogen cenderung punya umur hidup yang lebih pendek, kebalikan dari nasib para kasim.

Baca juga: Alasan Banyak Wanita Cantik yang Memilih Tidak Menikah

Related

Male 5104431981863274801
item