Cerita-Cerita Horor Stephen King yang Menunggu Difilmkan

 Cerita-Cerita Horor Stephen King yang Menunggu Difilmkan

Naviri Magazine - Stephen King ialah penulis novel horor/thriller yang produktif, dan sudah banyak mempublikasikan novel-novel horor terkenal, dan banyak juga yang sudah disadur ke film layar lebar, seperti Dreamcatcher, Pet Semetary, The Shining, Misery, Carrie, Georgie and the Drain, It, dan masih banyak lagi.

Di balik banyak karya horor Stephen King, terselip beberapa cerita horor yang tak kalah seru, dan sayangnya belum pernah difilmkan. Cerita horor ini ditulis Stephen King dalam format cerita pendek.

Walaupun cerita pendek, namun bila ceritanya diangkat menjadi film layar lebar, bisa jadi akan menjadi film horor yang tak kalah menyeramkan. Apa saja judul cerpen horor Stephen King tersebut?

All That You Love Will Be Carried Away

Alfie adalah pedagang keliling yang terpesona oleh karya grafiti, melihatnya sebagai pesan pendek seseorang yang ditinggalkan di dinding atau di toilet warung, yang disampaikan kepada orang-orang yang menemukannya.

Dia juga tertarik dengan ide bunuh diri, dan sering berpikir tentang bunuh diri, tetapi masih ragu-ragu.

Terjebak dan galau antara mengakhiri semuanya begitu saja, atau berbagi kegilaan itu dalam bentuk buku, Alfie membuat keputusan: jika lampu dari rumah terdekat dihidupkan sebelum ia menghitung sampai 60, ia akan menulis buku. Jika tidak, dia akan membuang buku catatannya dan menarik pelatuk pistol (bunuh diri).

Ada banyak sudut emosional dan celah untuk mengeksplorasi cerpen ini, walaupun jika kisah itu terjadi dalam waktu dan tempat yang terbatas.

The Ballad of the Flexible Bullet

Editor pecandu alkohol menerima naskah yang ia percaya sebagai karya jenius. Henry, si editor, jadi merenung lebih dalam, dan mengalami kegilaan lebih jauh (bisa menjadi efek bunuh diri) saat berjuang untuk menjadikan cerita itu diterbitkan secara nyata.

Ada cerita berkualitas di sini, khususnya karena berhubungan dengan pengembangan situasi si editor menjadi gila, dan menghidupkannya pada pemeran yang pas.

Everything’s Eventual

Seorang anak SMU yang drop out karena riwayat kelakuan jelek, disewa oleh sebuah perusahaan khusus ketika mereka menyadari bahwa ia memiliki kemampuan psikologi unik, untuk memaksa orang melakukan apa yang dia inginkan melalui gambar buatannya.

Dia mendapat nama dan alamat email, ia menggambar sesuatu yang akan membuat mereka melakukan usaha bunuh diri. Begitu sederhana, dan dia hidup dengan aman-aman saja. Sampai ketika dia mulai menyadari tentang siapa yang ia bunuh...

Home Delivery

Ini adalah cerita yang mudah untuk diadaptasi. "Home Delivery" bercerita tentang komunitas di sebuah pulau kecil, yang bertempur melawan serangan zombie setelah jasad orang mati dibangkitkan kembali ke kehidupan oleh pesawat ruang angkasa yang melayang di lubang sekitar lapisan ozon.

Kedengarannya cerita ini sudah banyak beredar, seperti Plan 9 From Outer Space, tetapi cerita ini jauh lebih mendalam. Ditambah lokasi terpencil, menawarkan banyak jalan untuk menyajikan ketegangan dan ketakutan.

In the Deathroom

Seorang mantan wartawan ditangkap di Amerika Selatan, dan dibawa ke sebuah ruang diinterogasi. Segala sesuatunya menjadi lebih jelas, bahwa ia tidak akan meninggalkan ruang itu hidup-hidup, tak peduli apapun yang dia katakan kepada mereka. Jadi dia membuat rencana untuk melarikan diri.

The Man Who Loved Flowers

Kisah pembunuh berantai yang terus mencari kekasihnya, Norma, meskipun sudah meninggal beberapa tahun lalu. Dia membeli bunga, memberikannya pada seorang gadis, dan ketika dia bukan Norma, ia membunuhnya.

Sepertinya ini cocok untuk kisah tentang seseorang yang depresi karena kekasihnya telah tiada, dan kemudian depresi itu berlanjut menjadi sakit jiwa.


Related

Film 2082967271759713096

Recent

item