Ini Penyebab Anak Muda Zaman Sekarang Jarang Punya Uang

Ini Penyebab Anak Muda Zaman Sekarang Jarang Punya Uang

Naviri Magazine - Kalau aktif di media sosial semisal Twitter, kemungkinan besar kita akan mengenal istilah populer “sobat miskin”. Istilah itu kerap digunakan para pengguna Twitter untuk meledek diri sendiri maupun orang lain, mengenai kondisi mereka yang sering kehabisan uang.

Kenyataannya, anak-anak muda zaman sekarang memang jarang punya uang, dan hal itu tidak hanya terjadi di Indonesia namun juga di negara lain, termasuk di Amerika.

Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, memamparkan hasil studi terbarunya. Dalam laporan tersebut, salah satunya disebut alasan generasi muda atau generasi milenial memiliki lebih sedikit uang dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Gaji kecil

Ketika memulai bekerja, mereka ternyata dibayar lebih murah, memiliki sedikit aset, sehingga tentu saja akan hidup dengan lebih sederhana.

"Generasi X dan baby boomers memiliki pendapatan rumah tangga setidaknya 11-14% lebih tinggi, sehingga dapat hidup dengan lebih layak," tulis laporan tersebut, dikutip CNBC.

Gaji yang lebih rendah juga membuat mereka harus menabung dengan jumlah nominal yang lebih kecil. Beberapa milenial bahkan tidak bisa menabung. Sebagian lagi, justru masih hidup dengan bantuan keuangan dari kedua orang tuanya, meski seharusnya sudah bisa mandiri secara finansial.

Survei dari Country Financial di AS menyebutkan, seseorang berusia 21-37 tahun masih harus dibantu secara finansial oleh kedua orang tuanya.

Kondisi ini belum tentu menandakan bahwa mereka tidak bisa mengatur keuangan. Hanya saja, karena kondisi ini, mereka juga akan memiliki dana pensiun yang lebih kecil dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. Mereka terancam tidak akan hidup dengan sejahtera di masa tuanya.

Biaya hidup tinggi

Di samping itu, menurut Executive Director Economic Hardship Reporting Project, Allisa Quart, generasi milenial juga terbebani dengan biaya hidup yang lebih mahal, termasuk biaya pendidikan. Laporan The Fed tersebut menyebutkan bahwa biaya pendidikan swasta dari tahun 1988 ke 2018 mengalami kenaikan 218% di AS. Di Indonesia, angkanya mungkin lebih besar.

Mahalnya biaya pendidikan membuat generasi milenial di AS telah terbebani dengan student loans. Student loans adalah kredit biaya pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa. Di Indonesia, belum ada student loans, membuat sebagian generasi milenial akhirnya tidak bisa mengakses jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Inflasi dan biaya kesehatan tinggi

Di samping itu, penyebab generasi milenial hidup dengan kesejahteraan yang lebih rendah, salah satunya adalah karena inflasi dan mahalnya biaya kesehatan. Laporan JP Morgan Chase Institute menyebutkan bahwa tingginya biaya kesehatan saat ini membuat mereka akhirnya harus mengorbankan dana pensiun.

"Namun, laporan ini tidak menggambarkan keadaan yang buruk. Secara umum, generasi milenial memiliki tingkat pendidikan yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Dengan begitu, sebenarnya masih terbuka peluang karier ke depan bagi mereka," tulis laporan tersebut.

Baca juga: Wow, Rupiah Jadi Mata Uang Terbaik Nomor 2 di Dunia

Related

Money 5311695273361048331

Recent

Hot in week

Ebook

Koleksi Ribuan Ebook Indonesia Terbaik dan Terlengkap

Dapatkan koleksi ribuan e-book Indonesia terbaik dan terlengkap. Penting dimiliki Anda yang gemar membaca, menuntut ilmu,  dan senang menamb...

item