Berdasarkan Survai, Facebook Jadi Sumber Hoax di Indonesia

Berdasarkan Survai, Facebook Jadi Sumber Hoax di Indonesia

Naviri Magazine - Hoax atau berita palsu bisa muncul di mana-mana, khususnya di media sosial. Pasalnya, konten-konten yang muncul di media sosial bukan karya jurnalistik. Dalam arti, konten-konten itu kerap dibuat oleh perorangan, dan diunggah ke media sosial tanpa saringan atau kaidah jurnalistik semacam verifikasi.

Dalam hal itu, media sosial yang paling banyak pengaksesnya bisa menjadi media penyebaran hoax yang efektif.

Dalam “Hoax Distribution Through Digital Platforms in Indonesia 2018”, laporan atas survei yang dilakukan pada 2.032 orang di Indonesia yang dilakukan DailySocial, Facebook menempati urutan teratas sebagai media sosial sumber informasi warga internet Indonesia pada 2018.

Secara menyeluruh, 53,25 persen responden mengaku sering menerima hoaks melalui media sosial. Facebook, sebagai media sosial utama dalam memperoleh informasi, tak heran jadi "sarang" hoaks. Sebanyak 81,25 persen responden menyebutnya sebagai medium utama sumber hoaks.

Alasan hoaks berkembang di media sosial adalah kebiasaan pengguna yang tidak membaca konten yang diunggah/dibagikan secara keseluruhan. Dalam survei DailySocial, 4,48 persen responden mengaku hanya membaca judul. Juga tercatat, 22,39 persen responden bahkan tidak punya niatan untuk membaca konten yang diunggah/dibagikan.

Baca juga: Keuntungan yang Bisa Didapat dengan Menjadi Google Local Guide

Related

Internet 3864892844863399339
item