Film-film yang Tokoh Utamanya Mengalami Gangguan Jiwa (Bagian 1)

Film-film yang Tokoh Utamanya Mengalami Gangguan Jiwa

Naviri Magazine - Tokoh-tokoh utama dalam film tidak selalu baik dan membuat kita bersimpati. Sebaliknya, ada film-film yang tokoh utamanya justru mengalami gangguan jiwa, masalah kepribadian, dan menujukkan perilaku yang jauh dari simpatik.

Tokoh-tokoh dengan masalah/gangguan jiwa dalam film bisa berupa anak kecil, orang biasa, pria atau wanita, orang bodoh atau juga jenius. Film-film itu menarik ditonton, khususnya karena memberi wawasan pada kita mengenai masalah-masalah kejiwaan yang bisa menimpa seseorang.

Jika ingin mencari dan menonton film-film yang tokoh utamanya mengalami gangguan jiwa, daftar berikut ini mungkin bisa membantu.

Leonard Shelby, Memento

Plot: Karena beberapa insiden, otak Leonard cedera, sehingga hanya bisa mengingat hal-hal yang baru saja terjadi.

Disorder: Profound anterograde amnesia.

Anonim, Fight Club

Plot: Susah untuk mengidentifikasi seseorang, karena gangguan memori otak dan halusinasi.

Diagnosis: kecenderungan schizophrenia.

Joel Barish, Eternal Sunshine of The Spotless Mind

Plot: Memori otak yang terhapus, tak bisa mengumpulkan informasi terhadap peristiwa yang spesifik, khususnya pada mantan pacarnya Clementine (Kate Winslet).

Diagnosis: Partial amnesia.

Donnie Darko

Plot: Halusinasi tentang ancaman, mendengar suara yang memerintahkan apa yang harus ia lakukan. Paranoid berlebih.

Diagnosa: Schizophrenia.

Lucy Whitmore, 50 First Dates

Plot: Otak mengalami penghapusan memori pada peristiwa jangka pendek. Setiap hari, ia lupa kejadian hari kemarin.

Diagnosis: Anterograde amnesia.

Dory, Finding Nemo

Plot: Terhapusnya memori jangka pendek.

Diagnosis: Anterograde amnesia.

Patrick Bateman, American Psycho

Plot: Penyimpangan moral, kecenderungan sifat sadis, tidak bisa membedakan antara realita dan imajinasi.

Diagnosis: Extreme case of narcissistic personality disorder.

Anne, Amour

Plot: Kelumpuhan pada tubuh bagian kanan. Gangguan pada kemampuan kognitif (pemahaman), karena memory loss dan ketidakmampuan berkata-kata yang masuk akal.

Diagnosis: Dementia disorder karena stroke.

John Nash, A Beautiful Mind

Plot: Over jenius. Berhalusinasi tentang sosok imajiner.

Diagnosis: Paranoid schizophrenia.

Charlie, The Perks Of Being A Wallflower

Plot: Pendiam, sensitif dan introver. Mengalami trauma pada bagian peristiwa dalam hidupnya. Sempat mengalami ketidaksadaran.

Diagnosis: Mild-Autis. Post-traumatic stress disorder (PTSD).

Mac, One Flew Over the Cuckoo’s Nest

Plot: Terlalu radikal, anti hal kepemilikan.

Diagnosis: Mental illness.

Humbert Humbert, Lolita

Plot: Obsesi dan kelainan seksual yang selalu mengarahkan dirinya untuk berhubungan seksual dengan perempuan belia.

Diagnosis: Paedophilia.

Simon, The Double

Plot: Mengalami personalitas ganda.

Diagnosis: Multiple personality disorder.

Teddy Daniels, Shutter Island 

Plot: Gangguan psikologi yang parah, ketidakmampuan membedakan mana persepsi dan realita, berhalusinasi bahwa ia seorang detektif.

Diagnosis: Post-traumatic stress disorder (PTSD).

Lester Burnham, American Beauty

Plot: Keadaannya dapat disimpulkan dari petikan dialognya, ”Lihatlah saya, masturbasi di dalam kamar mandi. Ini akan menjadi puncak kesenangan di hari ini. Semuanya berawal dan turun menjemukan dari sini.”

Depresi yang mendalam, atau hanya sebuah situasi diri yang tidak suka dengan lingkungan sekitar. Dalam kasus pada umumnya, ini adalah krisis saat orang dalam situasi umur paruh baya.

Diagnosis: Depression.

Howard Hughes, The Aviator

Plot: Keadaan diri yang paranoid, seperti adegan membasuh tangannya sampai berdarah.

Diagnosis: Obsessive compulsive disorder (OCD).

Travis Bickle, Taxi driver

Plot: Insomnia (makanya dia mengemudi taksi sepanjang malam); gejala depresi seperti tidak peka dan kecanggungan sosial; cenderung mengisolasi diri dari sosial; kecenderungan ke arah perilaku yang sangat agresif.

Diagnosis: Schizotypal personality disorder.

Elizabeth "Lizzie" Wurtzel, Prozac Nation

Plot: Suatu kondisi depresi pada remaja bernama lizzie. Ia tidak bisa menemukan obat antidepresi, kecuali dengan pelarian pada seks dan ekstasi. Pernah mencoba untuk bunuh diri, untuk lari dari kenyataan.

Diagnosis: Depression, substance abuse.

Rosemary Woodhouse, Rosemary’s baby

Plot: penurunan berat badan dengan ekstrem; seketika kulitnya memucat; perubahan suasana hati yang berbalik seketika; terjadi di mana ketika ia jatuh pingsan dan membayangkan sebuah pesta aneh dengan setan dan antek-anteknya.

Diagnosis: Gangguan halusinasi.

Baca lanjutannya: Film-film yang Tokoh Utamanya Mengalami Gangguan Jiwa (Bagian 2)

Related

Film 8192574499069469323
item